Masyarakat Peduli Keadilan Percaya Rohadi Sebagai Korban Mafia Peradilan

Istimewa

TRANSISI,- Masyarakat Peduli Keadilan mendesak KPK untuk mengungkap perkara Suap Syaiful Jamil di PN Jakarta Utara, KPK harus mengungkap aktor intelektualnya dalam kasus suap tersebut. Banyak nama hakim dan panitera yang disebut oleh Rohadi terpidana suap yang melalui buku yang telah ditulisnya dari Lapas Sukamiskin maupun yang telah dimuat diberbagai media. Hal ini dikatakan Syaiful selaku kordinator Aksi.

“Pertanyaan kami, kenapa KPK seolah tebang pilih dan belum menetapkan nama-nama tersebut sebagai tersangka. Padahal dalam kesaksian Rohadi di Persidangan telah mengungkapkan serta telah memberikan alat bukti yang cukup untuk menarik para jaksa dan hakim itu diseret ke meja hijau,”tegas Syaiful.

KPK juga harus membuka dan menyidik barang bukti milik Rohadi yang telah disita KPK pada point 36,38 dan 39 karena disana banyak pesan singkat maupun percakapan Rohadi dengan orang-orang tersebut. Bukan hanya itu termasuk rekaman CCTV hotel Grand Aston Medan, CCTV ruang kunjungan dan masjid di Gedung KPK yang lama, tambahnya sesuai keterangan Rohadi pada MPK.

Syaiful Sulaeman beserta Kawan-kawan di Masyarakat Peduli Keadilan akan melakukan aksi yang lebih besar lagi pada hari Senin 4 Februari 2019, di Depan Gedung KPK, ungkapnya.

Syaiful Berharap, kejujuran dan hati yang jernih dari para penegak Hukum di KPK dalam kasus ini sangat lah menentukan masa depan peradilan kedepannya.

Maraknya kasus mafia peradilan yang sudah saatnya dilingkungan hakim dan jaksa dibuka dan diurai agar menjadikan peradilan Indonesia ke depan lebih berkeadilan dan manusiawi.

Semoga Presiden Jokowi memperhatikan kasus yang sedang saudara kami alami Rohadi yang saat ini di Sukamiskin, dan Rohadi merupakan korban, bukan dalang, tetapi dalang atau intelektual sesungguhnya masih di luar bebas menggunakan baju negara, terang Syaiful.

Menyingkap dan membuka tabir siapa-siapa di balik keputusan suap Pedangdut Syaiful Jamil yang terlibat itulah paling utama, katanya. (Rei-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *