Kam. Jul 18th, 2019

transisinews.com

Membangun Persatuan Bangsa

Jokowi: Guru Berikan Inspirasi dan Teladan bagi Anak Bangsa

2 min read

TRANSISI,- Guru. Digugu lan ditiru alias dipatuhi dan ditiru dalam kosmologi pemikiran peradaban Jawa merupakan gelar yang sangat terhormat. Kata guru berasal dari bahasa Sanskerta. Dalam tradisi India kata guru disematkan kepada seseorang yang mampu mencerahkan dari kegelapan ke dunia terang. Guru adalah inspirasi, kata Jokowi.

Benar yang dikatakan oleh Jokowi. Dalam sejarah lewat tangan guru Indonesia memiliki tokoh-tokoh besar. Bung Karno selain dikenal sebagai seorang guru, beliau murid dari guru besar: Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto. HOS Tjokroaminoto adalah juga guru bagi Tan Malaka juga.
Ajarannya yang disampaikan sangat menginspirasi pada zamannya berupa trilogi yang mendorong semangat kebangsaan dalam alam modern.

Beberapa dekade ini ada upaya menggeser kata ‘guru’ menjadi ‘pendidik’. Namun hingga saat ini pilihan kata untuk menggambarkan seseorang yang mengajar, ahli, yang menguasai dalam mendidik anak-anak bangsa alias murid tetap guru.

Maka menjadi sahih ketika Presiden Joko Widodo pun menyampaikan ucapan selamat dan menyebutkan bahwa guru adalah pembangkit inspirasi.

“Selamat Hari Guru kepada seluruh guru dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Guru adalah pembangkit inspirasi,” kata Jokowi di Taman Wisata Alam Punti Kayu, Palembang, Sumatera Selatan (25/11/2018).

Nah, setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Guru merupakan benteng pertama untuk membangun karakter bangsa dan ketrampilan awal dan dasar bangsa Indonesia. Peran ini tidak tergantikan.

Selain itu, guru juga telah memberikan bimbingan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Membimbing anak-anak kita, membimbing kita semua agar kita bisa meningkatkan kualitas sumber daya yang ada,” kata Presiden.

Guru adalah pelita yang memberi terang bagi jiwa-jiwa sejak anak-anak mulai bisa menyebutkan nama-nama anggota keluarga terdekat, tetangga anak sepermainan, yang dimulai dari PAUD, pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

Guru tentu harus menjadi sosok guru – bukan sekedar pendidik, yang bisa digugu lan ditiru, yang bisa dipatuhi dan ditiru: sosok inspiratif nan patut diteladani.
Selamat Hari Guru Nasional.(Isha/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *