Ikafe Unair Surabaya Menuju Reuni Go Solo 2019

Istimewa

TRANSISI,- Kami yang pernah kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya tahun 60- 69an sudah tidak banyak. Hal Itu karena bisa beberapa faktor, mungkin sudah meninggal, sakit berat, atau sudah tidak terdeteksi dimana keberadaan mereka. Hal ini dikatakan Koentjoro Koesnoeljakin kepada wartawan.

Koentjoro mengakui, dari  yang masih ada saat ini kita coba berkomonikasi terus, baik lewat media online, facebook, dan WAG. Ada juga sebelumnya beberapa teman mengadakan pertemuan terbatas, makan-makan, buka bersama ataupun reuni-reuni lokal, itu semuanya dilakukan untuk menjaga silaturahmi di hari tua kami ini, dan jangan sampai yang masih ada ini putus hubungan komunikasi lagi, ujarnya.

Pernah dulu, tambah Koentjoro diadakan reuni akbar di Semarang tahun 2016 lalu, selama 3 hari 2 malam dan menikmati wisata dan kuliner Semarang Ambarawa dan Bandungan. Reuni akbar insyaAllah akan dilaksanakan kembali tahun 2019 di Solo, namun sambil menunggu reuni tersebut, kawan-kawan sudah sangat kangen sekali, sehingga diadakan acara temu kangenan tgl 16 Desember 2018 kemaren di Surabaya, terangnya.

Dengan acara citytour kota Surabaya dan sekelilingnya, dan pertemuan pada malam harinya di salah satu cafe di Surabaya, yang juga diiringi band asal Surabaya membuat kawan-kawan saat itu lebih dari 50 orang merasa puas dan terhibur, akunya. 

Penasehat ikafe unair drs.ec. SOEGIAT .Ak dan ibu Wieke serta Penggerak Ikafe adalah EC. Winarno  dan Meery.

Demi tercapainya IKAFE UNAIR Surabaya Go Solo 2019. Beliau-beliau tadilah yang men- support agar acara tersebut terlaksana, mohon doa restu dan dukungannya, kata koentjoro.(Koent/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *