Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Terkena Covid-19, Kepastian Adanya Warga Sipoholon Usia 60-an Menunggu Pemeriksaan PCR

Terkena Covid-19, Kepastian Adanya Warga Sipoholon Usia 60-an Menunggu Pemeriksaan PCR

(28 Views) April 15, 2020 12:32 pm | Published by | No comment

Transisinews.com, Taput- Direktur RSU Tarutung dr. Janri Nababan, MM menegaskan bahwa seseorang disebut positif Covid-19 tidak bisa hanya di-ukur dari Rapid Test,  karena masih harus melanjutkan pemeriksaan Polimerase Chain Reaction (PCR) atau test swab.

Statement itu dikatakan Janri Rabu,(15/4/2020) menanggapi kabar yang sudah santer dimasyarakat terkait adanya warga Kec. Sipoholon yang diduga positif Covid-19 setelah diperiksa melalui Rapid Test.

Disebutkan, Rapid Test adalah tes cepat dengan sedikit sampel darah,
Sebagai screening awal bagi pasien yang diduga terpapar virus. Dimana hasil Rapid Test bisa berbeda dengan kondisi sebenarnya dari pasien, jika infeksi virus dalam tubuh masih sangat awal.

“Rapid Test, menggunakan sampel darah, sebagai screening awal, namun hasil Rapid Test bisa berbeda dengan kondisi sebenarnya dari tubuh pasien” papar Janri.

Untuk itu lanjutnya, seseorang yang ketika di Rapid Test hasilnya positif, harus melakukan pemeriksaan lanjutan yaitu pemeriksaan PCR. untuk memastikan pasien tersebut terpapar virus. Sedangkan pasien yang ketika di Rapid Test hasilnya negatif, tetapi masih menunjukkan gejala sakit, Idealnya mengulang rapid test 7-10 hari kemudian.

Sementara pemeriksaan PCR adalah dengan pengambilan sampel specimen lendir menggunakan swab dari hidung maupun tenggorokan pasien. Dan Janri mengakui test PCR lebih akurat dalam mendeteksi virus walau memang lebih rumit.

Terkait dengan warga Kec.Sipoholon yang diduga terpapar Covid-19, karena hasil rapid test positif. Janri menyebutkan harus dipahami, hasil rapid test positif belum berarti orang tersebut terpapar virus Covid-19.

“Pasien dengan hasil rapid positif, belum berarti covid-19, mohon dipahami,kita telah rujuk ke rumah sakit Pirngadi Medan tadi malam” tutur Direktur RSU Tarutung. Rabu, 15 April 2020 kepada TransisiNews.com.

Sedangkan untuk mengetahui kepastiannya, pasien tersebut dirujuk untuk pemeriksaan PCR. Dan Janri Nababan berharap semoga warga tersebut tidak benar terpapar Covid-19.

Diinformasikan, salah seorang warga Kec.Sipoholon, Kab. Tapanuli Utara, Sumut, diduga terpapar Covid-19 setelah hasil pemeriksaan Rapid test dinyatakan positif. Sehingga dirujuk ke RS pirngadi rabu malam(14/4/2020).

Dari informasi warga ibu usia 60 tahun ini seminggu lalu menghadiri pesta keluarga di Provinsi Jambi. Dan belakangan ini ibu tersebut demam. Dan ketika di rapid test hasilnya positif.

Akibat dari isu tersebut, warga Kec.Sipoholon khawatir. Dan pekan (Pasar) rabu yang biasa ada di Kec. Sipoholon harus dibubarkan.

(Maju simanungkalit)

Categorised in: , ,

Comment