ADA APA DI JIWASRAYA???
BONGKAR !!!
PAILITKAN ???

Penulis Adherie Zulfikri Sitompul,SH.MIP.CLA ;
Ketua Umum PP. Ikatan Sarjana Al Washliyah
Advocate/Pengacara/Konsultan Merek-Paten-Hak Cipta
Wakil Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia
085282810777

Episode 5
Bahasan kali ini masih lanjutan tentang “Layak kah COORPORATE CRIME diterapkan dalam FRAUD nya Jiwasraya?”, namun sebelumnya saya akan melanjutkan data Profile Perusahaan yang terlibat dalam Transaksi dengan Jiwasraya :

PT. LOTUS ANDALAN SEKURITAS
PT. Lotus Andalan Sekuritas adalah salah satu perusahaan sekuritas anggota Bursa Efek Indonesia domestik terbesar yang telah berdiri sejak 1990 dengan nama PT. Lautandhana Securindo. Nama perusahaan berubah menjadi PT. Lotus Andalan Sekuritas sejak 18 April 2017. Layanan finansial yang diberikan terintegrasi meliputi perantara pedagang efek, penjamin emisi efek dan manajer investasi.

Ekuitas Lotus Andalan Sekuritas saat ini telah mencapai lebih dari Rp200 miliar dan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan bisnisnya. Pada 2016, Lotus Andalan Sekuritas mencatat volume perdagangan sebanyak 97.902.041.691 lembar saham atau ke-10 terbesar diantara seluruh perusahaan sekuritas terdaftar. Nilai perdagangan saham Lotus Andalan Sekuritas pada tahun yang sama tercatat sebesar Rp38.830.216.832.998 atau terbesar ke-28 diantara seluruh perusahaan sekuritas. Sedangkan frekuensi perdagangan saham tercatat sejumlah 2.279.076 kali atau ke-20 terbanyak diantara seluruh perusahaan sekuritas

Management Team
Manajemen:
Komisaris : Andi Halim
Direktur Utama : Wientoro Prasetyo
Direktur : Alwi Halim
Direktur : Ateng Effendi Irawan

Pemegang Saham:
PT. GLOBAL DINAMIKA PRASINDO : 37,45%
PT. TUNAS ANDALAN PRATAMA : 37,45%
PT. PENTACIPTA SENTOSA : 25,10%

Berkantor di Wisma Keiai, 15th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav. 3,
Jakarta Selatan 10220 – Indonesia, Phone (62-21) 5785 1818
Fax      –  (62-2)1 5785 1717, Website: www.lots.co.id

PT. LOTUS ANDALAN SEKURITAS terafiliasi dengan PT. Lautandhana Investment Management

PT. Lautandhana Securindo adalah salah satu perusahaan sekuritas atau anggota Bursa Efek Indonesia domestik terbesar yang telah berdiri sejak 1990. Layanan finansial yang diberikan terintegrasi meliputi perantara pedagang efek, penjamin emisi efek, manajer investasi dan perdagangan saham online LOTS.

Dalam Produk Reksa Dana PT. LOTUS ANDALAN SEKURITAS melakukan penawaran produks jasa reksa Dana sebagai berikut :

Lautandhana Likuid
Adalah reksa dana yang bertujuan untuk memperoleh tingkat pendapatan yang bersaing dengan tetap mempertahankan nilai modal investasi dan menjaga kestabilan likuiditas melalui penempatan dana pada efek pendapatan tetap (efek utang berdurasi <1 tahun).
Lautandhana Equity
Adalah reksa dana yang bertujuan untuk mempertahankan nilai modal, mendapatkan tingkat keuntungan yang optimal dalam jangka panjang melalui penempatan dana pada efek ekuitas (saham) dan instrumen pasar uang.

Dalam pembuatan kontrak Discretionary Account
Adalah Kontrak Pengelolaan Dana investor yang dibentuk dengan perjanjian bilateral antara investor dengan PT. Lautandhana Investment Management sebagai manajer investasi. Investor memberikan kuasa kepada manajer investasi untuk melakukan kegiatan investasi atas nama investor dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati bersama dalam Perjanjian yang diantaranya juga memuat beberapa hal seperti batasan investasi, masa berlaku perjanjian, biaya pengelolaan portofolio, pelaporan, dan ketentuan-ketentuan lain yang dirasakan perlu oleh kedua pihak.

– PT. Hanson Internasional Tbk
(https://hanson.co.id/laporan-tahunan)
PT Hanson International Tbk merupakan salah satu perusahaan landbank properti terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 4.900 hektar lahan untuk dikembangkan di area Jakarta dan sekitarnya. Hanson didirikan pada tahun 1971 sebagai perusahaan tekstil dan sejak saat itu menjadi menjadi pemain di berbagai industri di Indonesia. Hanson mulai menggeluti bisnis properti di tahun 2013 setelah mengakuisisi 3.000 hektar lahan.

Manajemen :
Komisaris Utama : R Agus Santosa, Komisaris DR.KPH.Nurharjanto,SE.MM, Komisaris Independen : Venkata Ramana Tata
Direktur Utama Benny Tjokrosaputro,
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Rony Agus Suseno, Direktur Adnan Tabrani, Direktur Hartono Santoso

Laporan tahunan 2016 pada http hanson.co.id tidak dapat lagi dibuka, sedangkan 2017 dan 2018 masih dapat dibuka.

PT Hanson International Tbk memiliki anak perusahaan antara lain : PT . Armidian Karyatama, Tbk yang induk perusahaannya adalah PT. Mandiri Mega Jaya, PT Harvest Time dan PT Putra Asih Laksana,
PT Blessindo Terang Jaya, juga fokus pada pengembangan perumahan di kawasan Serpong melalui proyek Serpong Kencana / Forest Hill

Data tahun 2017 menyebutkan terjadi perubahan susunan Dewan Komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan di World Trade Centre Penthouse Floor, Jakarta, pada Kamis, 23 November 2017. RUPSLB sepakat mengangkat Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris Utama PT Hanson International Tbk, menggantikan I Nyoman Tjager. Sesuai hasil RUPSLB tersebut, maka susunan Dewan Komisaris menjadi berikut : Komisaris Utama : Benny Tjokrosaputro , Komisaris : Monang Situmeang SH , Komisaris Independen : Venkata Ramana Tata Komposisi baru Dewan Komisaris ini telah dilaporkan kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat nomor 239/HI-MYPD/XI/2017 tertanggal 27 November 2017.

Pada 23 November 2017 itu juga , dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Mercantile Athletic Club, World Trade Centre Penthouse Floor, Jakarta. Sebagaimana telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat tertanggal 27 November 2017, RUPSLB tersebut menyepakati pergantian DIREKTUR UTAMA PT Hanson International Tbk. Posisi Direktur Utama dipercayakan kepada Bapak Raden Agus Santosa menggantikan Bapak Benny Tjokrosaputro yang dipercaya menjabat sebagai Komisaris Utama. Dengan demikian, komposisi Direksi Perseroan menjadi :
Direktur Utama : Raden Agus Santosa Direktur : Rony Agus Suseno Direktur : George Ignasius Ratulangi Direktur Independen : Adnan Tabrani

Pada tahun 2018 terjadi perubahan susunan Dewan Komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan di Jakarta, pada 10 Agustus 2018. RUPSLB menyepakati mengangkat Nur Harjanto sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk, menggantikan Monang Situmeang. Sesuai hasil RUPSLB tersebut, maka susunan Dewan Komisaris menjadi berikut:
Komisaris Utama / President Commissioner : Benny Tjokrosaputro Komisaris / Commissioner : Nurharjanto Komisaris Independen / Independent Commissioner : Venkata Ramana Tata
Kemudian Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta , pada Agustus 2018, sebagaimana telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK)pada September 2018. RUPSLB menyepakati tidak ada perubahan susunan Direksi dan mengangkat kembali jajaran Direksi Perseroan dengan Raden Agus Santoso sebagai direktur utama. Dengan demikian, komposisi Direksi Perseroan adalah : Direktur Utama / President Director : Raden Agus Santosa Direktur / Director : Rony Agung Suseno Direktur / Director : George Ignasius Ratulangi Direktur Independen / Independent Director : Adnan Tabrani

PT Hanson International Tbk memiliki 850 ha kawasan untuk dibangun di Serpong. Kawasan ini terletak sepanjang stasiun kereta Parung Panjang, Cicayur, Serpong dan Cisauk dan sekitar 10-20 menit menggunakan mobil dari area Serpong.

PT Hanson International Tbk memiliki 3.400 ha kawasan untuk dibangun di Maja. Kawasan ini berlokasi 500 m dari stasiun kereta Maja. Maja merupakan salah satu dari 10 area yang ditetapkan pemerintah Indonesia sebagai pembangunan kota baru yang potensial di bawah kerangka perencanaan pembangunan strategis jangka menengah 2015-2019, pembagunan ini bekerjasaman dengan ciputra group.

PT Hanson International Tbk mempunyai 460 ha kawasan lahan untuk dibangun di area Pantai Harapan Jaya di utara Bekasi. Kawasan ini terletak pada rencana area pembangunan jalan tol Cibitung – Cilincing yang menghubungkan pelabuhan utama Jakarta dengan area industri di Cikarang dan Karawang. PT Hanson International Tbk merencanakan pembangunan kota industri pintar setelah pembangunan jalan tol selesai.

PT Hanson International Tbk juga memiliki 150 ha lahan di Cengkareng, yang berlokasi di sebelah barat Bandara International Soekarno – Hatta. Hanson berencana untuk membangun perumahan dan apartemen tingkat rendah untuk menjawab peningkatan kebutuhan akan hunian di wilayah barat Jakarta.

Selanjutnya PT Hanson International Tbk membangun Millennium city yang luas lahannya 1,000 ha dan berlokasi di Cisauk, Tangerang (hanya 5 menit dari Serpong Area). Akses menuju Millenium city dapat melalui stasiun kereta Parung Panjang ataupun stasiun kereta Cisauk, dan memiliki jarak tempuh 40 menit dari pusat Kota Jakarta. Sejak diluncurkan di bulan Mei 2018, Millenium city telah terjual sejumlah 400 unit rumah.

Penyidik Kejasaan Agung Ri pada tanggal 27 Januari 2020 telah memeriksa 5 (lima) saksi dari manajemen PT. Hanson Internasional Tbk yakni Rita Manurung, Maya Hartono, Maria Josepha Bera, R.A. Hijrah Kurnia dan Esti Tanzil.

Anak Perusahaan PT. Hanson Internasional yaitu PT . Armidian Karyatama, Tbk, perseroan ini berkedudukan di Jl Raya Kopi Sangiang No. 21 DesaPasir Kembang , Maja, Banten Indonesia, selaku pengembang areal perumahan Citra Maja Raya, tercatat digawangi oleh Manajemen di jajaran Komisaris , Presiden Komisaris dijabat oleh Raden Agus Santosa, 4 (empat) jabatan Komisaris dijabat oleh Raden Agung Suseno, Wiwik Soekrano A.R, Monang Situmeang. Dengan jajaran Direksi , Direktur Utama Bambang Irianto dan Direktur Independen Devi Henita.

PT. Pool Advista Finance Tbk,
PT Pool Advista Finance, Tbk. dahulu bernama PT Indojasa Pratama Finance, awal didirikan menjadi perusahaan yang terpercaya di sektor pembiayaan konsumen bidang otomotif. Perusahaan berdiri pada tanggal 21 Mei 2001 berdasarkan akta yang dibuat dihadapan Paulus Widodo Sugeng Haryono S.H., Notaris di Jakarta, dan telah mendapatkan persetujuan dari Menkeh & HAM R.I. tanggal 9 Juli 2001 serta telah diumumkan dalam BNRI No.: 79, TBN No. 11836, tanggal 1 Oktober 2002.

Pada tahun 2002, Indojasa Finance memperoleh izin usaha sebagai Perusahaan Pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan SK Menkeu No.: 180/KMK.06/2002, tanggal 23 April 2002.
Pada tahun 2003, Indojasa Finance telah memasuki pasar modal dengan menerbitkan Obligasi terhitung sejak tahun 2003 senilai Rp. 40.000.000.000,- (Empat Puluh Miliar Rupiah) dengan nama Obligasi Amortitasi I Indojasa Pratama tahun 2003 dengan tingkat bunga tetap, dengan peringkat BBB+ (Triple B Plus) dari PT Kasnic Credit Rating Indonesia.
Bahkan saat itu, Indojasa Finance merupakan salah satu dari sedikit UKM yang berhasil menerbitkan dan mencatatkan obligasinya melalui pasar modal. Pada November 2008 seluruh hutang Obligasi tersebut sudah lunas.
Memasuki 2004, Indojasa Finance memperoleh izin pembukaan kantor cabang dari Menteri Keuangan RI, sehingga mempunyai 9 kantor cabang yang tersebar di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten berdasarkan SK Menteri Keuangan RI No.: Kep-034/KM.06/2004, tanggal 26 Januari 2004, di kesempatan yang sama pula, nama Perusahaan berubah menjadi PT Indojasa Pratama Finance berdasarkan akta No. 6 tanggal 26 Oktober 2004, yang dibuat dihadapan Herlina Suyati Bachtiar, SH., MBA, Notaris di Jakarta, dan telah mendapat persetujuan dari Menkeh & HAM R.I. No.: C-27588.HT.01.04.TH.2004, tanggal 3 November 2004 serta telah diumumkan dalam BNRI No. 52, TBN No. 6892, tanggal 1 Juli 2005, dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan R.I. berdasarkan SK Menteri Keuangan No. Kep-398/KM.5/2005, tanggal 10 November 2005.

Atas kinerjanya sejak Perusahaan didirikan, Indojasa Finance memperoleh rating “Sangat Bagus untuk kategori perusahaan pembiayaan dengan aset di bawah Rp. 100 miliar berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Biro Riset InfoBank, sebagaimana dimuat dalam majalah InfoBank No. 318, September 2005.

Hal yang sama juga terjadi pada tahun 2006. Indojasa Finance kembali memperoleh rating Sangat Bagus untuk kategori Perusahaan Pembiayaan Menengah (aset Rp. 100 miliar s/d Rp. Dibawah Rp. 1 triliun) dan menduduki peringkat ke-5 (kelima) terbaik berdasarkan hasil yang dilakukan Biro Riset InfoBank, sebagaimana dimuat dalam majalah Infobank No. 329, Agustus 2006.

Pada tahun yang sama Indojasa Finance juga berhasil menduduki peringkat ke-7 (ketujuh) terbaik sebagai perusahaan multifinance untuk kategori asset Rp. 100 250 Milyar versi majalah Investor Edisi No. 153, tanggal 22 Agustus 4 September 2006.

Pada tahun 2007 Indojasa Finance kembali memperoleh rating Sangat Bagus kategori Perusahaan Pembiayaan Menengah (aset Rp. 100 Milyar s/d Rp. di bawah 1 triliun) dan menduduki peringkat ke 7 (ketujuh) terbaik berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Biro Riset Infobank, sebagaimana dimuat dalam majalah Infobank No. 341, Agustus 2007.

Pada tahun 2009 kembali menempatkan Indojasa Finance sebagai perusahaan pembiayaan dengan predikat Sangat Bagus kategori Perusahaan Pembiayaan Menengah (aset Rp. 100 Milyar s/d Rp. dibawah 1 triliun) dan menduduki peringkat ke 13 (ketiga belas) terbaik berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Biro Riset Infobank, sebagaimana dimuat pada majalah Infobank No. 265 Agustus 2009.

Atas berbagai kinerjanya itu menempatkan Indojasa Finance sebagai perusahaan pembiayaan konsumen otomotif terkemuka di Tanah Air dan juga tetap menjalankan komitmennya kepada bank-bank yang mendukung Indojasa Finance.

Kemudian terhitung sejak tanggal 2 November 2017, berubah nama menjadi PT Pool Advista Finance, kepemilikan saham dapat diuraikan sebagi berikut :

Pemilik sahamnya :
PT Pool Advista Indonesia, Tbk
76.08100%
Rp 254.459.999.900

PT ASABRI
7.66100%
Rp 256.228.000

Freddy Gunawan
0.00100%
Rp 100

Masyarakat
16.25800%
Rp 543.772.000

Jumlah
100%
Rp 255.260.000.000

*Kepemilikan saham PT Pool Advista Indonesia, Tbk di Perseroan tanggal 01 September 2016 dengan mengakuisisi saham PT. Indojasa Utama dan Freddy Gunawan

PT. Pool Advista Indonesia, Tbk ini berkantor pusat di Jl Letjend Soepeno Blok CC6 No.9-10 Arteri Permata Hijau Jakarta selatan 12210.

Penyidik Kejaksaan Agung RI telah pula memeriksa Direktur PT.POOL ADVISTA ASSET MANAJEMENT Ferro Budhimeliano sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi pada PT. Asuransi Jiwasraya (persero).

PT. Jasa Capital Asset Management
PT. Jasa Capital Asset Management awalnya bernama PT Prime Capital, Pada tahun 2016, Manajer Investasi mengubah namanya menjadi PT Jasa Capital Asset Management berdasarkan Akta No. 26 tanggal 7 Oktober 2016 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusannya No. AHU-0020591.AH.01.02.Tahun 2016 Tahun 2016 tanggal 04 November 2016. dan telah memiliki Izin Usaha di bidang Manajer Investasi dari otoritas Pasar Modal berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAPEPAM No. KEP-15/PM/MI/2002 tanggal 7 Oktober 2002.

Jasa Capital Asset Management merupakan perusahaan yang mengkhususkan diri dibidang Manajemen Investasi dan merupakan  anak perusahaan  dari  Koperasi  Simpan Pinjam JASA, sebuah  koperasi  yang beroperasi sejak tahun 1973,dan telah memiliki asset hingga 6 Trilliun.

Jajaran Manajemen
Dewan Komisaris :
Drs. H. Bahrodji, MM (Komisaris Utama)
Prof. DR. MS. Tumanggor (Komisaris)
Nurachman (Komisaris)

Jajaran Direksi :
Rudolfus Pribadi Agung Sujagad (Direktur Utama)
Rulli J Anwar (Direktur)

Berkantor di Wisma Kospin Jasa Lt. 3, Jalan Gatot Subroto Nomor. 1 Jakarta Selatan , Phone: +62 21 8247013637 ,Fax: +62 21 82470136

KOPERASI SIMPAN PINJAM JASA
Kospin Jasa didirikan oleh beberapa pengusaha kecil dan menengah pada dekade 1970an. Tujuan pendirian Koperasi Simpan Pinjam Jasa adalah memberikan solusi dalam mengatasi kesulitan untuk mendapatkan pinjaman modal usaha mereka, karena umumnya bisnis mereka masih dikelola dengan cara tradisional.

Untuk menanggulangi kesulitan mengenai modal tersebut, maka diadakan pertemuan pada tanggal 13 Desember 1973 di kediaman Bapak H.A. Djunaid (Alm) yang juga salah satu tokoh koperasi nasional. Pertemuan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat dari tiga etnis, yaitu: pribumi, keturunan Cina dan keturunan Arab. Mereka semua sepakat untuk mendirikan koperasi yang menjalankan layanan simpan pinjam. Berdasarkan persetujuan dari semua pihak, koperasi ini diberi nama “JASA” dengan harapan akan mampu memberikan pelayanan dan manfaat bagi anggota, gerakan koperasi, masyarakat, dan pemerintah.
Sejak berdiri hingga sekarang, Kospin Jasa telah aktif mengikutsertakan semua pihak dan golongan tanpa memandang suku, ras dan agama. Hal ini semata-mata hanya untuk bersatu padu dalam hidup berdampingan untuk memecahkan masalah di bidang ekonomi secara bersama-sama dalam satu wadah koperasi. Itulah sebabnya Kospin Jasa menerima gelar sebagai “Koperasi Kesatuan Bangsa”.

Struktur Pengurus
Ketua Umum – H.M. Andy Arslan Djunaid, SE
Ketua I – Lukito Sindoro ( Liauw Yang Sin)
Ketua II – Ir. Ong Umaryadi, MM
Ketua III – Kadafi Yahya
Sekretaris Umum – H. Sachroni
Sekretaris I – H. Teguh Suhardi
Sekretaris II – Ikhlasul Amal Akwan, SE., MM
Bendahara Umum – Budi Setiawan ( Yap Yun Foe )
Bendahara I – H. Nadhirin Maskha
Bendahara II – Drs. H. Bahrodji, MM

Dewan Pengawas
Koordinator Pengawas : H. Lutfi Tochfa
Wakil Koordinator Pengawas : H. Mustafa Mulahela
Anggota Pengawas : H. Timur Teguh Santoso, SH

Sesuai dengan pasal 12, ayat (4) Anggaran Dasar, telah menunjuk Penasehat sebagai berikut :
H. Mukmin Bakri, Bsc
H. A. Syakur
H. A. Alf Arslan Djunaid, SE
H. Ali Mukti, SH., M.Hum
H. Baidhowi
DR. H. Moh Ali Shahab, SE, M.Si
H. Taufik Karim

PT. Mirae Sekuritas dan PT. Daewoo Sekuritas
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia adalah perusahaan investasi dengan layanan lengkap yang menawarkan berbagai layanan investasi, seperti Pialang Saham (Perdagangan Online dan Offline), MAXFUND [Platform Perdagangan Reksa Dana Online], dan Investasi Perbankan [Penjaminan IPO, NCD, MTN, REPO].

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia adalah bagian dari bisnis global Mirae Asset Daewoo Group yang saat ini memiliki 28 Office Education dan galeri-galeri untuk melakukan pendidikan yang baik untuk nasabah kami dan membantu pembukaan rekening untuk pelanggan baru di seluruh wilayah Indonesia.

Mirae Asset Daewoo
Sebagai sebuah Grup Investasi Profesional yang independen, Mirae Asset Daewoo memanfaatkan keunggulan jaringannya di seluruh dunia untuk mencari peluang di berbagai aset global yang berkualitas, menyediakan produk yang menarik bagi para nasabah.

Di antara pemain keuangan domestik, Mirae Asset Daewoo telah mengambil pendekatan paling agresif di pasar luar negeri, terlibat dalam kegiatan pialang global, investasi perbankan, dan bisnis trading di 15 wilayah, 28 perusahaan dan 4 kantor perwakilan di seluruh dunia. Selain itu, Mirae Asset Daewoo meningkatkan daya saing global Mirae Asset Daewoo dengan menerapkan strategi regional khusus dan meluncurkan produk keuangan berdasarkan aset luar negeri yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah domestik kami.
Mirae Asset Sekuritas I Member of Indonesia Stock Exchange
District 8, Treasury Tower 50th floor SCBD lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav, 52-54 Jakarta 12190

Manajemen :
Komisaris Utama KIM SANG JOON
Komisaris Independen SAMSUL HIDAYAT

Direktur Utama RYOO SUNG CHOON
Direktur THAE YONG SHIM
Direktur MUKTI WIBOWO KAMIHADI
Direktur ARISHANDI INDRODWISATIO

Dalam bisnisnya terdapat produk yang bernama MAXFUND, yang menyediakan layanana jasa Reksadana antara lain Reksadana Pasar Uang, Reksa Dana Saham, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, Reksa Dana Terproteksi dan Obligasi

SAMSUL HIDAYAT Warga Negara Indonesia, Lahir di Jambi pada 22 Februari 1968
Selain menjadi Komisaris Independen PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, saat ini juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia . ia memiliki pengalaman yang lengkap di bidang Pasar Modal antara lain di BAPEPAM, dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Efek, dan di PT Bursa Efek Indonesia. Di tahun 2012 2015 menjabat sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia. Tahun 2015-2018 menjabat sebagai Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia.

Menyelesaikan Pendidikan S1 bidang ekonomi pada tahun 1991, dan pendidikan S2 bidang Manajemen Keuangan perusahaan, Cleveland State University (USA), 1999.

PT. Corfina Capital
PT. Corfina Mitra Kreasi adalah anak perusahaan dari Corfina Capital. Corfina Mitrakreasi adalah perusahaan jasa keuangan Indonesia, memberikan saran dan layanan strategis yang dirancang khusus untuk perusahaan dan investor lokal dan asing. Kami memberi nasihat kepada klien kami tentang masalah strategi perusahaan, merger dan akuisisi, divestasi, restrukturisasi, dan keuangan perusahaan.Dan juga sebagai Perusahaan Induk IT yang aktif terlibat dalam investasi dampak.

PT Corfina Capital merupakan perusahaan jasa layanan keuangan sesuai kebutuhan klien baik untuk investor lokal ataupun investor asing. Jasa perusahaan antara lain adalah memberikan masukan untuk strategi perusahaan, merger dan akuisisi, restructurisasi, divestasi, corporate finance serta asset management.  Saat ini perusahaan mengelola beberapa reksa dana dengan menawarkan keunggulan dalam reksa dana saham  yang memperoleh penghargaan sebagai Best Mutual Fund 2012 dan 2011 Award sebagai Investor Magazine. Perusahaan memiliki ijin sebagai Manajer Investasi dengan No.KEP-03/PM/MI/2003   tanggal   27 Mar 2003.
Berkantor di Gedung Indosurya Plaza, Lantai 3A, Jalan M.H. Thamrin No. 8 -9, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat 10230 , Phone: +62 21 29388500
Fax: +62 21 29388501
Dewan Komisaris
Yap Tjay Hing (Komisaris)
Sylvia Widjaya (Komisaris)
Suryanto Wijaya (Komisaris)

Dewan Direksi
Irsanto Aditia Soreaputra (Direktur)
Bambang Subiantoro (Direktur)

Catatan khusus * : Halaman corfina website nya sudah tidak dapat diakses
Forbidden
You don’t have permission to access /index.php on this server.
Additionally, a 403 Forbidden error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.

Penyidik Kejaksaan Agung RI pada tanggal 27 Januari 2020 lalu, telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap manajemen PT.Corfina Capital yakni Komisaris Utama SURYANTO WIJAYA sebagai saksi terkait penyidikan kasus FRAUD nya JIWASRAYA incasu penyidikan kasus tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT. Asuransi Jiwasraya (persero).

KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti
KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti merupakan operater pengelolaan property dikawasan elit Jakarta , kerjasama operasi antara PT Metropolitan Kuningan Property dengan PT Duta Regency Karunia dalam pembangunan aparteman SOUTH HILLS JAKARTA.

KSO ini berkedudukan di jalan Denpasar Raya RT 16 / RW 04 Kelurahan Karet Kuningan Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan 12950.

PT Duta Regency Karunia, selain berkantor di Mayapada Tower Suite 1603 , Jl Jend Sudirman , Jakarta Selatan `12920, juga berkedudukan di
PT Duta Regency Karunia Jakarta Alamat lengkap Jl Denpasar Kav 5-7 RT 016/04, Kuningan Timur, Setia Budi Kabupaten/Kota Jakarta Kode pos 12950.

PT Duta Regency Karunia adalah juga milik BENNY TJOKROSAPOETRO diluar dari PT HANSON INETRNATIONAL, TBk sedangkan PT Metropolitan Kuningan Property adalah milik TAN KIAN.
TAN KIAN adalah salah seorang taipan KONGLOMERAT di Indonesia
yang usahanya bergerak dibidang properti. TAN KIAN adalah pemilik pemilik Dua Mutiara Grup dan pusat segitiga emas Thamrin-Kuningan-Gatot Subroto. Gedung Pacific Place, JW Marriot, Hotel Ritz Carlton, dan kawasan sentra bisnis (CBD) Sudirman-Kuningan.
Terdapat sejarah kelam sebelumnya TAN KIAN pernah terseret perkara di Kejaksaan Agung pada 2008 terkait kasus korupsi PT Asabri sebesar Rp 410 miliar yang menjerat Dirut PT Asabri Mayjen (Purn) Subarda Midjaja dan pengusaha Henri Leo.

TAN KIAN sempat dijadikan tersangka oleh Kejagung dalam kasus Asabri. Namun kasusnya dihentikan dengan terbitnya SP3 setelah Tan mengembalikan uang milik Asabri sebesar 13 juta dolar AS yang dipinjam dari Henri Leo untuk membangun Plaza Mutiara.

Sebelumya Penyidik Kejaksaan Agung tengah memeriksa Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Property, Tan Kian. Tan diperiksa sebagai saksi ihwal kasus dugaan tindak pidana korupsi kasus Jiwasraya.
Menurut rilis dari Kepala pusat penerangan hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, pemeriksaan TAN KIAN tak lepas dari dugaan adanya tindak pidana dalam investasi di Jiwasraya.

Dimana dalam kasus tersebut ada tiga dugaan pelanggaran tindak pidana, yakni; fee broker fiktif, pembelian saham, kemudian pembelian reksadana.
Kapuspenkum Kejaksaan Agung dalam rilisnya tidak menerangkan tentang sangkut paut Tan dengan tersangka Benny Tjokrosaputro, Hari enggan menjelaskan rinci. Dirinya tidak menjelaskan bahwa, pada pemeriksaan tim penyidik kali ini juga berkenaan dengan tersangka BENNY TJOKRO yang memiliki bisnis properti.

Kuasa Hukum TAN KIAN , Andi Simangunsong dalam rilisnya 28 Januari 2020 membantah keras keterlibatan kliennya dengan PT. HANSON INTERNATIONAL Tbk maupun BENNY TJOKRO “Tidak ada nama Benny Tjokro di Duta Regency, baik sebagai direksi, dewan komisaris maupun pemegang saham”(katadata.co.id/berita/2020/01/28/taipan-tan)

Benarkah demikian ?, saya yakni Penyidik Kejaksaan Agung RI sangat professional takkan mungkin lah memanggil orang yang tidak ada kaitannya dengan Kasus Korupsi di Jiwasraya.

Nah untuk itu saya akan buktikan cukup berdasarkan data digital untuk dapat kita telaah bersama dan cukup dijawab didalam hati saja.

Hal menarik yang saya temukan dalam websitenya rimointernational.com/tentang-kami/dewan-direksi/
terbantahkan tentang apa yang disebutkan oleh Kuasa Hukum TAKIAN dimana susunan direktur di PT. Rimo International Lestari, Tbk adalah Teddy Tjokrosapoetro sedangkan Komisarisnya Franky Tjokrosapoetro, keduanya adalah saudara kandung dari Benny Tjokrosapoetro dan di websitenya juga tertera tegas DUTA REGENCY KARUNIA yang membangun apartemen SOUTH HILLS Jakarta berkedudukan di Jalan
Selanjutnya jejak digital lainnya yang saya temukan sebagaimana tersebut dibawah ini lengkap dengan isinya saya sadur kembali :
https://kabar24.bisnis.com/read/20111115/186/53265/duta-regency-luncurkan-dua-tower-apartemen-baru
Deriz Syarief – Bisnis.com 15 November 2011  |  14:56 WIB
“PT Duta Regency Karunia meluncurkan apartemen The Signature Ambassade tower B, hunian eksklusif di atas lahan seluas 8.000 m2 yang terletak di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan dengan investasi sebesar Rp200 miliar. Direktur Utama PT Duta Regency Karunia Tony Sukadil mengatakan investasi tersebut di luar harga lahan karena dibangun di atas lahan milik sendiri.

Menurutnya pembangunan tower B dimulai pada awal 2012 dan ditargetkan selesai pada awal 2014.Sebelumnya tower A sebanyak 220 unit telah sold out, sekarang kami meluncurkan tower B yang lebih unik dan matching dengan kondisi yang ada. Apartemen ini khusus untuk hunian dan memiliki akses yang tepat berada di tengah kota yang dilengkapi dengan infrastruktur untuk kenyamanan akses, bisnis, hiburan dan keluarga, tutur Tony saat konferensi pers soft launching apartemen The Signature Ambassade.

Dia menjelaskan investasi pada tower A sebelumnya sebesar Rp150 miliar diluar harga lahan. Pembeli tower A didominasi oleh end user yang sebagian besar adalah pasangan muda untuk ditempati sendiri yakni sebanyak 70%-72% dan hanya 15% pembeli yang ditujukan untuk investasi dengan disewakan.

Tony menuturkan PT Duta Regency Karunia menggandeng konsultan PT Sekawan Design Arsitek dan DP Architech dari Singapura untuk mendapatkan pengembangan produk apartemen dengan layout dan luasan yang nyaman sesuai standart internasional dan pemilihan bahan-bahan yang berkualitas baik.Ada 2 tipe apartemen yang ditawarkan yakni 1 bed room dan 2 bed room. Tipe 1 bed room seluas 54 m2 untuk memberikan kesan lega, luas dan layak huni serta memperhatikan aspek kesehatan. Setiap unit juga dilengkapi dengan adanya balcon seluas 1,5 m2, imbuhnya.Tony memaparkan tower B terdiri dari 279 unit dengan 33 lantai dan 3 basement yang ditawarkan dengan harga Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar. Pasar yang dibidik, sambungnya adalah pasangan muda yang bekerja di pusat kota. Owner PT Duta Regency Karunia Benny Tjokrosaputro mengatakan sebelumnya Duta Regency telah lama fokus di bidang properti terutama dalam hal pengadaan dan pengolahan lahan serta banyak bekerja sama dengan beberapa pengembang seperti Summarecon Serpong, Paramount Serpong dan Lippo Karawaci. Sebelumnya kami lebih fokus pada land bank, proyek apartemen The Signature Ambassade merupakan proyek awal kami terjun di pengembangan properti menyusul bisnis properti yang membaik. Beberapa proyek sebelumnya lebih ke partnership dengan beberapa pengembang, kata Benny, siang tadi. Benny menuturkan guna memperkuat pendanaan dan pengenalan perusahaan kepada masyarakat, pihaknya berencana akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offerings/IPO) pada awal tahun depan.Bisnis properti tentu  membutuhkan akses pendanaan yang panjang.

Dengan IPO kami akan mendapatkan akses kemudahan pendanaan. Setelah IPO kami berencana untuk aktif mengembangkan beberapa projek di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), imbuhnya.Dia memaparkan saat ini pihaknya memiliki lahan sekitar 1.000 hektare yang tersebar di Jabodetabek. Pengembangan selanjutnya, kata Benny, pada 2012 pihaknya akan membangun komersial dan residensial di atas lahan seluas 6,5 hektare yang terletak di Tangerang.
Marketing Developer PT Duta Regency Karunia Tirta Setiawan mengatakan karena letaknya di tengah kota, apartemen The Signature Ambassade menawarkan yield (imbal hasil) sebesar 18% per tahun dan capital gain yang terus bertumbuh.Lokasi apartemen ini juga dikelilingi oleh Kedutaan Besar sehingga dapat juga untuk investasi. Selain itu, kami melihat perkembangan hunian di wilayah pinggiran kota semakin pesat. Dengan pola seperti itu maka trend ke depan daerah pusat kota juga akan lebih berkembang, kata Tirta, siang ini. (faa)

outh Hills
Jakarta Selatan
The South Hills Apartment is a residential tower located in Kuningan, South Jakarta.

PT. GAP Aset Manajemen
Saat ini situs web, gapasset.com sudah tidak dapat diakses lagi , besar kemungkinan terjadi sejak diperiksanya GAP Aset Manajemen oleh Penyidik Kejaksaan Agung RI.

PT. GAP Aset Manajemen didirikan tahun 1996, Penyedia jasa manajemen aset dimaksudkan untuk mengelola beragam portofolio investasi sebagai perusahaan dengan multi-strategi di Brasil. Tim manajer aset perusahaan terlibat dalam perdagangan sehari-hari dan manajemen dana dari kelas pendapatan tetap, pinjaman pribadi, multipasar, real estat dan saham, memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang yang optimal.

Penyidik Kejaksaan Agung RI telah memeriksa mantan Direktur Pemasaran PT GAP Asset Manajement, Arifadhi Soesilarto dan mantan marketing PT. GAP Asset Manajement Ratna Puspitasari.

PT. Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR)
Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR) didirikan pada tanggal 29 Januari 2014. Kantor pusat Prima Cakrawala Abadi berlokasi di Jl. Krt. Wongsonegoro No.39, Kel. Wonosari, Kec. Ngaliyan, Semarang 50186 Indonesia, Telp: (62-24) 866-1860 (Hunting), Fax: (62-24) 866-1861.
Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Prima Cakrawala Abadi Tbk, yaitu: PT Marindo Pasifik Indonesia (47,75%) dan PT Bahari Istana Alkausar (7,96%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PCAR adalah bergerak dalam bidang perindustrian, perdagangan dan jasa. Saat ini kegiatan utama PCAR adalah pengolahan distribusi hasil perikanan (rajungan), industri pengolahan hasil perikanan (cold storage), serta usaha dalam bidang perdagangan pada umumnya, termasuk impor, ekspor, interinsulair dan lokal dari segala macam barang atau jasa yang dapat diperdagangkan baik untuk perhitungan sendiri maupun pihak lain secara komisi, menjadi grosir, leveransir/suplier, distributor dan keagenan serta perwakilan baik dari dalam maupun luar negeri dari segala macam barang dagangan dan jasa, baik hasil produksi pihak lain maupun hasil produksi sendiri.

Pada tanggal 21 Desember 2017, PCAR memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PCAR (IPO) kepada masyarakat sebanyak 466.666.700 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp150,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 29 Desember 2017.
Sejarah Pencatatan Saham
Jenis Pencatatan
Saham
Tgl Pencatatan

Saham Perdana @ Rp150,-
466.666.700
29-Des-2017

Pencatatan Saham Pendiri (Company Listing)
700.000.000
29-Des-2017

Dewan Komisaris dan Direksi
Nama
Jabatan

Tommy Iskandar Widjaja
Komisaris Utama

Ida Bagus Oka Nila
Komisaris Independen

 

Raditya Wardhana
Direktur Utama

Lim Tony
Direktur

Titi Indah Susilowati
Direktur Independen

Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR) dilakukan oleh PT Artha Sekuritas Indonesia (SH) dan “PT LOTUS ANDALAN SEKURITAS” (YJ) selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.
Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:
Kegiatan
Tanggal

Tanggal Efektif
21 Des 2017

Masa Penawaran
22 Des 2017

Tanggal Penjatahan
27 Des 2017

Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
28 Des 2017

Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
28 Des 2017

Tanggal Pencatatan Saham pada BEI
29 Des 2017

Jumlah Saham yang ditawarkan dalam IPO ini adalah sebanyak 466.666.700 lembar saham baru dengan Nilai Nominal Rp100,- dan Harga Penawaran Rp150,- per saham.

PT Artha Sekuritas Indonesia (SH)
Adalah perusahaan broker saham,
PT Artha Sekuritas Indonesia (dh PT Artha Securities Indonesia)(SH) didirikan tanggal 05 September 2005 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2006. Kantor pusat Artha Securities Indonesia beralamat di Artha Building Mangga Dua Square Blok F. No. 40, Jl. Gunung Sahari Raya Jakarta 10730 lndonesia.
Telp : (62-21) 6231-2626 (Hunting), Fax : (62-21) 572-4972.

Pemegang saham PT Artha Securities Indonesia (SH), antara lain: PT Artha Perdana Investama (99,99%) dan Jake Pison Hawila (0,01%).
Ruang lingkup kegiatan usaha Artha Securities Indonesia adalah bergerak dalam bidang jasa perantara perdagangan efek dan penjaminan emisi efek.

Artha Securities Indonesia memperoleh ijin usaha sebagai perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek, masing-masing pada tanggal 26 Juli 2006. Pada tanggal 10 November 2008, Artha Securities Indonesia telah memperoleh ijin pembiayaan penyelesaian (perdagangan marjin) transaksi efek oleh Perusahaan bagi nasabah.
Dewan Komisaris dan Direksi
Nama
Jabatan

Sukardi Tandijono Tang
Komisaris Utama

Hasan Hartato Ng
Komisaris

Jake Pison Hawila
Komisaris

 

Hambali Hazali
Direktur Utama

Hui
Direktur

Suparno Sulina
Direktur

PT. Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE)
PT. Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (JGLE) bergerak dalam bisnis operasi taman hiburan. Taman hiburan yang terdiri dari The Jungle Water Park (The Jungle) , yang merupakan taman hiburan air; taman hiburan petualangan Jungle Fest dan Jungleland. JGLE juga terlibat dalam bisnis properti, Bogor Nirwana Residence , yang merupakan kompleks perumahan dan komersial terpadu yang terletak di Bogor. JGLE tercatat di Bursa Efek Indonesia di tahun 2016 pada Papan Pengembangan. Perusahaan didirikan pada tahun 1988 dan berpusat di Bogor, Jawa Barat, Indonesia.
Berkedudukan di Jl. Bogor Nirwana Raya (Dereded-Pahlawan),Kota Bogor; Jawa Barat; Kode Pos: 16132.

 

PT. Ciptadana Sekuritas Asia
Didirikan oleh Irene Maya Hambali Ishak istri dari Budi Harianto Ishak (telah meninggal dunia di tahun 2009 / August 14, 1952 September 4, 2009) dan Catherine Gina Hambali pada tahun 1990, Ciptadana telah berkarya selama 25 tahun  dalam membantu orang orang membangun bisnis mereka, melindungi aset mereka dan meningkatkan kekayaan mereka.

Melalui PT Ciptadana Sekuritas Asia, Ciptadana telah membangun tingkat reputasi yang solid sebagai sebuah perusahaan yang berperan dalam pasar modal dan trading, dengan konsisten mendapatkan rating selama lebih dari dua dekade sebagai salah satu dari 10 perusahaan sekuritas terbaik di Indonesia.

Ferry Budiman Tanja, Direktur Utama Ciptadana Sekuritas Asia
Ferry Budiman Tanja telah bekerja bersama Ciptadana sejak tahun 2000 dan telah menjabat sebagai Direktur Utama PT Ciptadana Securities sejak tahun 2005, memulai karirnya di PT Lumbung Persada Khatulistiwa, PT PSP Securities, dan PT Asjaya Indosurya, ia menyelesaikan studi nya di Universitas Trisakti, Jakarta pada tahun 1991 dalam bidang Management.

Gautama Hartarto, Komisaris Utama Ciptadana Sekuritas Asia
Gautama Hartarto adalah saudara kandung Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai GOLKAR sekaligus Menteri Koordinator Perekonomian dan Industri Indonesia , ia sudah bergabung bersama Ciptadana sejak 2005 dan menjabat sebagai Komisaris Utama dari Ciptadana Securities sejak tahun 2005. Sebelumnya Gautama Hartarto telah menjabat sebagai Presiden Direktur dari PT Polychem Indonesia Tbk (sebelumnya PT GP Petrochem Industries Tbk) sejak tahun 2004. Ia menjabat sebagai Komisaris di PT Gajah Tunggal Tbk dan telah menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris sejak tahun 2004. Iapun telah menjabat beberapa posisi eksekutif dan supervisory di berbagai perusahaan baik publik maupun privat sejak tahun 1994.
Gautama Hartarto lulus dari Boston University pada tahun 1991, dengan gelar Master of Arts in Economic Policy, dan menerima Certificate of Professional Study dalam bidang Project Management dari Arthur D. Little pada tahun 1990.
Berkantor di Plaza ASIA Office Park Unit 2 Jl. Jend. Sudirman Kav. 59
Jakarta, 12190 Indonesia T+62 21 2557 4800F+62 21 5140 1045 Email cspusat@ciptadana.com ciptadana-securities.com

Keterlibatan CIPTA DANA sehingga diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Agung RI terkait terjadi nya perubahan kepemilikan saham emiten berkode saham TRAM itu.

Sebelumnya HERU HIDAYAT ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) oleh Kejaksaan Agung pada Selasa (14/1/2020).
Suatu feeling bahkan insting yang luar biasa yang dimiliki oleh HERU HIDAYAT, beberapa saat sebelum dirinya ditetapkan sebagai TERSANGKA, terdapat transaksi besar-besaran pada saham TRAM di bursa efek terhitung sejak tanggal 10 Januari s/d 15 Januari 2020. Yang sebahagian besar ternyata ditransaksikan lewat Ciptadana Sekuritas dan pembelian dilakukan pula oleh Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Saya input dari data digital berbagai media online maupun melakukan cek penyesuaian data Bloomberg, benar telah terjadi192 kali transaksi TRAM dengan gross volume 6,96 miliar saham 10 Januari 2020.

Selanjutnya , Ciptadana Sekuritas membeli sendiri 6,95 miliar saham dengan gross value Rp 347,92 miliar.
Tertanggal 13 Januari 2020, Ciptadana Sekuritas melakukan transaksi crossing 596,79 juta saham TRAM dengan nilai pembelian dan penjualan masing-masing Rp 29,83 miliar.

Baru kemudian terdapat keterlibatan broker saham lainnya yakni Mirae Asset Sekuritas Indonesia membeli Rp 40,15 juta saham TRAM, sedangkan Ciptadana Sekuritas menjual 1 juta saham TRAM seharga Rp 38 juta pada 14 Januari 2020.
Transaksi yang lebih mengejutkan lagi kembali terjadi pada 15 Januari 2020, terjadi transaksi saham TRAM dengan gross value Rp 246,03 miliar.
Ciptadana Sekuritas kembali menjadi broker yang melakukan transaksi crossing 2,46 miliar saham TRAM dengan harga jual dan beli masing-masing sekitar Rp123 miliar.

Secara kumulatif, sepanjang 10 Januari-20 Januari 2020, terjadi 550 kali transaksi saham TRAM dengan gross volume 13,09 miliar saham dan gross value Rp 655,5 miliar. Dari jumlah tersebut, gross volume dan gross value transaksi TRAM lewat Ciptadana Sekuritas mencapai 13,07 miliar saham senilai Rp 653,68 miliar.

Sejalan dengan transaksi itu, manajemen TRAM menyampaikan perubahan komposisi kepemilikan saham perseroan dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan Selasa (21/1/2020).

Mengutip laporan Biro Administrasi Efek PT Ficomindo Buana Registar, pemegang saham mayoritas TRAM PT Graha Resources melepas 10 miliar saham TRAM pada 14 Januari 2020.

Sebelum transaksi, kepemilikan saham PT Graha Resources dalam TRAM tercatat 38,12%. Setelah menjual 10 miliar saham, porsi kepemilikan perusahaan yang terafiliasi dengan Heru Hidayat itu menciut menjadi 17,98%.
Pada 15 Januari 2020, PT Graha Resources kembali melepas 2,64 miliar saham TRAM sehingga porsi kepemilikannya kembali menyusut menjadi 13,02%.
Laporan BAE itu juga mengungkap investor yang mengempit 10 miliar saham TRAM yang dilepas oleh PT Graha Resources. Investor itu ialah Tael One Partners Ltd.

Perusahaan investasi itu memborong 10 miliar saham TRAM sehingga total kepemilikan sahamnya meningkat signifikan dari 1,82 miliar menjadi 11,82 miliar saham. Secara persentase, kepemilikan perusahaan investasi yang berbendera Cayman Island itu meningkat dari 3,67% menjadi 23,82%.
Merujuk situs resminya, Tael Partners merupakan perusahaan private equity yang didirikan pada 2007. Perusahaan tersebut fokus untuk berinvestasi di perusahaan yang berbasis di Asia Tenggara.
Tidak banyak informasi yang dipaparkan dalam website-nya. Namun, peluang investasi di Indonesia dikaji oleh komite investasi yang dikendalikan oleh Ati Sugiharti selaku Deputy Chairperson of the Investment Committee in Indonesia.(*)

(Sadur data https://market.bisnis.com/…/7/1192738/ini-investor-yang-borong-10-miliar-saham-tram..dan https://www.bloomberg.com).

Komentar

News Feed