Ads
PemerintahanTNI

Jadi Contoh Win-Win Solution, Pedagang Puji Sinergi Humanis Pemkab, Kodim 0813, dan Satpol PP Bojonegoro

syailendraachmad51
×

Jadi Contoh Win-Win Solution, Pedagang Puji Sinergi Humanis Pemkab, Kodim 0813, dan Satpol PP Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
IMG 20260719

​BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Proses panjang penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kota Bojonegoro akhirnya membuahkan hasil manis dan berakhir dengan solusi damai yang disambut penuh syukur oleh para pelaku usaha kecil.

​Melalui pendekatan dialogis yang konsisten dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama jajaran terkait, para PKL kini resmi memperoleh lokasi baru yang representatif.

Langkah ini memastikan roda perekonomian dan aktivitas perdagangan mereka dapat kembali berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman.

​Bagi para pedagang, keputusan ini bukan sekadar penyediaan tempat relokasi usaha, melainkan sebuah oase dan harapan baru untuk menjaga keberlangsungan nafkah ekonomi keluarga di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.

​Sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih, paguyuban PKL menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Bojonegoro. Pemerintah daerah dinilai sangat bijaksana dengan mengedepankan ruang komunikasi serta musyawarah mufakat demi mencari jalan keluar terbaik (win-win solution) selama proses penataan berlangsung.

​Menurut para pedagang, kebijakan penataan yang ditempuh pemerintah tidak hanya berfokus pada estetika kota agar lebih tertib, bersih, dan indah, tetapi juga tetap menyentuh sisi kemanusiaan dengan memikirkan nasib serta keberlangsungan hajat hidup masyarakat kecil.

​Rasa terima kasih yang mendalam juga dialamatkan kepada Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto, S.T. Kehadiran jajaran TNI dinilai menjadi jangkar penting dalam meredam tensi, menjaga situasi wilayah tetap aman, kondusif, serta membawa atmosfer penuh kesejukan sepanjang proses transisi penataan.

Sinergi yang kuat antara aparat, pemerintah, dan warga terbukti mampu mengikis potensi gesekan di lapangan.

​Apresiasi serupa mengalir deras untuk Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro, Laela Nor Aeny, beserta seluruh personelnya.

Korps Penegak Perda ini mendapat pujian karena dinilai berhasil mengubah stigma kaku menjadi wajah baru yang persuasif, santun, dan sangat humanis saat berhadapan dengan pedagang.

Pendekatan dari hati ke hati tersebut membuat para pedagang merasa diayomi, dihargai, dan ditempatkan sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sebagai objek penertiban.

​Di balik layar keberhasilan rekonsiliasi ini, para PKL memberikan penghormatan khusus kepada M. Ali Safaat, sosok yang selama ini setia bertindak sebagai koordinator sekaligus pendamping garda depan para pedagang.

​Ali Safaat dinilai sangat konsisten menjembatani komunikasi buntu, meredam kepanikan massa pedagang, serta menyalurkan aspirasi murni PKL melalui jalur diplomasi dan musyawarah yang konstruktif dengan pemangku kebijakan.

Rekam jejak dan pengalamannya saat menakhodai koordinator PKL kawasan Rajekwesi periode 2022–2023 membuatnya khatam memetakan dinamika serta kebutuhan riil para pedagang di lapangan tanpa harus menabrak aturan hukum yang berlaku.

​“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bapak Dandim 0813 Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto, Ibu Kasatpol PP Laela Nor Aeny beserta seluruh jajaran, dan Mas Ali Safaat yang tanpa lelah terus mendampingi serta memperjuangkan aspirasi kami hingga akhirnya kami bisa kembali mengais rezeki di tempat yang layak. Semoga sinergi yang baik ini terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat kecil,” ungkap salah seorang perwakilan PKL dengan mata berkaca-kaca, Sabtu (18/07/2026).

​Keberhasilan penataan ini menjadi role model dan bukti nyata bahwa seberat apa pun persoalan perkotaan, semuanya dapat diurai jika semua pihak mau membuka diri dalam komunikasi yang transparan, saling menghormati, dan bersandar pada semangat gotong royong.

​Kini, setelah kembali menempati lapak usaha baru yang difasilitasi oleh Pemkab Bojonegoro, para PKL berkomitmen penuh untuk menjaga kebersihan lingkungan, menegakkan ketertiban, dan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku agar kawasan perniagaan tersebut tetap nyaman dikunjungi oleh masyarakat luas.(sy/*)

error: Content is protected !!