Kodim Surakarta Utus Prajuritnya Pembekalan Keamanan Informasi Internet Intelijen

Istimewa

TRANSISI SURAKARTA,- Bertempat di Aula Makorem 074/Warastratama, Sebanyak 5 orang Ksatria-ksatria Kodim 0735/Surakarta menerima Pembekalan keamanan informasi di internet Intelijen semester II tahun 2019, yang diselenggarakan oleh Pusintelad dan sebagai penanggung jawab Kabalaksandi Pusintelad Kolonel Cpl Erwin G.H. Hasugian, S.I.P, Kamis (29-8-2019).

Kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari Anggota Korem dan Kodim-kodim yang ada di Jajaran Korem 074/Warastratama.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Staf Korem (Kasrem) 074/Warastratama Letkol Inf Yudi Purwanto, S.M., mewakili Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf Rafael Granada Baay menyampaikan bahwa saat ini pengguna internet terus meningkat dan jaringan internet ini dapat tersambung kemanapun secara umum sehingga sangat rawan terjadinya ancaman bagi keamanan informasi melalui internet.

“Oleh sebab itu, pengamanan informasi digital di era internet ini sangat mutlak diperlukan yang idealnya dapat memberikan perlindungan atau proteksi, pencegahan, penanggulangan serta pemulihan terhadap setiap data/informasi dari berbagai ancaman,” imbuh Danrem 074/Warastratama.

Danrem berharap kepada seluruh peserta agar dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan penuh rasa tanggung jawab, sebagai sarana untuk menambah pengetahuan dan keterampilan kita di bidang pengamanan informasi dan data di internet yang bersifat rahasia/intelijen.

“Sehingga nantinya kita akan mampu mengoptimalkan penggunaan aplikasi di internet guna kepentingan militer sesuai tugas pokok masing-masing,”pungkas Danrem. (Arda 72, Pendim 0735).

Presiden Jokowi: Setelah B20 Kita Akan lanjutkan ke B30

Istimewa

TRANSISI,- Pemerintah ingin bergerak cepat dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan impor bahan bakar minyak. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan menerapkan kebijakan kewajiban biodiesel 20 persen atau B20.

“Kita ingin lebih cepat dan mulai dari B20 ini kita ingin mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan juga yang paling penting kita ingin mengurangi impor minyak kita,” ujar Presiden dalam pengantar rapat terbatas tentang pembahasan mengenai kebijakan B20.

Senin, 12 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait kembali menggelar pembahasan mengenai kebijakan B20 tersebut dalam rapat terbatas yang digelar di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Kepala Negara, dalam rapat yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 12 Agustus 2019, tersebut kembali mengingatkan jajarannya bahwa dengan penerapan kebijakan tersebut secara konsisten maka terdapat potensi penghematan anggaran negara hingga mencapai USD5,5 miliar per tahun.

Selain itu, penerapan tersebut juga dapat menimbulkan efek berganda bagi permintaan akan pasar sawit di pasar domestik yang pada akhirnya dapat memberikan keuntungan bagi industri kelapa sawit nasional.

“Yang tidak kalah pentingnya, penerapan B20 juga akan menciptakan permintaan domestik akan CPO yang sangat besar yang kita harapkan menimbulkan multiplier effect terhadap 17 petani, pekebun, dan pekerja yang ada di (industri) kelapa sawit,” tuturnya.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa dirinya ingin agar pada awal tahun mendatang kebijakan tersebut semakin meningkatkan standarnya hingga menjadi B30 atau campuran 30 persen biodiesel dengan 70 persen bahan bakar minyak jenis solar. Di waktu-waktu mendatang, penggunaan bahan bakar fosil diharapkan dapat semakin dikurangi.

“Saya juga ingin agar B20 ini nanti pada Januari 2020 itu sudah pindah ke B30. Selanjutnya nanti di akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50,” ucapnya.

Selain meningkatkan kualitas lingkungan, penggunaan biodiesel tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan posisi tawar yang besar bagi Indonesia terkait dengan produk kelapa sawit nasional. Produksi minyak sawit yang melimpah di Tanah Air dapat diserap sebagai bahan baku penerapan kebijakan tersebut sehingga dapat mengangkat harga CPO di pasar global.

“Tekanan terhadap kelapa sawit kita saya kira perlu diantisipasi dari dalam negeri sehingga kita memiliki sebuah bargaining position yang baik, baik terhadap Uni Eropa maupun negara-negara lain yang mencoba untuk membuat bargaining position kita lemah,” kata Presiden.

Lebih jauh, Presiden juga meminta jajarannya untuk mendalami kemungkinan pengolahan minyak sawit menjadi bahan bakar “avtur hijau”. Produksi avtur hijau tersebut diharapkan juga dapat mengurangi defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan melalui penurunan impor minyak atau produk minyak.

“Saya mendengar CPO ini juga bisa dibuat avtur. Tolong ini ditekuni lagi lebih dalam. Kalau itu bisa (dapat) mengurangi impor avtur kita sehingga defisit neraca perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan, kita akan semakin baik,” ucapnya.

Ia pun memberikan peringatan kepada jajarannya bahwa implementasi kebijakan ini di lapangan akan langsung diawasi sendiri olehnya. Ia juga meminta jajarannya agar memberikan komitmen penuh dalam menyukseskan kebijakan pemerintah tersebut.

“Perlu saya sampaikan di sini bahwa saya akan cek langsung urusan yang berkaitan dengan penggunaan B20 ini termasuk nanti kalau meloncat ke B30,” tandasnya. (Red-01)

Pemadaman Bergilir di Jabodetabek dan Jawa Barat

Istimewa

TRANSISI,- Setelah pemadaman yang panjang Minggu (4/8) kemarin, Perusahaan Listrik Negara (PLN) menginformasikan bahwa hari Senin (5/8) ini masih ada pemadaman bergilir di wilayah Jabodetabek dan beberapa daerah di Jawa Barat.

“Kami mohon maaf, sampai siang ke sore masih ada pemadaman bergilir,” kata Pelaksana Tugas Direktur Utama (Plt Dirut) PT. PLN (Persero) Sripeni Intan, di Gedung PLN, Jakarta, Senin (5/8) pagi.

Namun wilayah mana saja yang terjadi pemadang bergilir, Sripeni tidak menyebutkannya. Menurut Sripeni, hari ini pasokan listrik sedang dinormalisasi.

Sebelumnya Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka dalam siaran persnya menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman yang terjadi akibat  Gas Turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya mengalami  trip, sementara Gas Turbin 7 saat ini dalam posisi mati (Off). Selain itu Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon juga mengalami gangguan atau trip, yang mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek mengalami pemadaman.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan,” kata Made dalam siaran persnya, kemarin.(Red-01) 

SDN Gelangan 2 Kota Magelang Adakan Ekstra Kurikuler Tingkatkan Dispilin Diri Siswa

Istimewa

TRANSISI MAGELANG,- Diawal Tahun ajaran baru SD N Gelangan 2 Kota Magelang dalam meningkatkan semangat belajar mengajar dan suasana yang baru bagi para Siswa.

Pagi itu bercerita dan bernyanyi untuk melatih kedisiplinan, Keberanian dan Kreatifitas para siswa, Kamis (25/7) dihalaman Sekolah SD N Gelangan 2 Kota Magelang.

Sesuai progam Kepala Sekolah Ibu Erna saat memberi ceramah di Aula SD N Gelangan 2 sebelumnya. Menurut Ibu Mei salah satu Guru pendamping kegiatan mengatakan semua Guru terlibat dalam pendampingan kegiatan ini sesuai jadwal yang sudah ada dan tujuan diadakanya kegiatan Ekstra kulikuler tersebut.

Disamping menambah nilai bagi para siswa yang juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri terhadap mental para siswa menjadi murid yang cerdas , kreatif, positip dan bisa bermanfaat bagi para siswa itu sendiri dimasa akan datang .”Ungkapnya.( feri)

Presiden Berikan Tiga Arahan Terkait Kerawanan Bencana di Tanah Air Saat Buka Rakornas BMKG

Istimewa

TRANSISI,- Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tahun 2019. Acara pembukaan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 23 Juli 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo memberikan tiga arahan terkait kerawanan bencana di Indonesia. Pertama, Presiden ingin agar semua pihak sensitif dan antisipatif terhadap bencana, terutama mengingat Indonesia negara yang paling rawan bencana karena berada dalam kawasan cincin api atau ring of fire.

“Dalam rangka mengurangi risiko-risiko yang ada, kebijakan nasional dan daerah ini harus bersambungan, harus sensitif semuanya, harus antisipatif semuanya, terhadap kerawanan bencana yang kita miliki. Kita tahu semuanya kita berada di ring of fire dalam kawasan cincin api. Kita tahu semuanya kita memiliki gunung-gunung api yang aktif. Banjir dan longsor juga selalu setiap tahun ada,” ujar Presiden.

Presiden pun mengapresiasi peran BMKG dalam memberikan pemahaman potensi bencana kepada masyarakat untuk mengurangi risiko-risiko bencana. Secara khusus, Presiden memberikan contoh berupa peringatan dini tsunami setiap kali terjadi gempa bumi.

“Saya melihat sekarang kalau ada gempa misalnya 5,5 skala richter atau di atasnya langsung di TV keluar ada tidaknya potensi tsunami, yang dulu-dulunya enggak pernah. Ini saya kira sebuah lompatan kemajuan yang sangat baik dari BMKG,” jelasnya.

Kedua, Presiden mengingatkan hubungan pemerintah pusat dan daerah harus terjalin dengan baik. Hal ini mengacu pada pembangunan infrastruktur di kawasan-kawasan yang rawan bencana. Presiden ingin BMKG bersikap tegas kepada pemerintah daerah terkait zonasi daerah rawan bencana.

“Tolong beritahukan apa adanya supaya setiap pembangunan juga mengacu, kalau daerah-daerah yang rawan bencana ya beritahukan, sampaikan kepada daerah ini rawan gempa. Lokasi ini rawan banjir. Jangan dibangun bandara, jangan dibangun bendungan, jangan dibangun perumahan. Tegas-tegas harus disampaikan. Jangan sampai kita mengulang-ulang sebuah kesalahan yang di situ jelas garisnya lempengan tektonik kok dibangun perumahan besar-besaran,” tegasnya.

Ketiga, Kepala Negara ingin agar pendidikan kebencanaan disampaikan secara masif kepada masyarakat. Secara khusus, Kepala Negara menginginkan pendidikan kebencanaan disampaikan secara intensif di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

“Sampaikan juga apa adanya. Seperti kemarin agak ramai mengenai potensi megathrust, ya sampaikan apa adanya. Memang ada potensi kok. Bukan meresahkan, tapi sampaikan kemudian tindakan apa yang harus kita lakukan.

Step-step-nya seperti apa. Itu mengedukasi, memberikan pelajaran kepada masyarakat,” tuturnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden ingin agar ke depannya peralatan-peralatan BMKG diperbarui. Namun, ia juga mengingatkan agar BMKG bisa merawat peralatan-peralatan tersebut sehingga bisa terus digunakan untuk memantau kerawanan bencana.

“Dititipkan saja lah kepada aparat keamanan setempat bahwa ini adalah barang yang sangat penting sekali untuk memantau kerawanan bencana baik itu longsor, tsunami, gempa bumi sehingga semuanya ikut menjaga, rakyat ikut menjaga, masyarakat ikut menjaga, aparat kita juga ikut menjaganya. Karena banyak juga yang enggak tahu barang apa itu enggak ngerti. Tulisi yang gede-gede saja, sangat penting untuk dijaga bareng-bareng,” tandasnya.

Dalam acara tersebut, Presiden tampak didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (Red-mas)