Sab. Jul 20th, 2019

transisinews.com

Membangun Persatuan Bangsa

Dibalik Lapas Sukamiskin Mencari Pemimpin Berani Membongkar Mafia Hukum untuk Indonesia

2 min read

TRANSISI,- Virall Surat Terbuka dari balik lapas Sukamiskin, Bandung untuk Presiden Joko Widodo untuk membongkar tebalnya mafia hukum, hal ini diterima redaksi transisi  di tengah semakin kuatnya seorang warga negara yang sedang ditahan di lapas tersebut untuk berpesan kepada para petinggi negeri ini, Khususnya kepada Presiden RI dan sekaligus Capres yang sedang bertarung di pemilu nantinya.

Hal ini dikatakan dalam pesan yang diterima atas nama Rohadi. Berikut surat terbuka yang disampaikan dan meminta agar segera dipanggil orang-orang yang terlibat di dalam Mafia Hukum kasus Suap pedangdut Saiful Jamil, yang di tenggara dugaan masih banyak nya kejanggalan dalam penahanan dirinya seorang.

Beranikah Capres Paslon 02 berjanji bila terpilih membongkar Mafia Hukum untuk Rohadi, tanyanya.

Sementara sebentar lagi perhelatan rakyat melalui Pemilu akan dilaksanakan, 17 April 2019 nanti Rohadi ingin mendapatkan keadilan dan kerjanya dari penguasa RI-1 nantinya? Tanyanya dengan harapan.

Masyarakat minta kasus Rohadi segera di usut tuntas, saat di KPK.

“Namun, tujuan surat terbuka ini diharapkan dapat membuka dinding mafia hukum di negeri ini”, ungkap Rohadi.

Berharap pemimpin saat ini berani mengungkap kebenaran dan keadilan bagi rakyatnya untuk masyarakat adil dan sejahtera.(Paslon 01)

Sementara itu, untuk membuka dan menyingkap apa yang dimaksud dengan pemimpin yang berani membongkar mafia hukum, Rohadi berharap dapat di berikan kesempatan agar dibuka fakta hukum apa yang menjadi surat terbuka yang sedang virall kini,  dan bila perlu hakim- hakim saat ini perlu dievaluasi dan terbukti dipecat,terangnya kepada transisi .

Ditempat terpisah Praktisi hukum Adherie Zulfikri kepada transisi mengatakan, kasus yang dialami saudara hakim paniertp pengganti di PN.Jakarta Utara itu sangat perlu ditanggapi dan dilakukan reformasi hukum, katanya.

Mafia hukum, itu ibarat kentut yang aromanya bisa wangi atau bau dan apa yang dimakan serta berdampak kepada orang disekitarnya, katanya menirukan pesan almarhum ayahnya juga sebagai guru hukum dalam tugasnya saat ini.

Lebih lanjut, Adherie Zulfikri meminta untuk Pemerintah saat ini dan yang akan datang untuk berani membongkar dan menangkap pelaku yang menyebarkan bau kentut tersebut, sehingga tidak menjadi aroma busuk yang merugikan orang lainnya, ungkap Adherie. (Red-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *