Sab. Okt 12th, 2019

transisinews.com

Membangun Persatuan Bangsa

Pemkab Taput Hentikan Proyek Desa Lewat Tahun 2018

2 min read

TRANSISI TAPANULI,- Pembangunan pelaksanaan  proyek fisik bersumber dari Dana Desa tahun 2018 di Tapanuli Utara, ternyata menjadi perhatian khusus  dari Sekretaris Daerah, APIP dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tapanuli Utara.

Hal itu dikarenakan adanya keterlambatan pembangunan proyek di desa Lobusingkam yang notabene pembangunan nya belum mencapai 100 persen, padahal telah melewati batas waktu yang telah di tentukan, yakni 31 Desember 2018.

Manoras Taraja SH, kepala Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (9/1/2019) yang dikonfirmasi mengatakan,

“Baru saja saya dan Kadis Pemmas dipanggil Bapak Sekretaris Daerah membahas masalah ini. Perintah Sekda agar disisir dan segera dihentikan jadi Silpa anggaran”, papar Manoras Taraja kepada awak media.

Peraturan Bupati Nomor 2018 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Desa tahun 2018 sementara masih tingkat Silpa.

“Masih proses untuk dilakukan peninjauan ke seluruh lokasi desa teridentifikasi alami keterlambatan diwilayah Tapanuli Utara. Dan akan di Silpakan”, kata Manoras Taraja.

Senada itu Sekretaris Daerah Tapanuli Utara, Edward Ramses Tampubolon SE, membenarkan kesimpulan hasil rapat dengan APIP dan Kadis Pemmas Eliston Lumbantobing S.Sos terkait hal itu.

“Sesuai amanah Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2019 batas pelaksanaan fisik dibatasi hingga 31 Desember. Apabila telah melewati maka harus dihentikan dan menjadi Silpa”, tegas Edward Ramses Tampubolon SE. Rabu (9/1/2019).

Namun dilain pihak Jamson Sipahutar Sekretaris desa yang dihubungi Transisinews.com mengatakan, “hari ini pelaksanaan masih berlangsung di desa Lobusingkam, dirinya menyatakan belum mendengar bila proyek di desanya tersebut dihentikan karena keterlambatan, akunya.

Namun, Jamson Sipahutar akan menanyakan kebenaran proyek itu dihentikan atau tidak kepada kadis, ujarnya.

Sementara Eliston Lumbantobing SSos kepala dinas Pemmas Tapanuli Utara setelah berulangkali dihubungi via telepon seluler dan nomor Whats Appnya belum memberi klarifikasi kepada transisinews.com akan kebenaran hal itu.

Simanungkalit aktivis yang mengkritisi hal ini, menjelaskan akan membawa masalah kepada kejaksaan bila hal ini dibiarkan, terangnya kepada transisinews.com. (jp-01)

 

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *