Kejaksaan Agung Diminta segera Turunkan Tim Khusus Terkait Dugaan Korupsi Proyek SDA Jakarta Barat

Istimewa

TRANSiSI,- Pekerjaan asal jadi dalam pengerjaan proyek normalisasi di wilayah suku dinas Air Jakarta Barat, yang diiduga pihak rekanan melaksanakan. dengan asal-asalan, Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA)Jakarta Barat nyaris merugi hingga Rp 20 miliar.

Bahkan, diduga keras proyek ini pun diberikan kepada pihak rekanan binaan alias kolusi.

“Belum kami bayarkan sepeserpun. Kalau dibayar, saya bisa dijerat korupsi,” tutur Kasudin Tata Air Jakarta Barat, Imron usai melakukan kegiatan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (TP4D) di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (24/8/2017) lalu.

Dalam kegiatan itu, terungkap beberapa proyek dinilai asal jadi dan tanggul yang tidak sesuai spek, serta beberapa titik kali yang tidak dikerjakan. Melihat kondisi demikian, kata Imron, Kajari Jakbar Reda menyarankan untuk tidak melakukan pembayaran.

Sementara  itu, Menurut Lembaga Swadaya Masyarakat( LSM ) Suara Pemuda Indonesia( SPI) kasus dugaan korupsi normalisasi Jakarta Barat sejak tahun 2013 telah terbukti menyeret sejumlah pejabat Jakarta Barat, termasuk mantan Wali Kota Jakarta Barat, Fatahilla dan Sekretaris Kota, Asril Marzuki keduanya diduga kuat terlibat dalam kasus korupsi senilai Rp4,8 miliar dari yang diajukan Rp12 miliar.

Kini agar kejadian serupa tak terjadi LSM SPI akan meminta kejaksaan dan KPK  memanggil Sudin Sumber Daya Air dan rekanan yang bekerja dalam 3 Tahun terakhir ini.

Terkait hal itu Imron selaku Kasudin SDA Jakarta Barat yang dimintai tanggapannya, terkait normalisasi kali dan saluran, mengatakan,”silahkan tanyakan pihak terkait”, katanya seakan tak peduli.(red-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *