Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Satpol PP Taput Dinilai Lemah, Harga Gas LPG Resahkan Masyarakat

Satpol PP Taput Dinilai Lemah, Harga Gas LPG Resahkan Masyarakat

(26 Views) Juli 8, 2020 12:55 am | Published by | No comment

Transisi Taput – Tingginya Harga Gas LPG 3 kilogram di Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara mengundang reaksi dari warga Peduli kesejahteraan dan ketenteraman masyatakat.

Harga gas elpiji 3 kilogram yang disubsidi pemerintah dan peruntukannya kepada masyarakat miskin mencapai 27.000 atau lebih per tabung di Taput.

Akibatnya warga di Tapanuli Utara mempertanyakan Kinerja Satpol PP Tapanuli Utara sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 6 Tahun 2010, Satpol PP mempunyai tugas menegakkan Perda dan menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat serta perlindungan masyarakat.

Ketua LSM Tunggal Panaluan Taput Martupa Purba kepada Transisi News Selasa, 07/07 di Tarutung mengatakan tingginya Harga Gas Elpiji Subsidi 3 kg tidak terlepas dari lemahnya pengawasan dari Bagian Perekonomian dan Satpol PP Taput.

Dia menyebutkan, tingginya harga gas elpiji 3 kilogram dapat dikategorikan sebagai Tindak Pidana Korupsi dan penipuan, karena Gas Elpiji 3 kilogram telah disubsidi pemerintah.

Dengan harga elpiji sebesar Rp. 27.000 atau lebih berarti subsidi pemerintah tersebut bukan lagi dinikmati masyarakat melainkan dinikmati pihak pihak yang terkait dengan pendistribusian Gas Subsidi kepada konsumen. tandas Martupa.

Dijelaskan, Sesuai Keputusan Bupati Tapanuli Utara Nomor 383 tahun 2015 Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp. 18.000 dan Rp. 21.000 untuk kecamatan terjauh seperti Kecamatan Garoga.

“Harga Eceran Tertinggi (HET) itu kan berdasarkan Keputusan Bupati Taput, oleh karena itu Satpol PP seharusnya harus tegas dalam melakukan tindakan penegakan peraturan tersebut” ujarnya

Kasatpol PP Taput Rudi Sitorus SSos saat dikonfirmasi via WhatsApp terkait tudingan lemahnya Satpol PP Taput dalam penegakan peraturan bupati, Rudi tidak bersedia menjawab, saat hendak dikonfirmasi di kantornya salah seorang stafnya mengatakan Kasat sedang mengikuti rapat di kantor Bupati.

Sementara Kabag Perekonomian Setda Taput Fajar Gultom Baru baru ini mengatakan bahwa pihaknya sudah berulang ulang melakukan monitoring dan juga memberi teguran kepada Pangkalan nakal. (TN/PL)

Comment