SDN Gelangan 2 Adakan Workshop Kurikulum Tahun ajaran 2019/2020

Istimewa

TRANSISI MAGELANG,- Ditahun ajaran baru SD N Gelangan 2 Kota Magelang, Hari Sabtu (20/7) mengadakan Workshop Kurikulum SD N Gelangan 2 Tahun ajaran 2019/2020 bertempat di aula sekolah.

Dalam Workshop Kurikulum ini dihadiri semua wali murid kelas 1, 2, dan 3 menurut Kepala Sekolah SD N Gelangan 2 Kota Magelang Ibu Erna dalam pidatonya berharap kepada wali murid untuk ikut bersama memajukan dan berpartisipasi dalam progam kurikulum 2013 memonitor dalam pembelajaran para murid dan anak masing- masing.

Supaya progam kurikulum bisa berjalan lancar untuk hasil yang baik, maksimal.” katanya. Selain itu Ibu Erna juga menjelaskan tujuan kurikulum 2013 untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, inofatif dan efektif serta mampu berkonstribusi pada kehidupan bermasyaratan, berbangsa, bernegara dari peradapan dunia.”ungkapnya. ( feri)

Korma Kembali Bantu Warga Rumah Mau Roboh Untuk Direnovasi

Istimewa

 

TRANSISI MAGELANG,- Berbagai kegiatan sosial terus dilakukan KORMA ( Komunitas Orang Magelang ) tak hanya membantu dalam hal kesehatan KORMA juga terus membantu masyarakat yang membutuhkan kamis (18/7).

Menurut pengurus KORMA bapak Gunawan Kepada Transisinews saat ini akan membantu Bapak Anwar usia 73 th tinggal bersama istri dan tidak ada pekerjaan tetap beralamat di Dusun Punduhsari Tempurejo Tempuran Kab Magelang Rt 008 Rw 002 Setelah melihat kondisi rumah Pak Anwar yg begitu parah dan tidak layak KORMA akan memberi bantuan untuk pemugaran rumah yang tidak layak dan membahayakan dan bisa roboh.

“Jika ada hujan deras dan angin kencang suatu saat tiba Pak Anwar menanggung istri dan anak anak menantu dan 6 orang cucu jadi satu rumah ditinggal oleh 10 orang.” Ungkapnya.

Bapak Gunawan juga mengatakan Pak Anwar pernah mengajukan bantuan pemugaran rumah namun karna ada permasalahan mengenai database alhasil bantuan tidak bisa terealisasi akan tetapi dari Bapak Kadus setempat sudah pernah memberikan bantuan berupa GRC sejumlah 13 lembar.

Namun oleh pemilik rumah belum dipasang hingga saat ini dikarenakan keterbatasan biaya dia berharap semua anggota KORMA yang ada di kabupaten dan Kota Magelang mau berbagi rezeki untuk bersama membantu Pak Anwar semoga menjadi amal ibadah kita semua.” Katanya.( feri)

Wadansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad Sambut Kunjungan Wakil Menlu PNG

Istimewa

TRANSISI MERAUKE,- Wadansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad menyambut kunjungan kerja Vice Minister for Foreign Affairs and International Trade/Wakil Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Internasional Papua New Guinea di perbatasan Sotta.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wadansatgas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang dalam rilis tertulisnya di Pos Komando Utama(Kout) Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad, Sotta,Merauke,Selasa(16/7/2019).

Diungkapkan Wadansatgas, Mr. Segie Akisa Vice Minister for Foreign Affairs and International Trade Papua New Guinea melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka melihat secara langsung warga Papua Nugini di daerah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

“Guna mengetahui perkembangan dan kondisi nyata di sepanjang daerah perbatasan dalam rangka program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga nya yang akan di lakukan oleh pemerintah Papua Nugini di daerah perbatasan,” jelasnya.

“Wakil Menteri Luar Negeri PNG Mr. Segie Akisa juga menyampaikan apresiasi yang setinggi tinggi nya dan sangat terkesan kepada prajurit TNI-AD yang bertugas di perbatasan karena telah menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban kedua negara dengan sangat baik,” tambahnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut
Bupati Merauke Frederikus Gebze,Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negara Prov. Papua Suzana D. Wanggai, Kabag Protokoler Pemda Kab. Merauke, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kab. Merauke, Kepala Distrik Sotta, Danramil 1707-16/Sotta dan Wakapolsek Sotta.( Feri)

PINDAH SATUAN SEBAGAI UPAYA PEMBINAAN KARIER PRAJURIT

Istimewa

TRANSISI MAGELANG,- Dalam pembinaan karier bagi seorang Prajurit, Danyonarmed 11/76/GG/1/2 Kostrad memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk pindah satuan, kegiatan tersebut bertempat di Lapangan Upacara Yonarmed 11/76/GG/1/2 Kostrad Gelangan Kec. Magelang Tengah Kota Magelang, Selasa (16/07/2019).

Tradisi pelepasan ini merupakan salah satu upaya untuk menanamkan rasa kebanggaan terhadap satuan yang dicintai, selain itu juga sebagai penghormatan dan penghargaan untuk Anggota yang pindah Satuan karena selama berdinas di Jajaran Divif 2 Kostrad tepatnya Yonarmed 11/76/GG/1/2 Kostrad mereka telah mencurahkan segala usaha dan upaya demi kesuksesan dan kemajuan satuan.

Pindah satuan di tubuh TNI AD adalah hal lumrah dan wajib dilaksanakan. Seperti di Yonarmed 11/76/GG/1/2 Kostrad salah satu Jajaran Menarmed 1/PY/2 Kostrad yang menggelar upacara pindah satuan dari 11 Orang Anggota yang terdiri dari 2 Bintara dan 9 Tamtama.

Upacara pelepasan anggota ini di ikuti oleh Perwira, Bintara, Tamtama dan Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ranting 3 Yonarmed 11 Cabang XXIII Koorcab Divif 2 PG, dalam pelaksanaannya di adakan penciuman Tunggul Satuan.

Dalam sambutannya, Danyonarmed 11/76/GG/1/2 Kostrad Letkol Arm Asep Ridwan, S.H., M.Han “kepada anggota yang pindah satuan Saya mengucapkan terima kasih atas kinerja dan dedikasi yang telah diberikan kepada Satuan ini, Segera menyesuaikan diri dengan satuan yang baru yang tentunya berbeda dengan satuan asal,” ujarnya

“Saya mengharapkan agar selalu mempertahankan dan meningkatkan loyalitas serta dedikasi dimanapun kita bertugas sehingga kehadiran kita benar-benar dirasakan manfaatnya dan mampu memberi warna positif dalam kinerja satuan,” tambahnya. (Feri)

 

Dinas Dukcapil Deli Serdang Diduga kuat Palsukan Kartu Keluaraga Milik Warganya

Istimewa

TRANSISI SUMUT – Warga Desa percut Kec. Percut Seituaan keluhkan perlakuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Deli Serdang yang semena – mena menghapus data elemen anggotanya dan merubah serta mengeluarkan Kartu Keluarga (KK) baru terpisah yang diduga dipalsukan mafia berkas yang bersekongkol dengan aparatur pelaksana Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Deli Serdang

Semula pada Juli 2014 lalu Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Deli Serdang telah mengeluarkan KK atas nama kepala keluarga berinisial (H_red) beserta istri (S_red) dan kedua anaknya, berhubung pada saat itu belangko Kartu Tanda Penduduk (KTP) belum ada (kosong) maka H tercatat sebagai kepala keluarga beserta S belum bisa mendapati KTP.

Pada pembuatan KK ditahun 2014 lalu H melalui istri S yang bertempat tinggal bersama di Jalan Siung Wanara Dusun VII Desa Percut Kec. Percut Sei Tuan meminta aparatur Desa Percut untuk memfasilitasi pembuatan KK baru yang sebelumnya H dan S sama bersetatus lajang karena masih tercantum pada KK asal masing – masing.

Berkisar bulan Juli 2014 Aparatur Desa Percut berinisial (NN) memberikan KK atas nama H tertera status hubungan sebagai Suami dan Kepala Keluarga beserta S status hubungan Istri sebagai ibu rumah tangga dan tertera kedua anaknya (KA & DR_red)

Namun berkisar april 2018 saat H telah mengetahui berkas – berkas pribadinya hilang semua beserta berkas penting lainya lalu H segera menghadap ke unit pelaoran polisi dan melaporkan atas kehilangan berkas – berkas penting lainya kepada petugas penerima pelaporan di Mapolsek Percut Sei Tuan untuk dapat di jadikan acuan pembuatan KK yang telah hilang tersebut,

H mengatakan pada Transisi sebelumnya saat SKTLK yang di dapat H dari Mapolsek Percut untuk dijadikan acuan permohonan dari Kantor Kecamatan Percut Sei Tuan guna penerbitan KK yang hilang itu menimbulkan pertanyaan yang aneh dan konyol, karena pelayan informasi dikecamatan menyatakan KK atas nama H telah dirubah dan anggota elemen keluarganya telah dihapus

“KK abang ada di data kami, tapi sendiri status tetap (suami dan kepala rumah tangga_red) sudah tidak ada anggota keluarga abang” imbuh pelayanan informasi kecamatan, H menirukan

H juga katakan penasaran dan meminta draft salinan KK yang telah dirubah dan dihapus anggota elemen keluarganya
dan meminta petunjuk mengapa bisa dirubah dan dihapus.

“kita enggak tau lah bang, bisa aja ini dirubah kalau diminta langsung ke Dinas, coba abang tanya la Dinas” arahan pelayan informasi kecamatan, kembali H menirukan

Berkelanjutan sampai saat ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Deli Serdang setelah di konfirmasi Transisi tampak saling lempar, berawal saat konfirmasi pertama kali kepada Effendy kepala bidang pelayanan penduduk.”

“iya itu sudah dirubah, bisa saja atas permintaan istri” imbuh Effendy

Ditanya Transisi apa dasar acuan perubahan Effendy melemparnya dengan mengarahkan ke Kaloko yang diketahui Kepala Bidang Kartu Keluarga, namun Kaloko juga melempar ke Kepala Seksi Kartu Keluarga yang enggan menyebutkan namanya untuk di ketahui Transisi

Terpisah sabtu sore (13/7/19) saat Transisi mengkonfirmasi H yang diduga korban dari pemalsuan KK tersebut mengatakan sudah layangkan surat klarifikasi kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Deli Serdang melalui bagian umum dilantai dua bulan lalu, dan juga sudah layangkan somasi terkait perbuatan pidana pemalsuan yang diduga dilakukan pemangku jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil beserta staf dan jajarannya kebawah terkhusus UPTD SKPD/OPD tersebut

“sudah saya surati permohonan klarifikasi atas permintaan kasi KK” sebut H yang diduga korban”

kasi aneh, saya yang punya KK, saya kepala keluarga, koq saya mau tau kenapa dirubah dan dihapus anggota keluarga saya harus pakai surat, birokrasi aneh dan lucu” tambah H lagi.

“saya juga sudah somasi itu pak kadis, bahwa atas perbuatan merubah dan menghapus elemen data dalam KK saya itu harus pakai aturan dan mekanisme, sudah tepat apa tidak yang mereka lakukan sehingga berani merubah dan menghapus elemen data anggota dalam KK saya, pembetulan itu tidak serta merta yang disinyalir gaya mafia seolah mengacu pada undang-undang nomor 23 dan 24 sperti yang mereka sampaikan tetapi harus ditelaah bahwa ada juga PP 96” papar H sesalkan hal yang menimpanya.

“tapi biarin aja suka – suka mereka (SKPD Disdukcapil_red), berkas itu juga sudah saya serahin ke DPP Repelita, biarkan tim repelita yang mengolanya” tutup H sembari meninggalkan Trasnsisi saat dikutip keterangannya dan pergi bersama penasehat hukumnya (Heri S)