Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Pembakar Mobil Via Vallen Fans Berat Asal Medan

Pembakar Mobil Via Vallen Fans Berat Asal Medan

(18 Views) Juli 2, 2020 6:51 am | Published by | No comment

TRANSISI NEWS- Pelaku adalah warga Sumatra Utara sesuai KTP yang dimiliki dan tinggal di rumah kontrakannya di Cikarang. Seharian kerja sebagai serabutan, jualan celana, kaos, dan sebagainya. Dia mengaku nekat jauh-jauh ke Sidoarjo dengan nggandol truk dan sebagainya demi bertemu langsung dengan Via Vallen. Dia fans berat,” tandas Sumardji.

Namun, sesampai di rumah Via Vallen di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Pije mengaku mendapat sambutan yang kurang baik dari orang yang menemuinya.

Diketahui polisi telah menetapkan PIje (41) pria asal Medan sebagai tersangka pembakar mobil Alphard Via Vallen.

Penetapan tersangka pembakar mobil Alphard Via Vallen itu dilakukan setelah polisi menemukan cukup bukti.

Hasil olah TKP, pemeriksaan terhadap beberapa saksi, rekaman CCTV, dan keterangan Pije sendiri, polisi mendapat pentunjuk kuat bahwa Pije adalah pelakunya.

“Sehingga penanganan perkara ini sudah kita naikkan ke penyidikan. Yang bersangkutan sudah ditetapkan jadi tersangka,” kata Kapresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Rabu (1/7/2020).

Pije dijerat pasal 187 ayat 1 KUHP tentang pembakaran. Namun, polisi mengaku masih berupaya mendalami kasus ini dan motif pembakaran, sejauh ini mengarah ke sakit hati.

Bukan sakit hati ke Via Vallen, tapi ke seseorang yang sempat menemui Pije ketika dia berusaha menemui Via Vallen di rumahnya.

“Dia dua kali ke rumah Via Vallen. Tapi tidak ketemu Via Vallen langsung. Hanya ditemui seseorang, tapi dia mengaku tersinggung lantaran perkataan orang itu tidak enak didengar. Seperti menyebut kotor, lusuh, dan sebagainya. Itu pengakuan pelaku,” ungkap kapolres.

Karena itulah diduga Pije sakit hati.

Dia kemudian datang lagi ke rumah Via Vallen dinihari kemarin. Kemudian membakar mobil mewah milik Via Vallen yang terparkir di samping rumah.

Meski ada bukti botol berisi bensin dan sebagainya, pelaku mengaku tidak merencanakan aksi itu. Dirinya mengaku spontan menyiramkan bensin kemudian membakar kertas dengan korek api yang dibawanya.

Namun hingga kini Polisi masih mendalami keterangan pelaku, karena dianggap masih misterius.( Red)

Comment