Masyarakat Pertanyakan Proyek Desa Lobusingkam Cair Sebelum 100 Persen

Istimewa

TRANSISI TAPUT,-Pelaksanaan alokasi Dana Desa tahun 2018  di Tapanuli beraroma korupsi tampak terasa. Hal ini dilihat banyaknya pelanggaran teknis seperti tertuang dalam Peraturan Bupati Kabupaten Tapanuli Utara No 20 Tahun 2018 yang dinilai tak sesuai.

Sesuai Perbup Pasal 14 ayat 2 jelas ditegaskan bahwa pengelolaan dana desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dikelola dalam masa 1 (satu) tahun anggaran yakni mulai tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember.

Juga penegasan lebih ketat dipaparkan pada pasal 30 butir huruf e disebut pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik yang bersumber Dana Desa tidak diperbolehkan melewati tahun anggaran.

Namun kenyataan dilapangan ditemui pelaksanaan sedang berjalan dan belum rampung pencairan dana desa dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Rekening Kas Desa (RKD) sudah cair 100 persen.

Salah satunya Desa Lobusingkam, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara dengan anggaran Rp. 750.682.000, Kepala Desa Immer Hutagalung mengakakui sudah cair 100 %, katanya kepada media.

“Pencairan tahap I Desember awal, tahap II Desember tahap III Desember 2018. Dan pembelian bahan sudah habis hampir 400 juta lebih”, bebernya di lokasi saat ditemui Selasa (8/1/2019).

Pantauan langsung dilokasi terlihat pekerjaan baru memasuki progres sekitar 50% dan nampak buruh bangunan masih sibuk melaksanakan item pasangan batu kali saluran drainase.

Disamping itu pula dilokasi tidak ditemukan papan informasi pelaksanaan proyek desa itu. Apalagi hal ini jelas melanggar ketentuan Peraturan Desa yang mewajibkan adanya Papan Plang Proyek.

Sementara itu Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan melalui WA(WhatsApp) yang dihubunhi tegas menyebut semua aturan yang tertulis dalam Perbup adalah aturan yang harus dilaksanakan.

“Silahkan amang tanya tanya kepada pejabat teknisnya… Kadis Pemdes dan Kepala BPKPAD….Apa yang ada di perbub itulah aturan yg saya buat… tq”, bunyi WA Nikson Nababan menjawab Pers, Senin (7/1/2019).

Kepada Media Transisisine.com Tokoh Pemuda, Simanungkalit yang dijumpai terpisah mengatakan,” ada apa proyek belum selesai sudah cair pembayarannya 100 persen,?” Tanyanya.

Kami akan melaporkan masalah ini kepada pihak Kejaksaan untuk segera dilakukannya pemeriksaan atas masalah ini, tegas Simanungkalit selaku aktivis di desa tersebut kepada media. (JM/Taput-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *