Jum. Jul 19th, 2019

transisinews.com

Membangun Persatuan Bangsa

Aldy Putera Pandeglang Dan CS Juara 1 Lomba XL BSH 2018 Antar Universitas

2 min read

Pandeglang, TransisiNews  –Telah muncul seorang pemuda berprestasi asal Kabupaten  Pandeglang , Propinsi Banten. Aldy Setiawan berstatus Mahasiswa Unsera(Universitas Serang Raya-Banten) serta ketiga rekannya, telah melakukan terobosan baru yang berinovasi tinggi dalam menciptakan sebuah robot atau alat pendeteksi polusi debu maupun prakiraan hujan yang disebut ‘Air Care’ sehingga  Aldy Setiawan CS meraih predikat juara satu tingkat pelajar dan mahasiswa se Indonesia.Pemuda warga Kampung Nangerang, Desa Ramaya, Kecamatan  Menes,Kabupaten Pandeglang

Aldi Setiawan ini dengan ketiga rekannya yang juga masih tercatat sebagai mahasiswa  Unsera Banten yakni Ardhi Wahyudi ( semester 7), Angga Firmansyah(semester 8), Aldino Pratama Bagaskara(semester 7),berhasil menjuarai pertama Kategori pelajar, dalam  lomba XL Business Solution Hackanation 2018 yang diikuti oleh seluruh universitas di Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Multi Media Nusantara, Jalan Scienta Boulevard,Curug Sangereng,Tangerang ,Propinsi Banten pada tanggal 15 dan 16 September 2018 lalu.

“lomba ini dikuti oleh para pelajar dan mahasiswa yang ada di seluruh Indonesia, bahkan ada peserta yang berasal dari ITB, UGM, Unpam, UNPAD dan sejumlah universitas ternama lainnya, tapi syukur Alhamdulillah kami peserta dari Unsera ,Serang,Banten yang beranggotakan empat orang ,bisa menjadi juara pertama kriteria pelajar” ungkapnya, ketika diwawancarai wartawan ini dikediamannya, Minggu(30/9-2018) tadi siang.

Menurut putra bungsu dari seorang Janda, yaitu Nyonya Ela Hayati,S.Pd dan berprofesi seorang Guru SDN Pasir Eurih IV di Kecamatan Cisata,Kabupaten Pandeglang tersebut mengisahkan.

Aldy CS berhasil menciptakan sebuah alat yang dinamainya Air Care, dan focus pada keterkaitan industry , dimana alat tersebut sebagai penditeksi debu dan hujan yang akan terjadi di suatu wilayah, dan bisa langsung terhubung ke website, hp serta via GPS, bahkan bisa mendeteksi seberapa tingkat bahaya polusi debu tersebut yang bisa berdampak membahayakan jantung maupun paru-paru manusia.

Dan yang lebih mengesankan lagi, menurut Aldy Setiawan , pada saat ia dan rekannya mengikuti perlombaan bergengsi tersebut ,tidak dibiayai dan diketahui pihak kampusnya, termasuk para dosen, rektor maupun ketua yayasan Unsera. Bahkan dalam menciptakan alat itu cuma dengan biaya Rp.400.000,-

“Pada saat lomba, kami cuma disediakan waktu selama 24 jam full, dan cuma hanya 5 jam yaitu dari pukul 5.00 WIB subuh hingga jam 10.00 WIB pagi,kami dapat menyelesaikan alat air care tersebut serta dilengkapi dengan sistem perhitungannya secara akurat , padahal sangat rumit. Dan Alhamdulillah kami Putera Banten bisa menjadi juara satu, sehingga pihak kampus pun memberi penghargaan pada kami bea siswa (bebas biaya) hingga sampai sarjana atau bisa lanjut S2 dengan dibiayai pihak Unsera’ujarnya.

Diakhir ungkapannya Aldy mengatakan perlombaan pembuatan robot atau alat ilmiah itu dinilai oleh tiga orang Yuri yang berasal dari owner komunitas robot Indonesia, dan Manager Gojeg juga dari Universitas Multi Media Nusantara.###(AsepWE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *