Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Pembagian Sembako Tanpa Ijin Kades, Pengguna Mobil Camat Cekcok Di Posko Desa Siaga Pagarbatu Taput

Pembagian Sembako Tanpa Ijin Kades, Pengguna Mobil Camat Cekcok Di Posko Desa Siaga Pagarbatu Taput

(26 Views) Mei 6, 2020 6:06 am | Published by | No comment

TransisiNews.com Taput- Sejumlah orang yang menyebut mereka berasal dari komunitas Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) buat keributan di Posko relawan Desa Siaga Covid-19 Desa Pagarbatu, Kec. Sipoholon, Kabupaten Taput, Sumut.

Kepala desa(kades) Pagarbatu M. Hutabarat Rabu, (6/5/2020) sekitar jam 01.30 wib membenarkan kejadian itu.

Diceritakan, Awalnya mobil Plat merah diduga mobil dinas Camat Sipoholon dan satu mobil lainnya, selasa(5/5/2020) masuk sekitar jam 05.00 wib melalui posko dusun 3 cinta damai Perumnas silangkitang.

Merasa Mobil camat, relawan jaga Posko memberi ijin. Namun tidak berapa lama, sejumlah warga mendatangi Posko melaporkan adanya pembagian sembako di Dusun tersebut.

Mendengar laporan itu, relawan mempertanyakan, Kenapa tidak ada informasi dan pemberitahuan dahulu di posko bahwa mereka akan bagi bagi sembako.

“Mengetahui ada pembagian sembako, wajarlah mereka menanyakan. Sebab tidak ada pemberitahuan kepada relawan jaga posko atau ke saya sebagi kepala desa” ujar kades.

Sebab mahasiswa yang membagikan sembako itu berasal dari luar desa Pagarbatu jadi ada kekuatiran relawan posko.

Namun MH supir mobil dinas Camat Sipoholon menantang mengatakan, sembako itu dibagi kepada mahasiswa tergabung dalam organisasi GMNI.

“Saya GMNI kenapa rupanya, salah mereka membantu rakyat”ujar MH dengan arogan.

Mendengar jawaban MH, salah seorang relawan jaga posko HS. menerangkan, bahwa pemberian bantuan itu diapresiasi. Tetapi ada SOP dalam pembukuan. Dimana setiap tamu yang masuk dan keluar harus didaftar.

Namun MH tidak terima, padahal dia adalah warga dusun tersebut.Dan sekitar satu jam kemudian dia datang bawa massa, sehingga terjadi cekcok mulut hampir bentrok

Akan tetapi kondisi cekcok mulut itu menurut kepala desa bisa reda sekitar jam 09.00 wib.dan para mahasiswapun berjanji akan datang hari rabu pagi sekitar 08.00 wib.

Tidak berapa lama, sekitar jam 11.00–12.00 MH dengan mobil camat mendatangi posko berisi massa, dan sudah ada massa mahasiswa mengaku tergabung dalam GMNI mengikutinya.

“Sekitar jam 11-12 lah, MH datang dengan mobil dinas, ramelah disini” ujar salah seorang relawan jaga posko

MH yang sempat bentrok dengan relawan seakan memprovokasi massa agar terjadi keributan. Bahkan adik MH dengan arogannya merobek robek lembaran SOP posko.

Kades yang mengetahui ada keributan, datang dan melihat sudah ada puluhan massa sedang bertengkar dengan relawan jaga posko.

Melihat itu, emosi kades tidak terbendung. Tempat cuci tangan dan wastapel langsung ditendang. sehingga massa bubar dan menghindar.

“Dari pada saya pukul mereka, lebih baik saya tendang ember itu” urai kades.

Kendati demikian setelah keributan itu dikatakan Kades, ketua GMNI yang ada di dusun tersebut sudah minta maaf. Mereka sadar seharusnya dalam pembagian sembako harus ada pemberitahuan kepada Pemerintah desa.

Menurut Kades, pembagian sembako itu dari Pemkab Taput untuk mahasiswa dari daerah lain yang tidak bisa pulang karena pandemi Covid-19, sedangkan jumlahnya dia tidak tahu.

“Kita tidak keberatan dengan pembagian sembako itu, tapi ada baiknya diinformasikan dulu” pungkas
M. Hutabarat

Sementara Camat Sipoholon Richard situmorang menurut Kades ketika diinformasikan keributan ini. Berjanji akan datang menyelesaikan permasalahan itu.

(Maju simanungkalit)

Categorised in: ,

Comment