Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Uncategorized » Pemprov DKI Jakarta Umumkan Sekolah Tutup Selama 2 Pekan

Pemprov DKI Jakarta Umumkan Sekolah Tutup Selama 2 Pekan

(28 Views) Maret 14, 2020 2:58 pm | Published by | No comment

TransisiNews.com,– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Sabtu (14/3) memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah di lingkungan ibu kota selama dua pekan( 14 hari) serta menunda pelaksanaan Ujian Nasional tingkat menengah atas (SMA/SMK) yang semula dilaksanakan pada Senin (16/3) depan.

Anies menyatakan ,  sebagai langkah antisipasi penyebaran wabah corona (COVID-19), kegiatan belajar mengajar akan berlangsung jarak jauh.

“Social distancing measure harus diterapkan. Artinya mobilitas penduduk sekecil mungkin.

Tujuannya adalah mengurangi penyebaran antar-individu yang belum tentu merasakan gejala,” kata Anies dalam konferensi pers hari ini.

“Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menutup semua sekolah di lingkungan DKI Jakarta dan akan melakukan proses belajar mengajar jarak jauh. Penutupan sekolah ini berlaku selama dua minggu. Dan kami akan me-review kembali di akhir pekan minggu kedua.”

Anies juga menyerukan agar tempat-tempat belajar informal seperti kursus dan bimbingan belajar juga mengambil sikap serupa, mengubah proses belajar mengajar dari jarak jauh.

Anies juga mengingatkan warga DKI Jakarta agar melakukan social distancing (ambil jarak dari keramaian) dengan tetap berdiam diri di rumah.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum KNPI Lisman Hasibuan kepada TransisiNews.com, Sabtu dini hari, 14/03/2020, meminta Wakil Rakyat di Senayan untuk pemerintah RI meliburkan Aktifitas di lingkungan Sekolah, Hingga 14 hari kedepan.

Baca : https://transisinews.com/knpi-desak-dpr-segera-pemerintah-liburkan-kegiatan-lingkungan-sekolah/

Dalam keterangan Pers, Anies menyatakan, hingga 12 Maret terdapat 586 Orang Dalam Pemantauan di wilayah Jakarta, dari semula 129 pada 1 Maret.

Anies Tutup Sekolah Dua Pekan dan Tunda Ujian Nasional di DKI

Sementara Orang Dalam Pengawasan melonjak dari semula 39 orang pada 1 Maret menjadi 261 pada 12 Maret.

Keputusan menutup sekolah selama dua pekan ini diambil setelah Pemprov DKI mengadakan pertemuan dengan IDI Jakarta, perhimpunan ahli epidimiolog Indonesia, unsur dokter anak Indonesia, serta teleconference dengan pimpinan World Health Organization Indonesia.

Berdasarkan data Pemprov DKI, terdapat 1,5 juta peserta didik di Jakarta dengan 124 ribu di antaranya siswa SMA dan SMK kelas 12. ( Red)

Comment