Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Saling Klaim Kepemilikan Tanah, Anton Sujarwo Ditusuk dengan Kayu

Saling Klaim Kepemilikan Tanah, Anton Sujarwo Ditusuk dengan Kayu

(10 Views) Oktober 10, 2020 8:23 am | Published by | No comment

Transisi Taput – Berawal dari saling mengklaim tentang kepemilikan tanah di Pea Tolong Desa Simorangkir Julu Kecamatan Siatas Barita Tapanuli Utara (Taput) akibat nya terjadi penganiayaan dan mengakibatkan adanya korban luka.

Korban yang mengalami luka adalah Anton Sujarwo Simorangkir (36), warga Jalan Darat Kecamatan Boglas, Kabupaten Meranti Riau.

Korban yang sengaja pulang ke tempat orang tuanya dari Riau, adalah untuk mengurus masalah tanah tersebut.

Kapolres Taput AKBP Jonner MH Samosir SIK melalui kasubbag Humas Aiptu W. Baringbing membenarkan peristiwa penganiayaan tersebut.

Barimbing menjelaskan, Peristiwa penganiayaan itu terjadi Kamis, (8/10) pukul 10.30 wib, di Pea Tolong Desa Simorangkir Julu Kecamatan Siatas Barita Taput.

Sedangkan Pelakunya adalah Husor Simorangkir, (20), Parlin Simorangkir (38) dan AMD Sahat Tua Simorangkir (37) Kecamatan Siatas Barita. Saat ini ketiga tersangka sudah diamankan di Ruang Tahanan Polres Taput.

Ditambahkan, dari hasil pemeriksaan penyebab terjadinya penganiayaan oleh ke tiga tersangka terhadap korban pada Rabu 7/10, berawal ketika korban mendatangi orang tua tersangka di tempat kejadian menanyakan tentang kepemilikan tanah yang dikuasai oleh orang tua tersangka.

Lalu terjadi adu argumentasi antara orang tua tersangka dengan korban, hingga korban memaki- maki orang tua tersangka.

Merasa terhina orang tua tersangka memberitahukan hal tersebut kepada anak nya HS dan AMD. setelah mendapat informasi tersebut, tersangka HS dan AMD mengajak saudaranya PS ke ladang besoknya, karena mereka yakin bahwa korban masih akan datang ke tempat kejadian untuk memperjelas kepemilikan tanah dimaksud.

Keesokan harinya, korban bersama Luciana Br Hutagalung dan Pomario Unero Br simorangkir datang dan bertemu dengan ke tiga orang tersangka di tempat kejadian.

Sempat terjadi perdebatan, lalu AMD dan korban bertinju dan bergulat. Setelah mereka bergulat, PS ikut memegang korban membantu AMD.

Kedua orang ibu-ibu teman korban datang dengan memegang parang, lalu HS mendekatinya dan menangkap parang yang di bawa ibu-ibu teman korban.

Saat terjadi pergulatan AMD dan korban, HS mencari alat berupa kayu-kayu yang ada di tempat kejadian untuk memukul korban lalu HS menusukkan nya ke pinggang korban beberapa kali.

Setelah korban tidak berdaya, ketiga tersangka meninggalkan korban di tempat kejadian. Jelas Baringbing

“Begitu kita menerima laporan atas peristiwa tersebut, anggota kita berangkat ke TKP dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Tarutung dan mengamankan tersangka serta barang bukti”. Ujarnya

Dari hasil pemeriksaan tersangka dan keterangan dari saksi2 serta barang bukti seperti itulah kronologis kejadian. Kalau ada beredar di media sosial disebutkan ada pembacokan, itu tidak benar. Kita mendapat keterangan berdasarkan fakta. Luka korban akibat benda tumpul bukan benda tajam. Dan korban sudah pulang dari rumah sakit. Tandas Baringbing (PL)

Categorised in: ,

Comment