Kasdim 0820/Probolinggo Menutup Acara Wasbang UPM

Probolinggo, Transisinews  — Upacara Penutupan Penanaman Wawasan Kebangsaan, Cinta Tanah Air dan Bela Negara Mahasiswa Baru TA. 2018/2019 Universitas Panca Marga Probolinggo sore tadi telah dinyatakan (14.55 Wib) ditutup di Lapangan Makodim. Dalam upacara tersebut sebagai Inspektur Upacara adalah Kasdim 0820/Probolinggo Mayor Inf Teguh dan Komandan Upacara adalah Letda Inf Isnaeni.

Tanpa penutupan dinyatakan secara resmi melalui pernyataan dan pelepasan tanda peserta.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini diikuti oleh 484 mahasiswa baru dari semua jurusan di Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo.

Dalam pelaksanaan selama dua hari hingga bermalam di Lapangan Makodim ini, dilakukan bentuk pengisian baik dalam pemberian materi maupun kegiatan fisik. Tentunya secara terukur.
Alhamdulillah seluruhnya sehat wal ‘afiat walau ada beberapa mahasiswa yang sakit karena faktor kelelahan.

Pendampingan kepada mahasiswa terus dilakukan baik panitia dari Kodim maupun dari UPM termasuk tenaga kesehatan yang siap sedia selama 2 x 24 jam.

Dalam amanat Dandim 0820/Probolinggo Letkol Kav Depri Rio Saransi, S.Sos. M.M yang dibacakan Kasdim pada intinya bahwa bekal pengetahuan dan keterampilan dalam wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara agar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari serta dapat menjadi agen yang turut menyebarluaskan akan nilai-nilai kebangsaan.

Bukan hanya implementasi ini dalam kehidupan kampus namun diterapkan dan disebarluaskan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat tempat kita tinggal.

Selepas ditutup upacara ini, seluruh mahasiswa akan melaksanakan long march menuju Kampus UPM sebagai bentuk kejuangan. Harapannya, walau dalam waktu yang pendek, bila dijiwai konsekuen maka pasti nilai-nilai yang disampaikan dapat terpahami. Tujuan dari long march setidaknya atas bentuk kesamaan gerak langkah dan sama rasa dalam kegiatan memunculkan jiwa kebersamaan, rela berkorban dan senasib sepenanggungan. Selebihnya, kembali kepada masing-masing personal mahasiswa, semoga bisa membawa nama diri, keluarga, kampus, bangsa dan negara. (adz/beritaoposisi)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *