Sidang 7 kontainer 70 Juta Suara Pilpres 2019 Tercoblos, Pelapor meminta Hukum Tegas

Istimewa

TRANSISI,- Bertempat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, selasa (16/7), terkait issue dan berujung pelaporan ke Bareskrim mabes polri pada tiga bulan lalu menjelang pilpres 2019.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemudian melakukan pengecekan ke Kantor Bea dan Cukai, ternyata berita itu tidak benar adanya, alias hoax, bahkan disaksikan juga oleh pihak kepolisian beserta petugas dari bea cukai di pelabuhan tanjung priok beberapa waktu lalu.

Dalam keterangannya C Suhadi (pelapor) serta selaku relawan Jokowi TKN 01 kepada awak media dipengadilan negri jakarta pusat, Saya hanya melaporkan ada tiga nama saja salah satunya Andi Arief serta 2 orang lainnya, dan saya juga sudah menjelaskan di dalam persidangan tadi, seperti apa kronologisnya, tetapi kenapa tiba-tiba muncul dan beberapa nama menjadi terdakwa yang tidak saya kenal selain nama-nama yang saya laporkan dari ketiga nama tersebut.

Mungkin itu bisa jadi efek domino dari lp tersebut siapa – siapa saja yang menyebarkan berita tidak benar itu (Hoax) akhirnya terseret dalam pusaran kasus tersebut “ ujarnya. Didalam persidangan tadi bahkan saya sudah mengutarakan secara pribadi dari hati ke hati kepada para terdakwa yang tidak saya kenal latar belakangnya tersebut. ini adalah bagian dari proses hukum pengembangan penyidik kepolisian dan lain-lain tentunya , saya tidak mempunyai wewenang atau kapasitas diluar itu. ‘Ungkapnya.

Tetapi yang jelas, kalau ditanya mengenai apakah saya memaafkan atas tindakan-tindakan terdakwa yang ada dipersidangan tadi, Jujur dari hati saya, saya sudah memaafkannya. Dan tentunya saya berharap supaya majelis Hakim bisa dapat memberi putusan hukuman yang seadil adilnya sesuai tingkat perbuatannya, karena saya tahu juga mereka orang orang yang tidak paham berita hoax termaauk juga akibatnya dari berita tersebut. Jadi atas dasar keadilan saya serahkan berkaitan vonis nanti kepada kewewnangan majelis hakim, karena majelis yang paling tahu hukuman apa yang pantas buat para Terdakwa, “ lanjutnya.

Ada yang menarik dari beberapa keterangan Terdakwa, mereka menanyakan kepada saya didepan persidangan, kenapa kasus Andy Arief tidak naik ke proses hukum. Dan saya katakan itu diluar jangkauan saya selaku pelapor, karena wilayah itu ada di tangan kepolisian sebagai penyidik sedangkan saya hanya pelapor saja “ sambungnya.

Oh iya Tadi sempat juga ada pertanyaan dari tim kuasa hukum terdakwa kepada saya, apakah saya bisa mencabut semua laporan saya terkait kasus ini, saya katakan tidak karena perkara yang sudah berjalan dan berperoses tidak dapat si cabut dengan alasan apapun, apalagi kalau sudah sampai dipersidangan setiap perkara tidak bisa dicabut. Hanya saja kalau perbuatan Terdakwa hanya ikut ikutan tanpa ada maksud lain mungkin itu bisa meringankan saja, dan kalau itu terjadi sudah baik.

Sekali lagi saya tegaskan kehadiran saya didalam persidangan hari ini selasa (16/7) di PN jakarta pusat, memang jadwal saya sebagai pelapor dan saksi atas laporan saya 6 bulan lalu, terkait tiga (3) nama yang saya laporkan sudah dua orang yang diproses hukum untuk yang satunya nama Andy Arief dan Erlangga tidak dapat di proses, sekali lagi bahwa itu bukan wilayah saya sebagai Pelapor kenapa dia tidak diproses, saya tidak bisa menjawab karena sekali lagi itu kewewnangan penyidikan dan penuntutan biarkan saja proses hukum berjalan sebagaimana mestinya, kan kalau dianggap perlu Majelis bisa memerintahkan JPU untuk mengusut nama nama yang di proses.

Maka itu percayakan proses hukum ini berjalan sesuai dengan ketentuan yg berlaku, jangan tebang pilih, masa orang orang yg seperti Para Terdakwa yang tidak paham harus menanggung susahnya. ‘Tutupnya.

Pidato Presiden Terpilih 2019-2024 “VISI INDONESIA”

Istimewa

TRANSISI, –  Presiden Joko Widodo dalam kesempatan Pidato yang dilaksanakan di SICC, Sentul Bogor ternyata iniilah isi pidato lengkapnya Presiden Terpilih 2019-2024.

“VISI INDONESIA”

14 Juli 2019

Assalamuallaikum wr. Wb
Salam sejahtera bagi kita semua
Om swastiastu
Namo buddhaya
Salam kebajikan

Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai. Hadirin yang berbahagia.

Kita harus menyadari, kita harus sadar semuanya bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis! Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko, penuh kompleksitas, dan penuh kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan kita.

Oleh sebab itu, kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, kita buat menjadi efisien!

Manajemen seperti inilah yang kita perlukan sekarang ini. Kita harus menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan-perubahan itu. Oleh sebab itu, kita menyiapkan tahapan-tahapan besar.

PERTAMA, pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan.

KEDUA, pembangunan SDM. Kita akan memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ!

Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.

KETIGA, kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan.

KEEMPAT, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural! Agar lembaga semakin sederhana, semakin simpel, semakin lincah! Hati-hati! Kalau pola pikir, mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!

Kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya. Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan!

Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. HARUS BERUBAH! Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang ADAPTIF, Indonesia yang PRODUKTIF, dan Indonesia yang INOVATIF, Indonesia yang KOMPETITIF.

KELIMA, kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.

BAPAK IBU DAN HADIRIN YANG BERBAHAGIA, namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi-mimpi besar hanya bisa terwujud jika kita bersatu! Jika kita optimis! Jika kita percaya diri! Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar! Negara dengan 17 ribu pulau. Dengan letak geo-politik yang strategis. Kita adalah negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika! Memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Demografi kita juga sangat kuat! Jumlah penduduk 267 juta jiwa, yang mayoritas di usia produktif.

Kita harus optimis menatap masa depan! Kita harus percaya diri dan berani menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia.

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah pengikat utama dalam meraih kemajuan. Persatuan dan persaudaraan kita harus terus kita perkuat! Hanya dengan bersatu, kita akan menjadi negara yang kuat dan disegani di dunia! Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa yang setiap Warga Negara harus menjadi bagian darinya!

Dalam demokrasi, mendukung mati-matian seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan. Asal jangan oposisi menimbulkan dendam. Asal jangan oposisi menimbulkan kebencian. Apalagi disertai dengan hinaan, cacian, dan makian.

Kita memiliki norma-norma agama, etika, tata krama, dan budaya yang luhur.

Pancasila adalah rumah kita bersama, rumah bersama kita sebagai saudara sebangsa! Tidak ada toleransi sedikit pun bagi yang mengganggu Pancasila! Yang mempermasalahkan Pancasila! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnis lain.

Sekali lagi, ideologi kita adalah Pancasila. Kita ingin bersama dalam Bhinneka Tunggal Ika, dalam keberagaman. Rukun itu indah. Bersaudara itu indah. Bersatu itu indah.

Saya yakin, semua kita berkomitmen meletakkan demokrasi yang berkeadaban, yang menunjujung tinggi kepribadian Indonesia, yang menunjung tinggi martabat Indonesia, yang akan membawa Indonesia menjadi Indonesia Maju, Adil dan Makmur.

Indonesia Maju adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya. Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum. Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.

Ini bukanlah tentang aku, atau kamu. Juga bukan tentang kami, atau mereka. Bukan soal Barat atau Timur. Juga bukan Selatan atau Utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semua. Tapi ini saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju karena kita mampu jika kita bersatu!

Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bogor, 14 Juli 2019
PRESIDEN TERPILIH,
IR H JOKO WIDODO

Pertemuan Jokowi dan Prabowo Tokoh Rakyat Indonesia Bertemu Untuk Pancasila dan Merah Putih

Istimewa

Jakarta,- Ketua Umum Kongres Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama mengapresiasi pertemuan Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto, di MRT Lebak bulus, Jakarta Selatan.(13/7/2019).

Menurut Haris, bertemunya kedua tokoh nasional itu merupakan simbol kembali bersatunya rakyat Indonesia pasca kontestasi Pilpres, yang berdampak kepada polarisasi masyarakat.

“Pertemuan itu mendorong masyarakat bawah untuk kembali berpelukan, berpegangan erat bahwa kita satu nusa dan satu bangsa,” kata Haris kepada wartawan, Sabtu (13/7/2019).

Tak hanya soal pertemuan, Haris juga mengaku bangga dengan para pejabat negara yang menemani Joko Widodo untuk bertemu Prabowo, Terima Kasih kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan yang menjadi inisiator pertemuan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

“Mereka ( mendampingi) tidak hanya berpikir menjaga situasi dan keamanan saat kompetisi (Pilpres) saja, melainkan juga mereka tetap berpikir bagaimana menenangkan seluruh hati rakyat Indonesia,” tandas Haris.

“Saya apresiasi untuk Kepala BIN, akhirnya pak Prabowo dan Jokowi bisa bertemu,” tambah Haris menekankan.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan dalam pertemuan Prabowo dengan Jokowi pasca-Pilpres itu, kapasitas Budi Gunawan sebagai kepala BIN.

Namun, Pramono menenekankan, BG bekerja senyap di balik pertemuan Jokowi dan Prabowo di salah satu gerbong MRT itu.

“Pak Budi Gunawan Kepala BIN. Beliau bekerja tanpa ada suara,” kata Pramono di Fx Sudirman, Jakarta.

Sementara itu Ketua Umum Ikatan Sarjana Al Washliyah menegaskan, apa yg selama ini telah Adherie Zulfikri Sitompul sampaikan khususnya di medsos pribadinya tentang 01 NO, 02 NO, 03 YESSS Persatuan Indonesia telah menjadi kenyataan saat ini, pasca telah diputuskan nya hasil sengketa pilpres oleh Mahkamah Konstitusi maka sudah saatnyalah Rakyat Indonesia menjaga dan mengedapankan Persatuan Indonesia sebagaimana tegas tertera didalam sila ke-3 Pancasila, tegasnya.

Benar, saya kurang sepakat dengan istilah “merajut”, merajut itu dipergunakan benang untuk menambal atau menyatukan kain yg terkoyak, kain apa yg terkoyak di Indonesia ini, satu satunya kain yang mengudara tegak melambai di hati rakyat baik di darat maupun udara adalah kain MERAH PUTIH, merah putih tidak terkoyak dan tidak perlu di rajut, MERAH PUTIH ada di Hati Rakyat Indonesia dengan Pancasila nan sakti mandraguna sebagai ideologi bangsa.

Sila ke tiga PANCASILA jangan pernah coba coba di tinggalkan, Persatuan Indonesia kini telah ditunjukkan oleh 2 Orang Rakyat Indonesia yakni Rakyat Indonesia yang bernama JOKOWI dan PRABOWO, dan atas inisiasi kerja senyap seorang Rakyat Indonesia bernama BUDI GUNAWAN yang di hatinya terpatri tegas warna MERAH PUTIH dan tetap berlandaskan pada PANCASILA khususnya sila ke- 3 yaitu Persatuan Indonesia.

Dengan niat tulusnya berhasil melakukan apa yang saat ini disaksikan oleh RAKYAT INDONESIA, saya Rakyat Indonesia sangat bersyukur kehadirat Allah SWT atas keberhasilan yang dilakukan oleh dan dari serta untuk RAKYAT INDONESIA, tegas Adheri yang juga dikenal seorang rakyat Indonesia yang profesional. (Rei)

Rapat Pleno Terbuka KPU RI Penetapan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Hasil Pemilu 2019

Istimewa

TRANSISI,- Minggu 30 Juni 2019 Pkl 15.40 wib sd Pkl.17.00 wib di kantor KPU RI Jl Imam Bonjol No 29 Menteng Jakpus telah berlangsung Rapat Pleno terbuka penetapan Calon presiden terpilih periode 2019 sd 2024 hasil Pemilu Presiden 2019. uraian Giat sbb.

1. Hadir Paslon Capres Cawapres No 1 bpk Ir Joko Widodo dengan KH Ma’Ruf Amin. Sementara Paslon Capres Cawapres No 2 Bpk Prabowo dan Sandiaga Uno, Tidam Hadir di KPU RI.

2. Pkl 15. 55 Wib Capres cawapres paslon No 1 tiba di KPU RI.

3. Undangan KPU yg hadir diantaranya.
a. Menko Polhukam Jendral TNI Wiranto
b. Mendagri Bpk Cahyo Kumolo.
c. Ketua DPR RI Bambang Susatyo.
d. Seskab Kabinet Pramono Anum.
e. Para Sekjen Partai Pendukung.
f. Timses No 1 diantaranya
g. Timses dan sekjen Partai pendukung Paslon No 2 Habiburahman (Gerindra). Edy Suparno (Sekjen Partai PAN). Hincha Panjaitan (Sekjen P. Demokrat). Syarif Hasan (Wakil ketua DPP P.Demokrat).
h. Komisioner Bawaslu RI.
G. DKPP RI.
H. Kapolri diwakili oleh As Ops Kapolri Irjen Pol Martuani Solming

Giat penetapan Presiden dan Wakil Presiden di lantai 2 kantor KPU RI

1. Giat diawali dengan lagu indonesia raya, pembacaan doa dilanjutkan dengan sambutan ketua KPU RI.

2. Pembacaan berita acara Kpu tentang penetapan Pasangan calon Presiden dan wakil Presiden terpilih.

3. Penandatanganan Berita Acara dilanjutkan dengan pembacaan keputusan KPU ttg Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Capres terpilih.

4. Penandatanganan Keputusan Kpu, penyerahan keputusan Kpu dilanjutkan dengan sambutan Pasangan Capres dan Cawapres terpilih.

2. Sambutan Calon Presiden terpilih IR H Joko Widodo.
Meminta dukungan dan Doa seluruh Rakyat Indonesia , menyadari Indonesia Negara besar mengajak Prabowo dan Sandi untuk membangun Negara ini mengajak seluruh rakyat untuk melupakan O2 dan 01 kita harus bersatu membangun Indonesia.

Sambutan Wakil Presiden terpilih KH Ma’ruf Amin antara lain menyampikan bahwa
Amanat dan tanggung jawab ini kami terima dan berjanji utk bekerja keras. Dengan selesainya tahapan pemilu sekarang kita memulai tahapan berikutnya yaitu bekerja utk kesejahteraan dan keadilan mari kita rukum kembali jangan lagi ada yg tdk bertegur sapa antara satu dng yg lain antar tetangga antar keluarga, teman hanya karena perbedaan pilihan politik jangan ada lagi saling Blokir memblokir antara media massa ada, kita harus bersatu untuk indonesia yg sejahtera.

1. Ditenda putih halaman Kantor KPU Bapak Jokowi melakukan Konpers dengan ajakan marilah kita kembali bersama menjaga persatuan membangun Negara ini jangan ada lagi 01 dan 02 mari membangun Negara ini, mari kita bekerja bersama sama.

Atas pertanyaan wartawan Bapak Jokowi menyatakan terbuka dengan siapapun utk bersama sama membangun Negara ini
Akan sangat berbahagia jika Pak Prabowo dan Pak Sandi datang saat pelantikan nanti.

2. Aksi Unjuk Rasa didepan dan sekitar Bawaslu *Nihil*

3. Paslon Capres dan Cawapres No 2 tidak menghadiri Giat Penetapan.

4. Para ketua Partai dan Timses Paslon baik No 1 (TKN) maupun No 2 (BPN) tidak semua hadir sesuai undangan KPU RI.

PKL 16.42 Wib. Giat penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih selesai ditutup dengan lagu Padamu Negeri.

Pkl. 17.00 wib Bpk Presiden dan Wakil Presiden terpilih meninggalkan Ktr KPU RI. SITUASI KONDUSIF

Demikian rangkaian kronologi acara, penetapan KPU terhadap Presiden Jokowi-Maruf Amin 2019-2024. (Reza)

RIB Kawal Putusan MK Dengan Aksi Damai Tolak Kerusuhan

Istimewa

TRANSISI,- Ketua Pimpinan dari Presidium Relawan Indonesia Bersatu yang merupakan Koalisi 50 Organ Relawan Jokowi melakukan Aksi Damai sebagai wujud dukungan moral kepada apapun nantinya bentuk dan hasil putusan MK (27/6).

Aksi ini diisi dengan orasi para Pimpinan Relawan yang pada intinya memahami himbauan dan larangan Menkopolhukam, Kapolri dan KSP Moeldoko agar para Relawan tidak melakukan aksi disekitaran gedung MK pada Kamis, 27/6 saat ini.

” Secara hukum kami para Relawan 01 taat azaz dan taat aturan, sebab Pak Kapolri, Pak Menkopolhukam dan Pak Moeldoko sudah menginstruksikan jangan ada aksi pengerahan massa disekitaran MK hari ini, sehingga kami tidak secara massif menurunkan seluruh anggota dan simpatisan kami yang semula direncanakan akan menurunkan puluhan ribu massa untuk aksi hari ini ke MK” Ujar Lisman Hasibuan selaku Kornas Presidium RIB dalam Orasinya.

“Tapi secara Moral, melihat banyaknya simpatisan dan Relawan pendukung Paslon 02 Prabowo disekitaran MK hari ini, maka akhirnya kami tetap melakukan aksi damai ini di Tugu Proklamasi, dan kami hanya menghadirkan para pimpinan-pimpinan Relawan yang tergabung di RIB” lanjut Lisman.

“Kami akan pantau dan awasi gerakan Massa yang ada disekitaran MK, jika terjadi hal yang tidak diinginkan pasca putusan MK hari ini, maka kami akan siap membantu aparat TNI Polri disekitaran MK” Ujar Ketua Umum Relawan Doakan Jokowi Menang (DJM) ini.

Tampak di arena aksi hadir para pimpinan-pimpinan Relawan 01 yang tergabung dalam Presidium RIB.

Menurut Lisman, Aksi damai ini akan terus bertahan di lokasi sampai adanya putusan MK dan bubarnya massa pendukung 02 yang ada di sekitaran MK.

” kami serukan agar aparat harus tegas untuk membubarkan massa yang ada di sekitaran MK, bila telah melewati batas ketentuan, sebab ini adalah aturan dan instruksi Menkopolhukam dan Pori, demi mencegah terulangnya kembali korban kerusuhan Massa seperti yang terjadi pada 22 Mei 2019 yang lalu, maka sebaiknya segera bubarkan massa disekitaran MK sebelum pukul 18.00 WIB sore ini” tegas Lisman.

Pantauan di lokasi  ketua Ibu-ibu dalam RIB juga turut hadir dan tertib di lokasi, dengan tidak melakukan aksi disekitaran MK, lalu kenapa mereka mereka yang aksi di sekitaran MK bisa dibiarkan, ini tidak adil namanya” Singgung Lisbet, Ibu-ibu Ketua yang tergabung dalam RIB.(Rei)