Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Musyawarah Lahan Bandara Sibisa Toba Ricuh, Pemerintah Dinilai Lecehkan Masyarakat

Musyawarah Lahan Bandara Sibisa Toba Ricuh, Pemerintah Dinilai Lecehkan Masyarakat

(19 Views) November 19, 2020 3:45 am | Published by | No comment

TRANSISI TOBA– Musyawarah penetapan harga ganti rugi pengadaan lahan untuk perluasan Bandara Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, memanas  dan Ricuh antara Tim Apraisal Independen dengan warga masyarakat pemilik lahan. Senin, 16 November 2020.

Musyawarah yang berlangsung selama 30 Menit itu saat pihak pemerintah memberikan penawaran yang ditawarkan dengan harga Rp 100 ribu per meter persegi dianggap  telah  melecehkan warga.

Wargapun merasa dilecehkan oleh pemerintah, karena mereka memiliki pembanding  harga ketika pembebasan lahan di tempat lain.

Musyawarah yang mulai memanas dan ricuh tampak saat pihak pemerintah, melalui tim independen, mengajukan penawaran terhadap tanah masyarakat dengan harga Rp 100 ribu per meter persegi.

Harga tanah yang ditawar begitu murah, emosi warga pun tersulut, sehingga mengeluarkan berbagai suara-suara yang ketidaksetujuan bernada tinggi dalam musyawarah tersebut.

Beruntung, hal ketegangan tidak berlangsung lama. Nasser Sirait dan Simon Sitorus yang merupakan tokoh kepercayaan masyarakat Sibisa tersebut, berhasil menenangkan emosi warga.

Puluhan warga pun kemudian meninggalkan arena pertemuan musyawarah tersebut, dengan komitmen tetap mempertahankan tanahnya. (H.Sirait)

Categorised in: ,

Comment