Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Masyarakat Pertanyakan Proyek Padat Karya P3A Desa Parbaju Tonga Tak Sesuai Spek

Masyarakat Pertanyakan Proyek Padat Karya P3A Desa Parbaju Tonga Tak Sesuai Spek

(20 Views) Juli 1, 2020 5:09 pm | Published by | No comment

Transisi Taput – Proyek padat karya irigasi di Desa Parbaju Tonga Kecamatan Tarutung Tapanuli Utara (Taput), sepanjang 200 meter lebih dari APBN Tahun anggaran 2019 Sebesar Rp. 195.000.000 pada instansi Balai Wilayah Sungai Sumatera Utara II dipertanyakan masyarakat yang diduga langgar Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Percepatan Peningkatan Tataguna Air irigasi yang bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat pengerjaannya dengan memberdayakan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Proyek padat karya di Desa Parbaju Tonga dikerjakan kelompok P3A Martabe yang diketuai Ranto Hutabarat di Desa Parbaju Tonga diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Dimana, bongkaran material batu dari pasangan jaringan irigasi lama diduga kembali dipakai untuk pekerjaan pasangan baru dan campuran semen diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknik.

Pengamatan wartawan dan masyarakat di lokasi pekerjaan pada saat pekerja mengerjakan pekerjaan pasangan batu saluran irigasi tersebut, mereka menggunakan material batu yang diambil dari bongkaran pasangan Saluran irigasi lama.

Sedangkan campuran semen juga diduga tidak sesuai dengan spesifikasi tehnik pembangunan jaringan irigasi, hal itu terlihat dari cara pekerja dalam mengaduk pasir dengan semen, dimana perbandingan campuran pasir dengan semen diragukan serta tidak menggunakan molen.

Menanggapi pelaksanaan pekerjaan yang diduga telah melanggar aturan tersebut Martupa Purba Ketua LSM Tunggal Panaluan mendesak aparat terkait untuk memeriksa dan mengevaluasi pekerjaan tersebut.

“Kalau benar hal itu terjadi diminta kepada instansi terkait agar melakukan pengawasan dan pemeriksaan pekerjaan tersebut dan memberi tindakan tegas kepada Kelompok P3A Martabe” ujar Martupa.

Sementara Konsultan Management Balai (KMB) Lasron Gultom ketika dikonfirmasi terkait pemakaian material batu dari bongkaran pasangan lama apakah seperti itu dalam RAB? mengatakan, kalau Material batu harus yang baru dan dibeli semua.

“Didalam RAB material batu harus yang baru dan sesuai kesepakan dan survey kelompok ada tiga toko yang mereka ajukan, dan mereka harus belanja dari situ” ujarnya.

Sedangkan Ketua P3A Ranto Hutabarat saat dipertanyakan oleh Lasron Gultom dihadapan wartawan mengaku ada menggunakan material batu bongkaran tersebut tetapi tidak banyak. (TN-TU/PL)

Categorised in: , ,

Comment