Layakkah Coperate Crime diterapkan dalam FRAUD nya Jiwasraya?”, namun sebelumnya saya akan memberikan data Profile Perusahaan yang terlibat dalam Transaksi dengan Jiwasraya , diantaranya :

1. PT. MAHAKA MEDIA , Tbk Group / ABBA,

2. PT. Trada Alam Minera Tbk (TRAM),

3. PT. SMR Utama Tbk,

4. PT. Inti Agri Resources Tbk,

5. PT. Eureka Prima Jakarta Tbk,

6. PT. Maxima Integra Group,

7. PT. Trimegah Securities Tbk,

8. PT. Hanson Internasional Tbk,

9. PT. Pool Advista Finance Tbk,

10. PT. Jasa Capital Asset Management ,

11. PT. Topanz Investmen,

12. PT. Gunung Bara Utama,

13. PT. Lotus Andalan Sekuritas,

14. PT. Lautan Dana Sekurindo,

15. PT. Mirae Sekuritas,

16. PT. Daewoo Sekuritas,

17. PT. Corfina Capital,

18. KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan

Properti,

19. PT. GAP Aset Manajemen,

20. PT. Cipta Dana Sekuritas,

Penulis Adherie Zulfikri Sitompul,SH.MIP.CLA ;

Ketua Umum PP. Ikatan Sarjana Al Washliyah

Advocate/Pengacara/Konsultan Merek-Paten-Hak Cipta

Wakil Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia

085282810777

Sebelumnya, episode 3 penulisan saya telah menyampaikan berbagai hal dengan Menelisik BANCASSURANCE dengan GUARANTEE RETURN 9-13% sejak tahun 2013 hingga 2018 serta peranan Bank yang bekerjasama dalam BANCASSURACE JS SAVING PLAN maupun peranan kewenangan pengawasan yang dimiliki oleh OJK.

Dalam episode ke 4 ini saya akan menelisik dalam bahasan akankah Kejaksaan Agung melakukan penerapan COORPORATE CRIME terhadap INVESTASI yang di lakukan oleh JIWASRAYA dalam DANA REKSA maupun INVESTASI diberbagai perusahaan dalam bentuk pembelian Saham di Bursa Saham Pasar Modal.

Sebelum memasuki pembahasan bahasan COORPORATE CRIME terhadap INVESTASI yang dilakukan oleh JIWASRAYA, maka saya terlebih dahulu akan memprofiling beberapa perusahaan yang belakangan ini disebut-sebut di berbagai media massa maupun online termasuk yang juga “masih luput dalam pemeriksaan” ataupun “belum di eksposekarena masih dalam tahap penyelidikan maupun penyidikan” oleh Kejaksaan Agung RI yang merupakan bahagian dari berbagai investasi yang dilakukan oleh JIWASRAYA guna memenuhi target GUARANTEE RETURN 9 -13%dalam JS SAVING PLAN, yang berujung sampai saat ini mengalami FRAUD atau GAGAL BAYAR mencapai Rp. 16 Triliun sebagaimana yang ungkapkan oleh Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron pertanggal 03 Februari 2020 (detik finance) bukan lagi Rp 14 Triliun , namun perkembangan lebih lanjut saat ini GAGAL BAYAR JS Saving Plan sudah mencapai angka nilai Rp. 17 triliun, dengan kepastian JIWASRAYA dapat beroperasi untuk memenuhi Risk Based Capital 120% membutuhkan suntikan dana Rp. 120 Triliun; angka yang FANTASTIS dan pasti jika dipenuhi akan menggoyang bak tsunami ekonomi di Indonesia.

Sebelum lebih jauh membahas tentang Layak kah COORPORATE CRIME diterapkan oleh Kejaksaan Agung RI serta Profile beberapa perusahaan yang diduga terlibat dalam FRAUD nya Jiwasraya maka nantinya saya akan uraikan pula secara ringkas mengenai pembahasan tentang apa itu Pasar Modal, Bursa Saham , Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Perdana Saham lalu tentang Bursa Saham serta berbagai hal terkait baik peraturan maupun teori serta prakteknya, saya hubungkan dengan tulisan yang sebelumnya yang sudah saya uraikan dalam episode 1, 2 dan 3 :

“ Dalam keterangan pers yang dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Tohir menegaskan benar adanya peristiwa dan perbuatan rekayasa laporan keuangan (window dressing) yang dapat dikatagorikan pada perbuatan penipuan laporan keuangan seolah olah perusahaan sehat dan oleh karenanya bertujuan untuk menarik investor, meskipun langkah yang dilakukan Menteri BUMN ini untuk mem-BONGKAR apa saja yang terjadi di JIWASRAYA ini sedikit dikaitkan dengan keterlibatan perusahaan MAHAKA yang merupakan miliknya ditahun 2014 yang ikut dimasukkan dalam skema politis dengan adanya tudingan dari Andi Arief (wasekjend Partai Demokrat) Isue ini semakin bergulir dengan adanya statement Wakil Sekjend Partai Demokrat (kutip GATRA aquo), Andi Arief , yang memulai serangan terhadap ISTANA dengan menyebutkan “semua tersangka JIWASRAYA sudah dikondisikan untuk menunjuk hidung Susilo BambangYudhoyono (SBY) dalam pristiwa “FRAUD” bahkan bergulir tudingan Andi Arief ada keterlibatan perusahaan milik Erick Thohir yang saat ini menjabat pula sebagai Menteri BUMN dengan tudingan sebagai tempat perhentian uang curian jiwasraya.

Namun Isue dari Andi Arief ini dibantah oleh Arya Sinulingga STAFF KHUSUS Komunikasi Kementerian BUMN dengan menerangkan “benar dulu Jiwasyara ada membeli saham MAHAKA tahun 2014 dan saat itu memang MAHAKA dimiliki oleh Erick Thohir senilai Rp. 14,9 miliar namun kira – kira hampir setahun kemudian di jual kembali dan Jiwasraya mendapatkan keuntungan 2,8 Miliar”

Saya mengutip “pernyataan Arya Sinulingga”lainnya di HYPERLINK “https://www.cnbcindonesia.com/market/20191228100739-17-126231/fakta-di-balik-jiwasraya-beli-saham-perusahaan-erick-thohir/2” https://www.cnbcindonesia.com/market/20191228100739-17-126231/fakta-di-balik-jiwasraya-beli-saham-perusahaan-erick-thohir/2

“Jiwasraya membeli saham Mahaka perusahaan (milik) Pak Erick di market, di pasar. Pertama, tanggal 23 Januari 2014. Jadi sekitar 157,5 juta saham (dengan harga per saham Rp 95). Total nilai pembelian Rp 14,9 miliar sekian. Hampir Rp 15 miliar.

Nah kemudian saham ABBA dijual tanggal 17 Desember 2014, belum setahun. Terjadi dua kali penjualan pada hari itu, saat itu nilai per sahamnya Rp 114 itu sebanyak 103 juta saham dan di harga Rp 112 rupiah dengan jumlah sahamnya 54,5 juta saham. Jadi total sekitar hampir Rp 17,8 miliar. Keuntungan Jiwasraya Rp 2,8 miliar, atau 18% lebih selama hampir 1 tahun.

Namun dari data :(britama.com/index.php./2012/05/sejarah-dan-profil-singkat-abba), justru terdapat “perbedaan informasi” , didalam data digital ini menyebutkan bahwa ditahun 2014 HYPERLINK “http://www.britama.com/index.php/2012/05/sejarah-dan-profil-singkat-abba/” \t “_blank” PT Mahaka Media Tbk / ABBA ternyata hanya membukukan laba bersih yang diatribusikan ke Perusahaan Induk sebesar Rp 369,13 juta atau Rp 0,13,- per saham pada Semester I tahun 2014.

Laba bersih Semester I tahun 2014“menunjukkan” anjiloknya kinerja ABBA sebesar 82,35% bila dibandingkan dengan laba bersih pada Semester I tahun 2013 sebesar Rp2,04 miliar atau Rp 0,73,- per saham.

Guna mempermudah masyarakat untuk lebih mengetahui tentang MAHAKA MEDIA maka saya mem-PROFILE tentang PT. MAHAKA MEDIA , Tbk Group / ABBA begitupula nantinya terhadap berbagai perusahaan yang disebut-sebut terlibat dalam “FRAUD” nya Jiwasraya.

Dari data digital yang saya temukan (britama.Com / index.php. / 2012 / 05 / sejarah – dan –profil – singkat – abba), disebutkan dalam datadigital ini bahwa PT. MAHAKA MEDIA , Tbk.

Group ini sebelumnya di dirikan dengan nama PT. ABDI MASSA tepatnya pada tanggal 28 November 1992, kemudian berubah nama menjadi PT. ABDI BANGSA , operasional pertama kali ditahun 1993 dengan berkantor di Sahid Office Boutiqe , Blok G , Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 Jakarta 10220-Indonesia.

Sesuai data tahun 2012 pemegang saham PT. MAHAKA MEDIA , Tbk adalah PT. BEYOND MEDIA (Induk Usaha) (42,73%), PT. TRIMEGAH SECURITIES, Tbk (17,56%) , ABBEY COMMUNICATIOEN (10,27%) dan MUHAMAD LUTFI (8,46%).

PT. TRIMEGAH SECURITIES, Tbk mendapatkan 17,56% saham tersebut berdasarkan pada pembelian saham jaminan atas transaksi REPO atau SECURED LOAN PT. Beyond Media, dimana PT. Beyond Media berkewajiban membeli kembali pada tanggal tertentu dengan harga yang telah disepakati atas perpindahan kepemilikan saham yang berupa OBLIGASI KORPORASI ,

Intensitas tertinggi perusahaan PT.MAHAKA MEDIA , Tbk adalah dalam penerbitan pers maupun non pers, periklanan multi media yang memiliki banyak unit usaha antara lain : Surat Kabar Harian Republika, Majalah (Golf Digest), Penerbit buku (ayat-ayat cinta), Televisi (Jak TV), Radio (Gen FM, Delta FM, FeMale Radio, Prambos), media luar ruang serta media digital.

Pertama kali ABBA melakukan Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran UmumPerdana Saham di Bursa Saham untuk kemudian menjadi Perseroan Tbk pada tanggal 05 Februari 1993, dimana BAPEPAM – LK memberikan pernyataan efektif di jualnya saham ke masyarakat sebanyak 2.899.951 dengan nilai nominal Rp. 1000,- persaham, namun sayangnya Saham yang ditawarkan ini tidak dicatatkan di Bursa Efek.

Pada tanggal 29 Juni 2000, ABBA/MAHAKA  memperoleh pernyataan efektif untuk melaksanakan Penawaran Umum Terbatas I sebanyak 15.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000,- per saham dimana setiap pemegang saham yang memiliki 2 saham berhak atas 3 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) untuk membeli 3 saham baru yang ditawarkan dengan harga Rp 1.500,- per saham.

Pada tanggal 3 April 2002, Perusahaan melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Jakarta sebanyak 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Sejarah Pencatatan Saham ABBA / MAHAKA

Jenis Pencatatan

Saham

Tgl Pencatatan

Pencatatan Saham Pendiri (Company Listing)

400.000.000

03-Apr-2002

Penawaran Terbatas

(Right Issue II) 5:3 @Rp105,-

240.000.000

31-Jul-2002

Penawaran Terbatas

(Right Issue III) 5:4 @Rp125,-

512.000.000

27-Okt-2004

Penawaran Terbatas

(Right Issue IV) 500:117@Rp250,-

270.000.000

29-Jul-2008

HYPERLINK “http://www.britama.com/index.php/2010/07/jadwal-right-issue-v-abba/” \t “_blank” Penawaran Terbatas(Right Issue V)

1.333.125.000

24-Apr-2010

Dewan Komisaris dan Direksi ABBA / MAHAKA

Nama

Jabatan

Erick Tohir

Komisaris Utama

R. Harry Zulnardy

Komisaris

Dr. Ir. Krisna Wijaya, MM.

Komisaris Independen

Adrian Syarkawie

Direktur Utama

Ahmad Aditya

Direktur Independen

Mengenai siapa sosok seorang Erick Thohir, yang lahir di Jakarta, tanggal 30 Mei 1970, ia pemeluk Agama : Islam, dilahirkan dari hasil pernikahan Teddy Thohir (ayah) dan Edna Thohir (ibu), Teddy Thohir dikenal sebagai seorang pengusaha yang bersama – sama dengan Taipan HYPERLINK “https://www.biografiku.com/biografi-william-soeryadjaya-pendiri-p/” \t “_blank” William Soeryadjaya mendirikan sekaligus sebagai pemilik dari Grup Astra International , Erick Tohir memiliki 2 (dua) saudara kandung bernama Garibaldi Thohir (saat ini selaku Komisaris Utama di PT. Cipta Dana Sekuritas, perseroannya ini juga diduga memiliki keterlibatan dalam “FRAUD”nya Jiwasraya) dan Rika Thohir., Erick Thohir menikahi seorang wanita bernama Elizabeth Tjandra, dan dikaruniai 4 (empat) orang anak yakni Mahatma Arfala Thohir, Mahendra Agakhan Thohir, Makayla Amadia Thohir, Magisha Afryea Thohir.

Pendidikan

Erick Thohir menempuh pendidikan sarjananya di di Glendale University. Kemudian ia melanjutkan program Masternya dalam bidang Administrasi Bisnis (Master of Business Administration) di Universitas Nasional California, Kemudian memperoleh gelar masternya pada tahun 1993, berdasarkan data yang ada meskipun berasal dari keluarga pengusaha, Erick Thohir tidak diperkenankan oleh ayahnya untuk mengurus usaha bisnis keluarganya.

Mendirikan Mahaka Grup

Sekembalinya ke Indonesia, Erick Thohir bersama sahabat-sahabatnya membangun bisnis media Mahaka Group , bersamaMuhammad Lutfi, Wisnu Wardhana dan R. Harry Zulnardy. Perusahaan yang mereka dirikan mengakuisisi harian Republika pada tahun 2001. Saat itu harian tersebut tengah didera krisis keuangan dan berada di ambang kebangkrutan.

Diakui oleh Erick Tohir karena saat itu dirinya belum banyak memiliki pengalaman dalam bisnis media, maka ia kemudian belajar dari ayahnya serta kemudian mendapat bimbingan HYPERLINK “https://www.biografiku.com/biografi-jakob-oetama-pendiri-sura/” \t “_blank” Jakob Oetama pendiri harian Kompas dan kemudian HYPERLINK “https://www.biografiku.com/biografi-dahlan-iskan/” \t “_blank” Dahlan Iskan yang merupakan bos dari Jawa Pos. Dari didikan para DEWA MEDIA ini menghantarkan Erick Thohir menjadi Presiden Direktur PT Mahaka Media hingga 30 Juni 2008, dalam pengembangan bisnisnya ia melepas jabatan Presiden Direktur PT Mahaka Media lalu menjabat sebagai komisioner sejak Juni 2010 hingga saat ini. Perkembangan pesat bisnis PT Mahaka Group miliknya ini mampu membeli pula Harian Indonesia dan diterbitkan ulang dengan nama Sin Chew-Harian Indonesia dengan konten editorial dan pengelolaan dari Sin Chew Media Corporation Berhad yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Media ini kemudian dikelola secara independen oleh PT. Emas Dua Ribu, mitra perusahaan Mahaka Media.

Dikancah organisasi para pengusahapun kariernya melesat , ia juga berhasil meraih jabatan penting sebagai Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi untuk Kamar Dagang Industri Indonesia (KADIN).

Selanjutnya di tahun 2003 Mahaka Media sebagai perusahaan multi media (Multi Media Holding Company) dengan membawahi PT.Pustaka Abdi Bangsa dan PT. Republika Media Mandiri, pada tanggal 29 September 2004, Mahaka mengakuisisi seluruh kepemilikan PT. Indopac Usaha Prima, PT. Media Golfindo, PT. Mahaka Visual Indonesia (bergerak dibidang animasi) dan PT. Avabindo Perkasa bergerak di media iklan luar, selanjutnya memprakarsai didirikannya Jak TV dan ekspansi dilakukannya kembali di tahun 2005 dengan mendirikan Radio 98,7 Gen FM dan 101 Jak FM serta membeli saham pada PT. Radionet Cipta Karya (yang divisi usahanya Radio Prambors FM, Delta FM dan FeMale Radio) juga berbagai perusahaan multi media periklanan, hiburan , di tahun 2008 Erick Thohir melebarkan kembali bisnis dengan mendirikan TV One Bersama-sama Anindya Bakrie serta situs berita online viva, news; dan di tahun 2014 sebagai Direktur Utama di ANTV dan Mahaka mengambil alih saham (akuisisi)PT. Kalyanamita Adhara Mahardhika (Alive Indonesia) dan membeli saham PT. Wahana Kalyanamitra Mahardhika (cardplus), sampai saat tertera dalam data prospectus perseroan Mahaka Group tahun 2017 Komisaris Utama tetap dijabat oleh Erick Thohir, Komisaris R. Harry Zulnardy, Komisaris Independent Harry Danui, sedangkan President Director masih dijabat oleh Adrian Syarkawi, corporate Secretary S. Pramudityo Anggoro, Operasional Director Ahmad Aditya, Finance & Accounting Aris Panca Nugraha.

Sedangkan Pemegang Saham per 31 Desember 2017 ; Pemodal Asing 0,1%, Martua Raja TL Silitonga 7,26%, Johannes Bondan Lukito 7,26%, Muhammad Lutfi 8,46%, AbbeyCommunication (Netherlands) BV 10,27%, Pemodal Nasional 20,98%, PT. Beyond Media 45,76% dengan total modal Rp. 275.512.500.000,00.

Berikut dapat diuraikan secara lengkap yang menjadi group di MAHAKA dan bidang usahanya yakni

PT. MAHAKA MEDIA Tbk ; Media buying

PT. REPUBLIKA MEDIA MANDIRI ; Sirkulasi dan Iklan Surat Kabar

PT MEDIA GOLFINDO ; Penerbitan Majalah dan Surat Kabar

PT. ADHARA DHANAPA MAHARDHIKA ; Penerbitan Majalah dan Iklan

PT. PUSTAKA ABDI BANGSA ; Buku

PT. KALYANAMITRA ADHARA MAHARDHIKA ; Event Organizer

PT. AVABANINDO PERKASA ; Media Luar Ruang

PT. DANAPATI ABINAYA INVESTAMA ; Penyiaran Televisi

PT. GAMMA INVESTA LESTARI ; Sewa

Kembali pada apa yang disampaikan oleh Arya Sinulingga diatas, justru terdapat informasi berupa data digital dari sumber yang sama terdapat data yang berbeda dengan yang disampaikan oleh Arya Sinulingga yang menyebutkan “adanya keuntungan yang diterima Jiwasraya” namun data digital sumber yang sama menyebutkan bahwa ditahun 2014, HYPERLINK “http://www.britama.com/index.php/2012/05/sejarah-dan-profil-singkat-abba/” \t “_blank” PT MahakaMedia Tbk / ABBA hanya membukukan laba bersih yang diatribusikan ke Perusahaan Induk sebesar Rp 369,13 juta atau Rp 0,13,- per saham pada Semester I tahun 2014. Laba bersih Semester I tahun 2014 menunjukan anjiloknya kinerja ABBA sebesar 82,35% bila dibandingkan dengan laba bersih pada Semester I tahun 2013 sebesar Rp 2,04 miliar atau Rp 0,73,- per saham.

Dalam data digital tersebut disebutkan mengenai alasan terjadi nya “penurunan atau anjloknya kinerja ABBA/MAHAKA Group”disebabkan oleh adanya Beban Pokok perseroan yang mengalami kenaikan dari Rp60,32 miliar pada Semester I 2013 menjadi Rp64,43 miliar pada Semester I 2014, lalu Beban Usaha dan Lainnya perseroan mengalami kenaikan sedikit dari Rp 63,17 miliar menjadi Rp66,93 miliar, kemudian Beban Keuangan mengalami kenaikan dari Rp 4,14 miliar menjadi Rp 5,14 miliar. Pendapatan Pokok perseroan mengalami Kenaikan dari Rp 128,06 miliar menjadi Rp 133,83 miliar. Pendapatan perusahaan Entitas mengalami Kenaikan dari Rp3,53 miliar menjadi Rp 6,44 miliar.

Rincian Penjualan ABBA berdasarkan segmen operasi pada Semester I tahun 2014 dan 2013, sebagai berikut:

1. Sirkulasi dan Iklan Surat Kabar sebesarRp 44,00 miliar dan Rp 50,03 miliar,

2. Penyiaran Televisi sebesar Rp 36,97 miliar dan Rp 30,56 miliar.

3. Media Luar Ruangan sebesar Rp 21,55 miliar dan Rp 36,90 miliar

4. Majalah sebesar Rp 11,57 miliar dan Rp9,39 miliar, dan

5. Lainnya sebesar Rp 19,75 miliar dan Rp1,17 miliar.

Dari kedua data yang tersajikan tersebut diatas silahkan para ahli keuangan dapat menguraikanperbedaan data digital yang saya temukan di Mahaka Group ditahun 2013 – 2014 dengan permasalahan keuntungan yang diterima oleh Jiwasraya.

Kemudian saya lanjutkan penelisikan tentangperseroan yang juga ditenggarai memiliki keterlibatan dalam FRAUD nya Jiwasraya yakni PT. Trimegah Securities , Tbk .

– Trimegah Securities , Tbk

Berikut profiing tentang Trimegah Securities , Tbk atau PT. Trimegah Sekuritas Indonesia , Tbk : Trimegah Securities , Tbk atau PT. Trimegah Sekuritas Indonesia ,Tbk merupakan pemegang saham hasil REPO senilai 17,56% pada PT. Mahaka Media , Tbk Group.

Trimegah Securities , Tbk merupakan perusahaan induk dari PT. Trimegah Asset Management yang juga bergerak di bidang usaha bisnis Reksa Dana , sejak tanggal 31 Januari 2011 Trimegah Asset Management memperoleh izin usaha perusahaan efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi yang memiliki partner utama dalam pelayanan yang menjangkau pelayanan melalui kerjasama dengan mitra distribusi di 7 Bank dan 6 Agen Penjual Reksa Dana (APERD) yang memiliki cabang diseluruh Indonesia. Produk bisnis keuangan bergerak di Reksa Dana Saham, Reksa Dana Campuran, Reksa Dana Pendapatan tetap, Reksa Dana Syariah dan Reksa Dana Pasar Uang.

PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (Perseroan) didirikan pada tanggal 9 Mei 1990 dengan nama PT Trimulya Securindolestari berdasarkan Akta No. 64 tertanggal 9 Mei 1990, yang kemudian diubah menjadi PT Trimegah Securindolestari pada tanggal 28 Mei 1990 berdasarkan Akta No. 227 tertanggal 28 Mei 1990, di hadapan Rachmat Santoso, S.H.,Notaris di Jakarta, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 80 tertanggal 5 Oktober 1990, tambahan No. 3832. Perusahaan memperoleh lisensi Perantara Pedagang Efek dan lisensi underwriting dari Bapepam & LK (sekarang otoritas jasa keuangan) di 1992 dan 1993.

Selanjutnya tanggal 12 Oktober 1999, Perseroan berganti nama menjadi PT Trimegah Securities Tbk berdasarkan Akta No. tanggal 17 Oktober 12, 1999 dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 90 tanggal 1 Februari 2000, tambahan No. 522, dan pada tanggal 31 Januari 2000 Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) dengan kode saham “TRIM”.

Di tanggal 31 Januari 2011, PT Trimegah Asset Management, anak perusahaan dari Perseroan, memperoleh izin usaha sebagai perusahaan pengelola investasi. PT Trimegah Asset Management menyediakan berbagai ekuitas, keseimbangan, pendapatan tetap dan dana pasar uang yang disesuaikan dengan kebutuhan klien korporasi, lembaga keuangan dan dana pensiun.

Untuk mematuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 20/POJK. 04/2016 tentang perizinan perusahaan efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi dan pialang, terhitung mulai tanggal 29 Juli 2016, perusahaan berganti nama menjadi PT Trimegah sekuritas Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 70 tanggal 20 Juni, 2016 dibuat sebelum Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.

Mulai 2014 April, PT Trimegah sekuritas Indonesia Tbk juga melakukan kegiatan sebagai agen penjualan reksa dana untuk klien ritel.Untuk melengkapi layanan, perusahaan juga menyediakan fasilitas transaksi online bagi klien ritel untuk berinvestasi pada ekuitas dan reksa dana.

Pada tanggal 6 Desember 2017, perusahaan ini memperoleh persetujuan untuk kegiatan usaha lainnya sebagai arranger, dan persetujuan untuk kegiatan usaha lainnya sebagai penasihat keuangan pada tanggal 21 September 2018.

PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbkadalah anggota perusahaan efek dari Bursa Efek Indonesia. PT Trimegah sekuritas Indonesia Tbk dan PT Trimegah Asset Managementmemiliki lisensi, terdaftar dan diawasi oleh otoritas jasa keuangan.

Profile Manajemen di PT. Trimegah Asset Manajemen;

di Dewan Komisaris terdapat nama Ariani Vidya Sofjan dan Togu Cernetius Simanjuntak;

Ariani Vidya Sofjan, kedudukan sebagai Komisaris PT. Trimegah Asset Manajemen, memulai karirnya sebagai Senior Equity Analyst PT Deutsche Morgan Grenfell Asia (1994-1996), Institutional Sales PT Danareksa (Persero) (1997), PT Bahana Securities (1999-2003)dengan jabatan terakhir sebagai Vice President, PT Mandiri Sekuritas (2003-2008) dengan jabatan terakhir sebagai Executive Vice President, PT Delta Dunia Makmur Tbk (2009- sekarang) dengan jabatan terakhir sebagai Director, Executive Director PT Northstar Pasific Capital (2009-sekarang), Anggota Komite Nomisasi dan Renumerasi PT BFI Indonesia Tbk (2011-sekarang), Anggota Komite Audit PT BFI Indonesia Tbk (2013-sekarang). Menjabat sebagai Komisaris PT Trimegah Asset Management sejak Juli 2013.

Togu Cornetius Simanjuntak, jabatan Komisaris Independen PT. Trimegah Asset Manajemen, telah memiliki izin sebagai Wakil Manajer Investasi dari otoritas Pasar Modal melalui Surat Keputusan BAPEPAM dan LK No. KEP-38/BL/WMI/2011 tanggal 19 April 2011, serta izin sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek dari otoritas Pasar Modal melalui Surat Keputusan BAPEPAM dan LK No. KEP-25/BL/WPEE/2011 tanggal 2011. Menjabat sebagai Komisaris PT Trimegah Asset Management sejak Oktober 2015.

Profile Manajemen di PT. Trimegah Asset Manajemen;

di Dewan Direksi terdapat nama Antony Dirga, CFA selaku CEO/Direktur Utama dan Hendra Wijaya Harahap selaku Direktur.

Antony Dirga, CFA, kedudukannya sebagai CEO / Direktur Utama, pemegang sertifikat Chartered Financial Analyst (CFA), Berpengalaman di fund management kurang lebih 18 tahun.

Memulai karirnya sebagai Corporate Bond Quantitative Analyst di J.P Morgan Investment Management Inc., New York (1998-2000), Asian Macro/Equity Analyst di J.P Morgan Fleming Asset Management Inc., Singapore (2000-2002), Asian Macro Analyst/Trader di PMA Investment Advisor Ltd., Hong Kong (2002-2003), Fullerton Fund Management/Temasek Holdings, Singapore (2003-2013) dengan jabatan terakhir sebagai Senior Portfolio Manager. Bergabung dengan PT Trimegah Asset Management sebagai Komisaris pada tahun 2013, menjabat sebagai Direktur PT Trimegah Asset Management sejak Maret 2015 dan diangkat menjadi Direktur Utama pada Oktober 2016. Ijin sebagai Wakil Manajer Investasi diberikan oleh OJK kepada Beliau pada tahun 2014.

Hendra Wijaya Harahap, Selaku Direktur, berpengalaman bekerja lebih dari 18 tahun di bidang akuntansi, keuangan dan pasar modal. Pernah menjabat sebagai Auditor di Prasetio, Utomo & Co. tahun 1997 – 1999, menjabat berbagai posisi di Samuel Securities tahun 1999 – 2009. Bergabung dengan Trimegah Securities sebagai Kepala Divisi Strategy and Performance Reporting sejak tahun 2010, dan pernah menjabat sebagai Komisaris Trimegah Asset Management tahun 2012 – 2013. Pada Juli 2015, beliau diangkat menjadi Direktur Trimegah Asset Management.

Saya selanjutnya melakukan profiling Manajemen Direksi di PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dimana terdapat nama Stephanus Turangan selaku Presiden Direktur, Syafriandi Armand Saleh selaku Direktur dan David Agus selaku Direktur.

Stephanus Turangan, Presiden Direktur, Memulai karirnya di meja pasar uang di PT Astley Pearce Nusantara (Exco) (1992-1993), kepala Dealing PT Sigma Batara (1993-1995), Direktur-kepala penjualan ekuitas PT Bahana Securities (1995-1999), kepala bidang ekuitas kelembagaan penjualan PT Nomura Indonesia (1999-2000), Direktur-pasar modal PT. Bahana Securities (2001-2003), Managing Director-pasar modal PT Mandiri sekuritas (2003-2006), Direktur-kelembagaan klien Group Deutsche Bank AG (2006-2009), Direktur Eksekutif PT Danareksa (Persero) (2009-2011), Komisaris PT Equator Investments, PT Equator Securities (Mei 2012) dan Presiden Direktur Perseroan (2012 – sekarang).

Diangkat sebagai Presiden Direktur Perseroan untuk pertama kalinya dalam Rapat UmumPemegang Saham Luar biasa tanggal 30 November, 2012 sebagaimana tercantum dalam Akta No. 76 tanggal 30 November, 2012 berkenaan dengan laporan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa Perseroan, dan diangkat kembali pada Rapat Umum Pemegang saham tahunan pada tanggal 8 Juni, 2017 sebagaimana dimaksud dalam Akta No. 25 tertanggal 8 Juni, 2017 terkait pernyataan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan, mengawasi perdagangan pendapatan tetap, perdagangan ekuitas, modal manusia, audit internal dan divisi riset.

Tidak memiliki afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan pemegang saham utama Perseroan

Syafriandi Armand Saleh, Direktur, Mengawali karirnya di Astra International (1991-1996) dengan posisi terakhirnya sebagai Consultant-Efficiency Division, kemudian pindah ke Astra Credit Company (1996-Desember 1998) dengan jabatan terakhirnya sebagai Head of Organization Development.

Memulai karirnya di pasar modal di PT Bahana Securities (1999 September-Oktober 2003) sebagai Marketing Support Manager, kepala bidang pengembangan usaha, dan kepala operasi, kemudian bergabung dengan PT Mandiri sekuritas (2003 Oktober-Maret 2011) sebagai kepala pasar modal ekuitas-eceran, Chief Operating Officer, Kepala Cabang retail &, Managing Director PT Equator Securities (April 2011-Pebruari 2013), dan Direktur Perseroan (2013 – sekarang).

Menjabat sebagai Direktur Perseroan untuk pertama kalinya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 11 Juni 2013 sebagaimana tercantum dalam Akta No. 51 tanggal 11 Juni 2013 terkait pernyataan keputusan Rapat Umum Pemegang saham tahunan, dan diangkat kembali pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 6 Juni 2018 sebagaimana tercantum dalam Akta No. 5 tanggal 6 Juni, 2018 terkait pernyataan penyelesaian RUPS tahunan.

Dia mengawasi akuntansi & pajak, Corporate Risk Management & kepatuhan, keuangan, teknologi informasi, kantor manajemen proyek, dan divisi operasi.

Tidak memiliki afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan pemegang saham utama Perseroan.

David Agus, Direktur, Bergabung dengan PT Pentasena Securities (1995 April-1998 Desember), PT Danareksa sekuritas (Januari 1999-Juli 2011) dengan jabatan terakhir sebagai Managing Director-Head of Investment Banking, dan PT Equator Securities (September 2011-September 2013) dengan jabatan terakhir sebagai Managing Director-Head of Investment Banking. Bergabung dengan Perseroan pada bulan September 2013 sebagai kepala perbankan investasi.

Struktur Pemegang Saham PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk yakni Northstar Equity Partners III Limited 100%, Canopus Seciritieslimited (BVI) 100%, Advance Wealth Finance Ltd 49, 23%, PT. Union Sampoerna 9,85%, Stephanus Turangan 0,31%, David Agus 0,25%, Syafriandi A Saleh 0,24% dan Masyarakat 40,13%.

Mengenai hasil penyidikan Kejaksaan Agungterkait FRAUD nya Jiwasraya, saat ini telah memeriksa manajemen PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk saat ini berstatus “saksi” yakni Stephanus Turangan sebagai Presiden Direkturserta sekaligus pemegang saham 0,13% Saham dan telah menggeledah kantor PT. Trimegah Sekuritas Indonesia. Tbk sekitar tanggal 08 Januari 2020 yang lalu bersamaan dengan 13 perusahaan lainnya, diantaranya PT. Hanson Internasional (MYRX)

– HARY PRASETYO

Kembali pada Profile ringkas Tersangka HARY PRASETYO , yang ternyata memiliki keterkaitan sebelumnya dengan PT. Trimegah Securities Tbk:

HARY PRASETYO Lahir di Cimahi pada tanggal 5 Maret 1970, bergelar Sarjana Ekonomi dari Pittsburgh State University 1993 dan bergelar MBA dari City University Portland Amerika serikat 1997, sebelumnya ia beraktifitas sebagaiDirektur Keuangan Jiwasraya sejak tanggal 15 Januari 2008, lalu ditunjuk kembali sebagai Direktur Keuangan Jiwasraya ditahun 2013 –2018 dan ditahun 2013 ini lah di orbitkannya program JS Saving Plan yang bermasalah “FRAUD atau GAGAL BAYAR” saat ini, sebelumnya HARY PRASETYO mendirikan perseroan dan sekaligus menjabat sebagai Direktur Utama PT. Dhana Wibawa Arta Cemerlang ditahun 1994-1995, lalu ia menjabat Internal Auditor PT Artha Graha Sentral di tahun 1998-1999, selanjutnya HARY PRASETYO bergabung di PT. Trimegah Securities Tbkditahun 2002- 2005 menjabat sebagai Vice President Investmen Banking dan ditahun yang sama ia juga menjabat di PT. Batasa Capitaltahun 2002-2005 dan karier berikutnya sebagai Direktur Utama lalu Komisaris di PT. Lautan Dhana Investment Management tahun 2005-2008 (saat ini telah berubah nama menjadi PT. LOTUS ANDALAN SEKURITAS), dengan nilai kekayaan dalam data LHKPN KPK Rp. 37.907.422.262,-, terhitung sejak bulan Mei 2018 sampai dengan 19 Oktober 2019 jabatan terakhirnya sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian III bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi pada Kantar Staf Presiden RI.

HARY PARSETYO dikabarkan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan HERU HIDAYAT , JIWASRAYA dibawah kepemimpinan Direktur Utama HENDRISMAN RAHIM dan Direktur Keuangan HARY PRASETYO ditahun 2013 membeli saham PT. TRADA ALAM MINERAL, Tbk sebesar 5, 87% dengan nilai Rp. 1300/lembar sahamnya atau setara dengan Rp. 760 miliar, namun saham tersebut anjlok menjadi Rp. 121 pertanggal 24 Juni 2019bahkan mencapai harga Rp. 50/lembar sahamnya saat ini.

HARY PRASETYO, HERU HIDAYAT dan BENNY TJOKRO (Komisaris PT. HANSON INTERNASIONAL Tbk) terhitung sejak selasa tanggal tanggal 14 Januari 2020 serta HENDRISMAN RAHIM serta SYAHMIRWAN mantan Kepala Divisi Investasi dan KeuanganJiwasraya bersamaan waktunya telah ditetapkan sebagai TERSANGKA dan di tahan oleh penyidik Kejaksaan RI.

Langkah penyidik Kejaksaan Agung RI selanjutnya ditanggal 06 Februari 2020 kembali melakukan penetapan TERSANGKA sekaligus melakukan penahanan terhadap JOKO HARTONO TIRTO Direktur PT. MAXIMA INTEGRA INVESTAMA.

Tercatat diantaranya beberapa saham yang dibeli oleh JIWASRAYA antara lain saham di antaranya : PT. Semen Baturaja Tbk (SMBR)(Kode transaksi di Bursa Efeke Indonesia/Pasar Modal) dengan situasi kinerja saham di tahun 2017 (+)36,46% lalu anjlok di tahun 2018-53,89% dan kembali anjlok ke (-)74,78% ditahun2019 , PT. SMR Utama, Tbk (SMRU) dengan situasi kinerja saham di tahun 2017 (+)41,76% lalu anjlok di tahun 2018 (+)34,85% dan kembali anjlok drastis terjun bebas ke (-)92,31% ditahun2019, Khususnya pula di PT. PP Properti, Tbk (PPRO) dengan situasi kinerja saham di tahun 2017 saja sudah mines yakni (-)44,13% lalu tetap anjlok di tahun 2018 (-)37,58%% dan kembali anjlok ke (-)41,28% ditahun 2019, PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dengan situasi kinerja saham di tahun 2017 (-)25,94% lalu masih anjlok di tahun 2018 (-)11,12% dan kembali anjlok di (-)39,32% ditahun 2019, PT. Asrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan situasi kinerja saham di tahun 2017 (+)0,00% lalu anjlok di tahun 2018 (-)29,58% dan kembali naik di (+)0%% ditahun 2019.

Lalu pembelian atau penempatan tidak langsung JIWASRAYA pada saham di PT. Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR) dengan situasi kinerja saham di tahun 2017 (+)69,33% lalu meningkat tajam drastic di tahun 2018(+)2006,30%% dan kembali anjlok drastic ke (-)79,44% ditahun 2019, PT. Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) dengan situasi kinerja saham di tahun 2017 sudah mines (-)40,74%% lalu sempat menigkat di tahun 2018 (+)62,50% dan kembali anjlok di (-)12,31% ditahun 2019, PT. Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) dengan situasi kinerja saham di tahun 2017 sudah pada level mines (-)66,41% lalu masih anjlok di tahun 2018 (-) 62,41% dan kembali meningkat ke 0% ditahun 2019, PT. Pool Advista Finance Tbk (POLA) dengan situasi kinerja saham di tahun 2018 pada posisi (+)1529, 63% dan kembali anjlok drastic ke (-) 88,09% ditahun2019, PT. Trada Alam Minera Tbk (TRAM)dengan situasi kinerja saham di tahun 2017 (+)44,91% lalu anjlok di tahun 2018 (-)14,14% dan kembali anjlok drastic ke level terendah (-)70,59% ditahun 2019.

Guna memperjelas siapa HERU HIDAYAT , BENNY TJOKRO dan JOKO HARTONO TIRTO berikut saya uraikan profile ringkasnya, yang nanti akan saya uraikan pula tentang masing-masing perseroan yang telah diperiksa oleh Kejaksaan Agung RI berupa profiling masing-masing perseroan.

– HERU HIDAYAT

Dari data digital dapat diprofiling tentang sosok seorang HERU HIDAYAT yang terkenal sebagai seorang pebisnis Indonesia yang telah menjabat pimpinan tertinggi dilebih dari 5 (lima) perusahaan yang berbeda diantaranya sebagai Presiden Komisaris di PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) dan pemegang 2,94% saham,(emiten yang sahamnya dibeli Jiwasraya lebih dari 5,44% bergerak dibidang budidaya, distribusi dan perdagangan ikan arwana), merangkap sebagai Presiden Komisaris di PT Maxima Integra Investama, lalu sebagai Direktur di PT Maxima Agro Industri, dan Presiden Komisaris PT Gunung Bara Utama Indonesia. Dalam karier lainnya ia pernah pulamenjabat sebagai Presiden Komisaris di PT Inti Kapuas Arwana Tbk. Jabatan ini hanya ia emban selama delapan bulan, hingga berakhir pada Desember 2005. Kemampuan luar biasa ia miliki di saat yang sama, ia juga bekerja sebagaiDirektur di PT Plastpack Ethylindo Prima pada 2000-2005, lalu Presiden Direktur di PT . Inti Indah Dunia Plasindo (2004-2005), dan DirekturPT Inti Kapuas Arowana (2004-2005),selanjutnya kedudukan eksekutif lainnya ia raihsebagai Presiden Komisaris di PT TRADA alam Minera Tbk dan sekaligus menjabat pula sebagai Presiden Komisaris di PT Maxima Integra Investama.

Timbul pertanyaan bagi saya dan dimungkinkan pula timbul pertanyaan dari masyarakat awam “apakah diperbolehkan rangkap Jabatan dalam perseroan terbatas” sebagaimana yang dilakukan oleh HERU HIDAYAT, untuk itu sedikit saya akan uraikan tentang ketentuan yang diatur oleh UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang mengatur tentang DIREKSI PERSEROAN, tidak terdapat larangan yang tegas pada pasal 93 ayat (1) UUPT yang hanya mengatur “anggota Direksi adalah orang perseorangan yang cakap untuk melakukan perbuatan hukum kecuali terbukti orang perseorangan tersebut 5 (lima) tahun sebelum pengangkatannya pernah : (a) dinyatakan pailit, (b) dinyatakan bersalah saat ia menjabat Direksi atau Komisaris yang menyebabkan perseroan dinyatakan pailit, (c) dihukum bersalah melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara (TIPIKOR) dan/atau yang berkaitan dengan sectorkeuangan.

Namun pasal 93 ayat (1) UUPT ini terkesan ambivalen oleh karena pada ayat (2) UUPT memberi kesempatan MELARANG RANGKAP JABATAN Direksi sekaligus juga Komisaris diperseroan yang berbeda , yakni berdasarkan pada aturan yang diatur oleh UU lainnya; UU yang mengatur larangan rangkap jabatan tersebut hanyalah UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan usaha Tidak Sehat namun terbatas hanya pada larangan di perseroan yang pasar atau bidang usahanya sama atau secara bersamaan menguasai pangsa pasar barang dan/atau jasa tertentu. Sehingga saran saya WAJIB dilakukan perubahan ketentuan perundang-undangan terkait RANGKAP JABATAN Direksi dan/atau Komisaris di perseroan yang berbeda guna menghindari terulangnya peristiwa JIWASRAYA Gate ini.

– BENNY TJOKRO

Kembali kepada siapa sosok seorang BENNY TJOKRO.

BENNY TJOKRO panggilannya sedangkan lengkapnya bernama BENNY TJOKROSAPUTRO merupakan sosok yang tidak asing di pialang investor saham, ia putra pertama yang lahir diSurakarta tanggal 15 Mei 1959 dari pernikahan Handoko Tjokrosaputro dan Lita Anggriani serta cucu KASOM TJOKROSAPUTRO seorang pendiri grup usaha BATIK KERIS , ia ditahun 2018 termasuk orang terkaya ke 43 di Indonesia versi Forbes dengan nilai kekayaan US$ 670 juta. Ia memulai melakukan investasi saham secara otodidak dengan membeli saham PT Bank Ficorinvest Tbk saat IPO begitu pula saham di PT Aneka Tambang, Tbk, kemudian iamengambil alih PT. HANSON INTERNASIONAL Tbk (MYRX) dalam bisnis residensial dipinggiran Jakarta Barat dan berkantor di Mayapada Tower 1 lantai 21 Jl Jend Sudirman, Jakarta Selatan , yang sebelumnya bergerak dibidang garmen dan ia mengambil alih perseroan milik adiknya yang tersangkut hutang besar di Bank Mandiri dan BNI Sekuritas yakni PT. Primayudha Mandirijaya.

– JOKO HARTONO TIRTO

Sosok ini sebelumnya menjabat sebagai Direktur PT. Inti Agri Resources Tbk (IIKP) di tahun 1999 sedangkan Direktur Utamanya adalah SUSANTI HIDAYAT, perseroan ini sebahagian besar sahamnya dimiliki oleh HERU HIDAYAT yang menjabat Presiden Komisarisnya dan HERU HIDAYAT saat itu menjabat pula sebagai Direktur di PT. MAXIMA AGRO INDUSTRI, JOKO HARTONO TIRTO alumnus Universitas Bina Nusantara, selanjutnya ia menjabat pula sebagai Direktur di PT. MAXIMA INTEGRA INVESTAMA.

Kemudian dalam persoalan FRAUD nya Jiwasraya sebagaimana tersebut diatas , berikut saya Profilling berdasarkan data digital masing-masing perusahaan tersebut sebagaimana akan terurai dibawah ini .

– PT. TRADA ALAM MINERA ,Tbk

Saya memprofiling tentang PT. Trada Alam Minera Tbk (TRAM) yang merupakan perusahaan yang bergerak dibisnis penyediaan jasa transportasi laut, pertambangan, konstruksi dan jasa perdagangan umum lainnya , dan pemegang saham (TRAM) diantaranya adalah HERU HIDAYAT yang juga memiliki keterlibatan dalam kasus “FRAUD”nya Jiwasraya serta telah ditetapkan sebagai TERSANGKA dan telah ditahan oleh Penyidik Kejaksaan Agung RI..

Untuk diketahui, pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Trada Alam Minera Tbk sebelum PUT I yaitu : PT Trada International. (13,42%) dan PT Trada Resources Indonesia (12,16%) yang pemilik sahamnya jugaHERU HIDAYAT.

Kemudian terdapat data digital yang saya peroleh terlihat ada hubungan yang erat (terafiliasi) antara PT. TRADA ALAM MINERA, Tbk dengan PT. SMR Utama, Tbk (SMRU), yang juga akan saya uraikan secara lugas terang benderang dan sistematis dalam episode ke 4 ini.

Kembali pada PT Trada Alam Minera Tbk , perseroan ini didirikan di Jakarta dengan nama sebelumnya adalah PT Panji Adi Samuderaberdasarkan Akta Pendirian No. 18 tanggal 26 Agustus 1998, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Panji Adi Samudra No. 9 tanggal 25 Februari 1999, keduanya dibuat di hadapan Anasrul Jambi. SH, Notaris di Jakarta, dan Akta Perubahan No. 3 tanggal 9 Agustus 1999, yang dibuat di hadapan Rully Akbar. SH, Notaris pengganti dari Anasrul Jambi. SH, Notaris di Jakarta, Ketiganya telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C-18.790HT.01.01.TH.99 tanggal 15 November 1999, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kedoya Jakarta Selatan di bawah No. 467/BH/09.03/V/2000 tanggal 20 Mei 2000 dengan Tanda Daftar Perusahaan No. 090316129907 (“TDP”) serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal 6 Agustus 2004, Tambahan No. 7664.

Perseroan pernah merubah namanya dari PT Panji Adi Samudera menjadi PT Trada Maritime berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Panji Adi Samudera No. 28/2007, dibuat di hadapan Notaris Edi Priyono. SH, Notaris di Jakarta, (“Akta No. 28/2007”) telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui keputusan Nomor W&-10033 HT.01.04TH.2007 tanggal 11 September 2007 dan berdasarkan Akta No. 66/2008 yang dibuat oleh Notaris Fathia Helmi. SH, Notaris di Jakarta, status Perseroan berubah dari Perseroan tertutup menjadi Perseroan terbuka (“Akta No. 66/2008”). Akta No. 66/2008 telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui keputusan Nomor AHU36918.H.01.02.Tahun 2008 tanggal 30 Juli 2008.

Namun selanjutnya berdasarkan pada Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Trada Maritime Tbk No. 14 tertanggal 19 Oktober 2017, dibuat di hadapan Notaris Rini Yulianti, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 14/2017”) Perseroan kembali merubah Namanya dari PT Trada Maritime Tbk menjadi PT Trada Alam Minera Tbk, sebagaimana dimaksud dalam Akta No. 14/2017 dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui keputusan Nomor AHU-0021933.AH.01.02. Tahun 2017 tanggal 23 Oktober 2017 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0132995.AH.01.11 Tahun 2017 tanggal 23 Oktober 2017.

Selanjutnya terjadi kembali perubahan sebagai dimaksud dalam Akta No. 17/2019 tentang perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terakhir. Yang dibuat di hadapan Notaris Rini Yulianti, SH, Notaris di Jakarta yang isinya berupa persetujuan perubahan tentang ketentuan tentang peningkatan Modal Dasar Perseroan, Penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan yang berlaku dan Penyesuaian susunan Direksi Perseroan sehubungan dengan peraturan Bursa Efek Indonesia (“Akta No. 17/2019”).

Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasarnya atas Akta No. 17/2019 telah diterima oleh Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui suratnya No. AHU-AH.01.03-0301156 dan No. AHUAH.01.03-0301157 tanggal 22 Juli 2019. (“Akta No. 17/2019”) telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui keputusan Nomor AHU 0039849.AH.01.02 TAHUN 2019 tanggal 22 Juli 2019 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0115907.AH.01.11.TAHUN 2019 tanggal 22 Juli 2019.

Berikut ini tentang Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham, berdasarkan Data Pemegang Saham per 30 Juni 2019 oleh PT. Ficomindo Buana Registrar dapat di Deskripsi tentang Struktur Permodalan dan JumlahSaham sebagai berikut :

Nilai Nominal Saham tercatat @ Rp100 per saham (Rp) dengan prosentase (%) serta Modal Dasar yang ada , dari 180.000.000.000 lembar saham dengan nilai Rp 18.000.000.000.000 , maka terdapat data bahwa PT Graha Resourcespemegang 21.419.069.747 lembar saham senilai Rp. 2.141.906.974.700 43.146 , sedangkan Masyarakat atau public (masing-masing kepemilikan di bawah 5%) memegang sebanyak 28.224.555.789 lembar saham dengan nilai nominal Rp. 2.822.455.578.900 56,854 , untuk Modal Ditempatkan dan Disetor untuk sejumlah 49.643.625.536 lembar saham dengan nilai nominal Rp. 4.964.362.553.600, dan terdapat 100 Modal dalam bentuk Portepel sebanyak 130.356.374.464. lembar saham senilai Rp. 13.035.637.446.400

Sebagaimana layaknya Pengelolaan Perseroan dilakukan oleh Direksi di bawah pengawasan Komisaris yang diangkat oleh RUPS. Hak dan Kewajiban Komisaris dan Direksi diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan. Direksi dan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS.

Terakhir susunan Kepengurusan dan Pengawasan Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris , jabatan Komisaris Utama : Heru Hidayat , Komisaris : Alfian Pramana sedangkan Komisaris Independen : Bambang Setiawan

Dewan Direksi , dijajaran Dewan Direksi terdapat nama-nama sebagai berikut : Jabatan Direktur Utama : Soebianto Hidayat, Direktur : Ismail , Direktur : Gani Bustan dan Direktur : Irwandy Arif

Namun terdapat lagi data digital yang kemungkinan luput dari pemeriksaan Kejaksaan Agung RI dan belum direlease tentang adanya perusahaan lain yang didirikan oleh PT Trada Alam Minera Tbk yakni PT. Inti Pancar Dinamikayang merupakan perubahan nama dari PT.Bangun Inti Dinamika.

– PT Inti Pancar Dinamika

PT Inti Pancar Dinamika ini didirikan di Jakarta , sebelumnya bernama PT Bangun Inti Dinamikaberdasarkan Akta Pendirian No. 19 tanggal 27 Juni 2014, yang dibuat di hadapan Harra Mieltuani Lubis, S.H, Notaris di Tangerang, yang telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU18586.40.10.2014 tanggal 22 Juli 2014, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kedoya Jakarta Selatan di bawah No. AHU0075597.40.80.2014 tanggal 22 Juli 2014 dengan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) No. 299/AC.3PT/31.73.08/-1.824.27/2018.

Kemudian Perseroan merubah nama dari PT Bangun Inti Dinamika menjadi PT Inti Pancar Dinamika berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 27 tertanggal 27 Desember 2017, dibuat di hadapan HarraMieltuani Lubis, S.H, Notaris di Tangerang (“Akta No. 27/2017”), Akta No. 27/2017 telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui keputusan Nomor AHU-0000580.AH.01.02.Tahun 2018 tanggal 12 Januari 2018 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0003570.AH.01.11 Tahun 2018 Tanggal 12 Januari 2018.

Adapun Anggaran Dasar PT Inti Pancar Dinamika terakhir diubah melalui Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 05 tertanggal 4 Juli 2019 (“Akta No.5/2019”). Akta tersebut menyetujui peningkatan Modal Dasar dan Modal Setor IPD, Perubahan Pemegang saham dan Perubahan Direksi dan Dewan Komisaris IPD. Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasarnya atas Akta No. 5/2019 telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui suratnya No. AHU-AH.01.03-0294136 dan No. AHU-AH.01.03-0294137 tertanggal 5 Juli 2019, dimana terjadi perubahan Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham PT Inti Pancar Dinamika

Deskripsi , Struktur Permodalan dan Jumlah Saham PT. Inti Pancar Dinamika sebagai berikut : Nilai Nominal Saham @ Rp500.000 per saham (Rp) (%) Modal Dasar 4.000 2.000.000.000 PT Trada Alam Minera Tbk 999 499.500.000 45, PT Inti Pancar Investa 666 333.000.000 35 dan PT Jaya Benua Energi 555 277.500.000 25 Modal Ditempatkan dan Disetor 2.220 1.110.000.000 , terdapat 100 Modal dalam Portepel 1.780 890.000.000

Pengelolaan PT. Inti Pancar Dinamika dilakukan oleh Direksi di bawah pengawasan Komisaris yang diangkat oleh RUPS. Hak dan Kewajiban Komisaris dan Direksi diatur dalam Anggaran Dasar PT. Inti Pancar Dinamika. Direksi dan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS. Susunan Kepengurusan dan Pengawasan PT. Inti Pancar Dinamika saat ini adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris , Komisaris Utama : Heru Hidayat , Komisaris : Paulus Wijaya

Sedangkan untuk Dewan Direksi , Direktur Utama : Phang Djaja Hartono , Direktur : Ismail Direktur : Kartino Pitojo Direktur : David Sebastian.

Berikut ini juga masih terdapat pula nama perusahaan yang belum terungkap di publish oleh Kejaksaan Agung RI apakah memiliki keterlibatan atau tidak, yakni PT. Khatulistiwa Sinar Investama yang didirikan juga oleh PT Trada Alam Minera Tbk dengan PT Semeru Infra Energi.

Laporan Informasi atau Fakta Material Sehubungan dengan Pendirian PT Khatulistiwa Sinar Investama dapat saya uraikan sebagai berikut :

– PT Khatulistiwa Sinar Investama

Pada tanggal 9 Oktober 2019berdasarkan Jenis Informasi atau Fakta Material menyatakan adanya Pendirian badan usaha antara PT Trada Alam Minera Tbk dengan PT Semeru Infra Energi yang telah mendapatkanPengesahan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-0052216.AH.01.01.TAHUN 2019 tertanggal 9 Oktober 2019.

Pendirian PT Khatulistiwa Sinar Investama (secara langsung) oleh Perseroan sebanyak 2.499 (dua ribu empat ratus sembilan puluh sembilan) lembar saham atau dengan nilai nominal sebesar Rp. 249.900.000,- (dua ratus empat puluh sembilan juta sembilan ratus ribu rupiah) dan PT Semeru Infra Energisebanyak 1 (satu) lembar saham atau dengan nilai nominal sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah).

Lika liku berbagai kiat usaha dilakukan di tahun 2017 PT. Trada Alam Minera Tbk melakukan Right Issue I (penawaran Umum secara terbatas I atau biasa disingkat dengan PUT – I dan PT. Graha Resources (Terafiliasi) sebagai Pembeli.

Dikutip dari data digital, PT. Trada Alam Minera Tbk merencanakan untuk menerbitkan saham baru sebanyak 39.899.731.158 dalam PUT – Itersebut , dengan rasio pembagian Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) adalah setiap 10 saham lama Trada Alam Minera Tbk yang dimiliki akan mendapatkan 41 HMETD, dimana setiap pemegang 1 HMETD berhak untuk membeli 1 Saham baru TRAM dengan nilai nominal Rp100,- setiap saham, dengan harga pelaksanaan Rp150,- per saham dan setiap 12 saham baru melekat 1 Waran Seri II yang diberikan secara cuma-cuma, dimana 1 Waran Seri II dapat membeli 1 saham biasa yang bernilai nominal Rp100,- per saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp155,- per saham.

Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down). PT Trada International dan PT Trada Resources Indonesia tidak akan melaksanakan HMETD yang ditawarkan sesuai dengan porsi sahamnya.

Jika saham baru yang ditawarkan dalam PUT I ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD porsi publik, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD publik lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya. Apabila setelah alokasi pemesanan saham tambahan, masih terdapat sisa saham baru, maka Pembeli Siaga, yaitu PT Graha Resources (Terafiliasi) akan membeli semua sisa saham yang tidak diambil bagian tersebut.

Disebutkan dalam data digital bahwa terdapat Rencana Penggunaan Dana yang di peroleh dari hasil PUT I setelah di kurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan sebagai berikut:

1. Sekitar 93,31% akan digunakan untuk pengembangan atau ekspansi usaha Perseroan, meliputi:(i) pembelian saham PT Semeru Infra Energi (SIE) dan PT Black Diamond Energi (BDE) yang meliputi:a) Pembelian senilai Rp504.999.999.900 atas 5.049.999.999 saham SIE dengan nilai nominal Rp100 per saham atau mewakili 99,99% modal disetor dan ditempatkan penuh PT Semeru Infra Energi (SIE) dari Para Penjual yakni:

– Saham milik PT Graha Resources dalam PT Semeru Infra Energi (SIE) sebesar 1.514.999.999 saham

– saham milik PT Pairidaeza Bara Abadi dalam PT Semeru Infra Energi (SIE) sebesar 1.010.000.000 saham;

– saham milik PT Gosyen Berkat Utama dalam PT Semeru Infra Energi (SIE) sebesar 1.515.000.000 saham;

– saham milik PT Pison Unggulan Utama dalam PT Semeru Infra Energi (SIE) sebesar 409.990.000 saham; dan

– saham milik Heru Hidayat dalam PT Semeru Infra Energi (SIE) sebesar 600.010.000 saham.

b) Pembelian senilai Rp99.999.900.000 atas 999.999 saham PT Black Diamond Energi (BDE)dengan nilai nominal Rp100.000 per saham atau mewakili 99,99% modal disetor dan ditempatkan penuh PT Black Diamond Energi (BDE) dari para penjual yakni:-saham milik Heru Hidayat dalam PT Black Diamond Energi (BDE) sebesar 949.999 saham; dan

-saham milik Alfian Pramana dalam PT Black Diamond Energi (BDE)sebesar 50.000 saham.

c) Penyetoran modal Perseroan kepada PT Semeru Infra Energi (SIE) sebesar-besarnya Rp1,50 triliun yang akan digunakan untuk pembayaran hutang kepada Heru Hidayat dan PT Graha Resources sebesar-besarnya Rp 927 miliar (pihak terafiliasi) danUOB Kay Hian Private Limited sebesar-besarnya Rp 573 miliar.

d) Penyetoran modal Perseroan kepada PT Black Diamond Energi (BDE) sebesar-besarnya Rp 375 miliar yang akan digunakan untuk pembayaran hutang kepada Heru Hidayat sebesar-besarnya Rp 35 miliar (pihak terafiliasi) dan UOB KH sebesar-besarnya Rp 340 miliar.

fakta lainnya terungkap kalau usaha bisnis ini saling terafiliasi satu dengan lainnya dimana PT Semeru Infra Energi (SIE) dan PT Black Diamond Energi (BDE) merupakan pemegang saham langsung dan tidak langsungPT Gunung Bara Utama yang juga ternyata terafiliasi dengan HERU HIDAYAT.

Menurut data digital yang diterbitkan menyebutkan kalau Transaksi ini merupakan Transaksi Afiliasi namun tidak memiliki benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam Peraturan No. IX.E.2 dan IX.E.1.

(ii) Pembelian sisa saham SMR Utama Tbk ( HYPERLINK “http://www.britama.com/index.php/2012/06/sejarah-dan-profil-singkat-smru/” \t “_blank”SMRU) sebanyak-banyaknya 6.236.807.717 saham atau mewakili sebanyak-banyaknya 49,90% modal disetor dan ditempatkan penuh SMRU, sebagai akibat pembelian (secara langsung) senilai Rp3.131.289.032.500 atas 100,00% kepemilikan PT Lautan Rizki Abadidalam SMRU sebesar 6.262.578.065 saham SMRU dengan harga pembelian sebesar Rp500 per saham atau mewakili 50,10% modal disetor dan ditempatkan penuh SMRU, sesuai dengan peraturan Bapepam dan LK No IX.H.1 yang mewajibkan Pengendali Baru untuk membeli sisa saham Perusahaan Terbuka (Penawaran Tender Wajib). Jika Penawaran Tender Wajib tidak terserap seluruhnya, maka kelebihanalokasi dana PUT I akan digunakan untuk melunasi sebagian atau seluruh fasilitas pinjaman yang diberikan UOB KH kepada Perseroan. Fasilitas pinjaman UOB KH merupakan fasilitas pinjaman yang diperoleh dari UOB KH dalam rangka pengambilalihan 6.262.578.065 saham di SMRU dari PT Lautan Rizki Abadi.

2. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan dan/atau Perusahaan Anak, antara lain perbaikan kapal, perbaikan peralatan, dan pembayaran kepada kontraktor.

Kemudian saya dapatkan pula data jejak digital per 03 July 2019 yang menyebutkan dalam keadaan “UTANG SEGUNUNG”, ternyata Trada Alam berani “Rilis 100 Miliar Saham Baru”, dimana Emiten pertambangan mineral PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) akan melakukan penambahan modal dengan cara menerbitkan saham baru dengan menawarkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue guna membayarkan utang perusahaan, dengan manuver penerbitan jumlah saham baru yangmencapai 201,43% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan, dengan total kewajiban TRAM sebesar Rp. 2,79 triliun yang terbagi atas kewajiban jangka pendek Rp. 1,67 triliuan dan jangka Panjang senilai Rp. 1,21 triliun.Sedangkan nilai utang terbesarnya berupa utang bank jangka pendek senilai Rp. 368 miliar, utang usaha pihak ketiga Rp. 211 miliar, utang MTN (medium term notes) Rp. 299,62 miliar, dan utang bank maupun Lembaga keuangan lainnya senilai Rp. 281 miliar, sedangkan Ekuitas TRAM pada periode ini senilai Rp. 5, 34 triliun artinya Debt to Equity Ratio nya (DER) sebesar 0,52 kali.

Lalu Per 1 Juli 2019, PT. Trada Alam Minera Tbk (TRAM) merubah kegiatan usaha utamanya dari industri transportasi menjadi pertambangan batubara,Berkantor di Gedung Sentral Senayan II, Lantai 27 Jl. Asia Afrika No. 8 rt 01/ rw 03, Gelora Tanah Abang, Jakarta.

Berikut ini data Afiliasi Anak Perusahaan PT. Trada Alam Minera Tbk (TRAM)

Nama Perusahaan

Persentase

Hanochem Labuan Samudera

PT. Agate Bumi Tanker

100%

90%

PT. Bahari Sukses Utama

99.99%

PT. Black Diamond Energy

99.99%

PT. Hanochem Shipping

51%

PT. Inti Pancar Dinamika

99.8%

PT. Semeru Infra Energi

99.99%

PT. SMR Utama Tbk

52.3%

PT. Trada Offshore Services

99.99%

PT. Trada Shipping International

PT. Trada Tug and Barge

90%

51%

PT. Trada Dryship

Trada Dryship Singapore Pte, Ltd

80%

100%

Manajemen PT. Trada Alam Minera Tbk (TRAM) berdasarkan data idnfinancial.com/id/tram/pt-trada-alam-minera-tbk

 Heru Hidayat;Presiden Komisaris

 Alfian Pramana;Komisaris

 Bambang Setiawan;Komisaris Independen

 Soebianto Hidayat;Presiden Direktur

 Gani Bustan;Direktur

 Ismail;Direktur

 Bambang Setiawan;Presiden Komite Audit

 Budi Purwanto;Komite Audit

 Veronika Yuliani;Komite Audit

– PT. Graha Resources Indonesia

Perusahaan ini merupakan salah satu pemegang saham di PT. Trada Alam Minera Tbk ini , Berkedudukan Jalan A1 8 Kemayoran Serdang Jakarta, lalu berkantor di Trada Building , Jl. Kyai Maja No. 4 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, bergerak dibidang industrypertambangan, didirikan pertama kali ditanggal 27 Januari 2011 berkedudukan di Sentral Senayan II Lantai 27 Unit 227A Jl. Asia Afrika No. 8 Kel. Gelora Kec. Tanah Abang Jakarta Pusat, dengan susunan Pemegang Saham PT. Graha Resources yakni PT. Inti Graha Investa (99,98%) dan Heru Hidayat (0,02%).

Ternyata pemegang saham pengendalinya juga tetap dikuasai oleh HERU HIDAYAT.

– PT Inti Agri Resources Tbk

PT. Inti Agri Resources Tbk (IIKP) bergerak dalam bidang budidaya, distribusi dan perdagangan ikan arwana. Perusahaan juga bergerak di bidang perkebunan. Produk utamanya adalah Super Red Arowana, yang mengusung nama merek ShelookRED.

Sebelumnya bernama PT. Inti Kapuas Arowana Tbk ( HYPERLINK “https://id.wikipedia.org/wiki/IDX” \o “IDX” IDX: HYPERLINK “https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/profil-perusahaan-tercatat/detail-profile-perusahaan-tercatat/?kodeEmiten=IIKP”IIKP) merupakan  HYPERLINK “https://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_multinasional” \o “Perusahaan multinasional” perusahaan multinasional yang bergerak di dalam bidang penangkaran  HYPERLINK “https://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_hias” \o “Ikan hias” ikan hias, khususnya ikan  HYPERLINK “https://id.wikipedia.org/wiki/Arowana” \o “Arowana” Arowana. Berkantor pusat di HYPERLINK “https://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta” \o “Jakarta” Jakarta,  HYPERLINK “https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia” \o “Indonesia” Indonesia, perusahaan ini merupakan satu-satunya perusahaan penangkaran dan perdagangan ikan arowana yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.

Kegiatan penangkaran ikan arowana dilakukan oleh anak perusahaan, PT Istana Bahari. Di Jakarta, perusahaan ini memiliki outlet yang menyediakan layanan penyewaan dan perawatan ikan. Shelook RED adalah merek dagang ikan Arowana Super Red yang ditangkar oleh IIKP.

PT. Inti Agri Resources Tbk (IIKP) didirikan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Inti Agri Resources Tbk No. 48 tanggal 30 Juni 2015 oleh Muhammad Hanafi, S.H, maksud dan tujuan Perusahaan berusaha dalam bidang perikanan, perdagangan dan perkebunan.Berkantor di Gedung Puri Britania T7 B27-29,Kembangan Selatan Jakarta; Jakarta; Kode Pos: 11610.

Heru Hidayat saat ini merupakan Komisaris Utama IIKP. Heru memiliki saham di IIKP secara tidak langsung melalui PT Maxima Integra Investama. Perusahaan yang dipegang 99,5% oleh Heru itu memiliki saham PT Maxima Agro Industri Tbk sebesar 99%, sedangkan PT Maxima Agro Industri itu kini memiliki 6,3% saham IIKP.

– PT. Eureka Prima Jakarta Tbk.

PT. Eureka Prima Jakarta Tbk. (LCGP), dahulubernama PT. Laguna Cipta Griya Tbk., beroperasi dalam pengembangan dan penjualan real estate. LCGP juga bergerak dalam bidang jasa keagenan dan kontraktor, perdagangan umum, percetakan, pertambangan, pertanian,perkebunan, transportasi darat dan pembangunan infrastruktur pembangkit listrik. Proyek LCGP meliputi Puri Cilegon Hijau dan Puri Krakatau Hijau yang terletak di Banten, Indonesia. LCGP tercatat di Bursa Efek Indonesia di tahun 2007 pada Papan Pengembangan. Perusahaan didirikan pada tahun 2004 dan berpusat di Jakarta, Indonesia, berkantor di Equity Tower Lantai 19,Sudirman Central Business District Lot 9,Jalan Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta; Jakarta; Kode Pos: 12190

– PT Gunung Bara Utama.

PT Gunung Bara Utama (“GBU”) adalah perusahaan pertambangan batubara Indonesia yang didirikan pada bulan Maret 2007 dengan total area konsesi 5.350 Ha. Tambang GBU terletak di desa Mantar, kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Indonesia.

‎PT HYPERLINK “https://www.tribunnews.com/tag/trada-maritime” Trada Maritime Tbk (TRAM) telah mengakuisisi perusahaan di sektor pertambangan, energi, dan jasa pendukungnya sebagai strategi diversifikasi bisnis perseroan.

Perusahaan yang akan diakusisi adalah HYPERLINK “https://www.tribunnews.com/tag/pt-gunung-bara-utama-gbu” PT Gunung Bara Utama (GBU)di sektor batubara dan HYPERLINK “https://www.tribunnews.com/tag/pt-smr-utama-tbk” PT SMR Utama Tbk (SMRU)‎ di bidang jasa pertambangan.

PT. Gunung Bara Utama berkantor pusat di Bapindo Plaza, Citibank Tower 27th Jl. Jned. Sudirman Kav 54-55 Jakarta Selatan 12190.

Pemegang Sahamnya adalah PT Batu Kaya Berkat sebanyak 74,81% dan PT Black Diamond Energy sebanyak 25,19%.

Terhitung sejak tanggal 31 Januari 2020 Saham TRAM dimiliki oleh HERU HIDAYAT sebesar 14,21% dan PT. Graha Resources sebanyak 13,02%.

Jajaran Manajemen PT. Gunung Bara UtamaPenasehat TeknisBambang Setiawan,Gelar master dari Institut Teknologi Bandung (ITB) di Teknik Eksplorasi Pertambangan, Gelar Sarjana Geologi dan Eksplorasi Tambang dari The Ecole Nationale Superieure Des Mines de Paris, PrancisSebelumnya adalah Direktur Jenderal Mineral, Batubara, dan Panas Bumi di Kementerian Energi dan Resor mineral Republik Indonesia.

Komjend Pol (Purn) Mathius SalempangMantan Deputi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menangani Divisi Kriminal (“Bareskrim”)Mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (“Kapolda”) untuk Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

PengelolaanSoebianto Hidayat selaku Direktur UtamaLebih dari 20 tahun pengalaman sebagai pemilik dan mengelola tambang batubara. Sebelumnya, pemilik dan CEO tambang batu bara di Kalimantan Selatan.

Erwin Manurung selaku Manajer Umum, Tambang Teknis & Perencanaan, Gelar sarjana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) di bidang teknik pertambangan, 14 tahun pengalaman di perusahaan pertambangan internasional di 3 negara: Australia, AS dan Indonesia (Freeport Indonesia, Sumber Daya Energi Australia dan lainnya).Spesialisasi dalam perencanaan dan rekayasa tambang, desain tambang terkomputerisasi, optimasi lubang, proyek geoteknik dan evaluasi.

Ganesan Veeraraghavan selaku Manajer Umum, Operasi & Pemeliharaan Tambang, Gelar sarjana dari PSG College of Technology di bidang Teknik Listrik dan Elektronik, Berpengalaman lebih dari 20 tahun di India dan Indonesia meliputi divisi pengadaan, logistik, produksi dan pemeliharaan pabrik

Djaja Hartono selaku Manajer Umum, Dukungan Operasi TambangGelar sarjana di bidang teknik sipil, Lebih dari 10 tahun pengalaman real estat, menangani izin dan lisensi

Darma W. Nubary, selaku Manajer Umum, KeuanganGelar Master dari University of San Francisco jurusan Ekonomi Keuangan, Lebih dari 10 tahun pengalaman keuangan progresif dan langsung dalam manajemen keuangan, investasi & analisis di 3 industri dan 2 negara (AS dan Indonesia)

Krisdaryadi, selaku Manajer Umum, Sumber Daya ManusiaSarjana dari Universitas Gajah Mada jurusan psikologiLebih dari 8 tahun pengalaman dalam minyak, gas, dan pertambangan10 tahun bertugas di Angkatan Laut Indonesia, dengan posisi terakhir sebagai Kepala Seksi Angkatan Laut

…………..bersambung ke episode 5

Komentar

News Feed