Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Sinode Godang HKBP, Ketua LP3D Usul Ditunda Atau Voting Daring

Sinode Godang HKBP, Ketua LP3D Usul Ditunda Atau Voting Daring

(10 Views) Oktober 6, 2020 11:42 am | Published by | No comment

Transisi Taput – Ketua Lembaga Pemantau & Pemerhati Pembagunan Daerah Tapanuli (LP3D) Rico Tobing mengatakan e-Voting yang dilakukan secara asimetris bisa menjadi solusi alternatif dalam Penyelenggaraan Pemilihan Ephorus HKBP 2020 Ditengah Pandemi Covid-19. Dia beralasan, angka penularan Covid-19 di Indonesia hingga saat ini setiap hari makin tinggi.

“Jika melihat perkembangan kasus per hari meningkat drastis dan acara Penabalan Pendeta yang dilaksanakan beberapa minggu yang lalu di Kantor Pusat HKBP Pearaja informasi yang kami dengar ada yang terpapar Covid 19, padahal masih di ikuti beberapa orang Peserta bukan ribuan orang seperti halnya Sinode Godang (SG) berlangsung nantinya,” ujarnya.

Menurut Rico, tidak ada pilihan yang paling bijak dan rasional kalau bukan menundanya atau tetap melanjutkannya dengan mekanisme penyelenggaraan asimetris yang dilakukan secara elektronik dan daring,” kata Rico dalam keteranganya di Kantornya. Selasa 6 November 2020.

Rico menambahkan, jika dilanjutkan dengan cara-cara konvensional seperti biasanya, maka penyelenggaraan Sinode Godang yang dihadiri sekitar 1200 Peserta di tambah Pengunjung yang datang dari seluruh penjuru Indonesia bahkan luar Negeri dimungkinkan dapat Penularan covid 19 meningkat di Tapanuli Utara.

Peserta yang datang itu hampir 70 Persen akan tinggal dirumah keluarga, dan sekalian berkunjung kerumah keluarga sehingga walaupun menggunakan protokol kesehatan yang ketat, langkah itu masih meragukan untuk bisa mencegah paparan Covid-19. .

“Kami berharap sinode Godang Membawa berkah dan manfaat bagi umat Kristiani terutama untuk masyarakat Tapanuli, Jangan Membawa malapetaka, jangan karena egoisme dan sarat akan kepentingan pribadi sehingga Masyarakat Tapanuli di korbankan”. Katanya.

Rico Tobing menilai teknologi e-voting hari ini telah jauh berkembang dan lebih mutakhir. “Sebut saja teknologi ‘blockchain’ yang mulai dibicarakan pemanfaatannya dan sangat aman untuk voting dan belum ada teknologi yang bisa mengubah data yang kita kirim hingga kerahasianya di jamin. (PL).

Categorised in: ,

Comment