Politik

Warinussy Mendorong Drs. Dominggus Mandacan, bertarung Lagi Menjadi Kepala Daerah, Ditahun 2024 Mendatang

mmcnews00
×

Warinussy Mendorong Drs. Dominggus Mandacan, bertarung Lagi Menjadi Kepala Daerah, Ditahun 2024 Mendatang

Sebarkan artikel ini
Img 20240310 Wa0096

Transisinews.com. Sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy secara pribadi dan sebagai pemimpin salah satu organisasi non pemerintah (Non Governmental Organization/NGO) yang berfokus dalam upaya penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia di Tanah Papua dengan ini menyampaikan pandangan bahwa kami menaruh hormat pada keinginan pribadi Bapak Drs.Dominggus Mandacan dan keluarga serta tim kerjanya untuk maju kembali dalam kontestasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) tahun 2024 mendatang.

LP3BH memandang bahwa rencana dan langkah baik Bapak Dominggus Mandacan tersebut adalah cukup rasional dan sesuai makna historis posisi Mandacan sebagai salah satu anak asli Papua yang lahir dari keluarga ningrat di Manokwari, yaitu Lodwijk Mandacan (almarhum). Almarhum Lodwijk Mandacan adalah salah satu sosok penting dalam sejarah politik tanah Papua sebagai dimaksud dalam konsideran menimbang huruf e, dari Undang Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Ungkanya

Warinussy menambahkan, Ayah kandung Drs.Dominggus Mandacan itu kendatipun sempat menjalani “penahanan rumah” di Jayapura atas dugaan pidana yang tidak dibuktikan melalui pengadilan yang adil dan fair. Namun almarhum Lodwijk Mandacan sempat menerima penghargaan Negara Republik Indonesia berupa pangkat Mayor Tituler Lodwijk Mandacan hingga akhir hayatnya. Lodwijk Mandacan juga berjasa bagi peletakkan dasar kemandirian pembangunan kota Manokwari saat ini, yaitu dengan menerima berbagai suku bangsa lain untuk datang, tinggal, hidup bersama dan memulai membangun kota Manokwari sejak dahulu hingga saat ini.

Terbukti ada suku-suku asal Biak Numfor yang menempati pesisir Biryosi hingga Wosi dan Rendani. Juga keluarga besar Yapen Waropen dari kampung Ansus, Ambai dan sekitarnya yang mendiami kawasan pesisir pantai Fanindi belakang mall (Fanimo) dan juga Sowi pantai. Serta suku-suku lain di Manokwari dan sekitarnya. Termasuk suku asal Buton, Bugis, Makassar (BBM) di sekitar kawasan pantai Borarsi, Borobudur hingga Fanindi dan Sanggeng pantai (Fisirey). Serta pula suku-suku non Papua lainnya seperti suku Jawa, Sunda, Bali, Batak Sumatera Utara), Padang (Sumatera Barat), bahkan Flobamora (NTT) maupun suku Key dan Maluku pada umunya di Manokwari dan sekitarnya. Ujar Warinussy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *