Sen. Jul 22nd, 2019

transisinews.com

Membangun Persatuan Bangsa

Tolak Kerusuhan Pilpres, Sejumlah Tokoh Lintas Nasional Angkat Bicara

2 min read

TRANSISI, – Menghadapi sengketa Pilpres 2019 tahun ini, sejumlah tokoh di tanah air mulai angkat bicara. Mereka menolak segala bentuk kerusuhan.

Hidayatul, salah seorang tokoh agama dari Banten menolak keras atas ajakan untuk melaksanakan aksi di kantor Mahkamah Konstitusi (MK) Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, saat sedang berlangsungnya sidang Pilpres 2019.

Saat ditemui awak media, Jum’at (21/6/2019), dirinya sangat menolak aksi kerusuhan di kantor MK, karena sangat menggangu aktifitas jalannya sidang sengketa Pilpres 2019 tersebut.

Ia sangat mengharapkan semakin terjalinnya persatuan dan kesatuan bangsa agar bisa maju dan damai. Sehingga membuat masyarakat menjadi lebih tenang hingga memberikan iklim yang sejuk. Agar para pengemban tugas dapat melakukan tugasnya dengan baik, tidak ada masyarakat yang mengintervensi badan-badan negara.

Kepada masyarakat agar tidak mudah dapat terprovokasi oleh oknum-oknum tertentu yang ingin mengajak untuk melakukan aksi.

Tokoh nasional, Jusuf Kalla juga angkat bicara, meminta agar masyarakat tetap tenang, karena setiap persoalan bisa diselesaikan dengan dialog. Oleh karena itu, ia mengharapkan pihak yang tak menerima hasil Pilpres bisa menyelesaikan permasalahannya dengan dialog.

Ia meyakini negara melalui aparatnya bisa memberikan solusi yang terbaik bagi semua pihak dengan cara berdialog.

Kalla mengingatkan, jika kerusuhan terus meluas maka masyarakat sendiri yang akan dirugikan sebab perekonomian akan lumpuh.

Ia lantas mencontohkan kerusuhan pada tahun 1998 yang mengakibatkan krisis ekonomi besar-besaran. Kalla meminta masyarakat tetap tenang dan tak terprovokasi.

“Kalau apabila terjadi kerusuhan, kerugiannya juga kepada kita semua. Ekonomi kita, secara keseluruhan, dan masyarakat akan kena,” ujar Kalla.

Bahkan menghadapi sengketa Pilpres di MK ini, tokoh Forum Kebangsaan Indonesia, Agun Gunandjar Sudarsa juga mengeluarkan maklumat himbauan kebangsaan.

Mari kita hormati dan hargai proses di MK sampai Tuntas seluruh tahapan Pemilu 2019.

Kita ciptakan kondisi yang semakin sejuk, kondusif, menghindari konflik yang
masih mungkin terjadi.

Membantu penyelenggara Pemilu, Polri dan TNI untuk menjalankan tugas negara sesuai tupoksi masing-masing.

Kita majukan dan teruskan semangat juang keragaman, dengan saling mengakui, menerimakan, menghargai dan menghormatinya, tanpa harus melecehkan dan merendahkannya.

Perbedaan adalah kehendak dan ciptaan Tuhan YMK, oleh karenanya Hidup, Kehidupan dan Penghidupan adalah Ujian bagi kita. Sikapi dengan arif dan bijak perbedaan yang ada.

Terimakan apa adanya, semua sudah ada aturannya. Baik sebagai pribadi, warga negara, maupun sebagai hamba Allah, Tuhan Yang Maha Esa.

Percayakan semua kepada pihak yang memiliki kewajiban dan kewenangan masing-masing. (Rei -red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *