Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Nasional » Staf Khusus Milenial Presiden: Anak Muda Gereja Harus Mengubah Mindset dan Tingkatkan Skill

Staf Khusus Milenial Presiden: Anak Muda Gereja Harus Mengubah Mindset dan Tingkatkan Skill

(36 Views) Februari 6, 2020 6:48 pm | Published by | No comment

TransisiNews.com- Billy Mambrasar, Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi hadir sebagai pemateri dalam acara rakernas GAMKI dengan tema “Wirausaha untuk Generasi Milenial Menjemput Puncak Bonus Demografi 2030” di Surabaya, Sabtu lalu.(1/2/2020).

“Saat ini, sumber daya manusia yang mampu untuk mengelola koperasi sangat minim. Begitu juga indeks entrepreneurship Indonesia masih sangat rendah dibanding dengan negara-negara lainnya,” ujar Billy.

Lanjut Billy, anak muda Indonesia banyak berpikir bahwa generasi milenial itu adalah anak muda yang duduk di depan laptop dan membuat startup. Padahal sebenarnya bukan hanya itu. Generasi milenial adalah orang-orang yang mampu meningkatkan taraf pendidikan, kemampuan Bahasa Inggris, ataupun kemampuan keilmuan lainnya.

Ditegaskan Billy, saat ini Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tangguh dan go-global. Jangan hanya berpikir ingin jadi PNS atau pegawai kerja lainnya.

“Anak muda harus terus memperbaiki dan upgrade keilmuan. Dari semua itu, yang paling utama adalah mengubah mindset atau pola pikir,” ucap Billy yang juga merupakan Ketua DPP GAMKI yang membidangi Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital.

Sepuluh persen dari jumlah pengangguran Indonesia adalah kaum intelek yang menyandang gelar pendidikan dari perguruan tinggi, baik nasional maupun dari luar negeri. Berarti ada yang salah dari pola pikir selama ini selama menjalani studi.

Namun demikian, Billy berharap kepada kaum intelek supaya tetap mengubah mindset. Billy mencontohkan Nadiem Makarim (Mendikbud) yang mampu membuat gebrakan di Indonesia.

Lanjut Billy, anak muda harus Baper (bawa perubahan), apalagi yang ada di provinsi kepulauan. Harus memikirkan bagaimana membuat perubahan di lingkungan. Begitu juga anak muda gereja, tidak boleh hanya memikirkan antara surga dan neraka. Tetapi harus memikirkan pengembangan ekonomi jemaat.

Dalam sesi ini, turut hadir pembicara lainnya, antara lain Wisnu wijaya soedibjo (Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan Luhur Pradjarto (Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM).

Di tempat terpisah, Samuel F. Silaen selaku Ketua Bidang Koperasi dan UMKM DPP GAMKI mengatakan, Kementerian Koperasi Republik Indonesia harus memfasilitasi pelaku usaha kecil yang diendors anak-anak muda, khususnya yang ada di desa. Hal ini akan membantu dalam cipta lapangan kerja, khususnya yang ada di desa.

“Hal Ini juga bertujuan menghambat arus urbanisasi dari desa ke kota yang semakin meningkat dari tahun ke tahun,”ungkap Silaen.

“GAMKI sepaham dengan apa yang disampaikan Staf Khusus Presiden. GAMKI akan bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendorong generasi milenial untuk berwirausaha,” tandasnya. (Red)

Comment