Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Lasro Marbun : Tidak Ada Arahan Belanja Bertahap Dana Bos Afirmasi 2019

Lasro Marbun : Tidak Ada Arahan Belanja Bertahap Dana Bos Afirmasi 2019

(12 Views) September 30, 2020 12:42 pm | Published by | No comment

Transisi Taput – Kadis Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Sumut Lasro Marbun SH. MH sebut penggunaan Dana Bos Afirmasi harus sesuai dengan Juknis/Juklak (Petunjuk teknis/petunjuk pelaksanaan).

Hal tersebut dikatakan saat dikonfirmasi melalui ponsel Rabu(30/9/2020) menanggapi penggunaan dana Bos Afirmasi 2019 SMUN 1 Adiankoting Taput, Sumut

“Itu harus dilaksanakan sesuai dengan Juklak, sesuai aturan pemerintah” Ucap Lasro Marbun.

Sementara terkait kemungkinan adanya arahan dari Satker bos atau Dinas pendidikan Provsu, Lasro Marbun dengan tegas mengatakan tidak ada arahan darinya bisa belanja bertahap penggunaan Bos Afirmasi.

” Satker bos siapa.??
Saya tidak pernah memerintahkan bisa belanja bertahap penggunaan Bos Afirmasi 2019″ tegas kadis Pendidikan Provsu.

Selain itu Lasro Marbun juga mengarahkan agar dibuat laporan ke Inspektorat Propinsi, supaya kasek yang bersangkutan diperiksa.

Sebelumnya, J. Ambarita Kasek SMUN. 1 Adian koting menyebutkan telah membelanjakan 100 unit Tablet dari yang seharusnya 139 sesuai jumlah siswa sasaran prioritas kelas 10 tahun Ajaran 2019–2020.

Menurutnya, tidak dibelanjakannya Tablet sesuai jumlah siswa sasaran prioritas disebabkan adanya juknis baru tahun 2020.

Kemudian J. Ambarita juga menuturkan bahwa selain menunggu petunjuk pimpinan (isdikbud Provsu-red), kepala sekolah SMU/SMK diberi keleluasan dalam belanja barang multi media.

“Selain menunggu petunjuk pimpinan, kami diberi keleluasaan dalam belanja barang multi media. Dan saat ini kita lagi revisi RKAS”, tutur J. Ambarita

Ditambahkan J. Ambarita, ketika nantinya tidak ada petunjuk dari satker Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provsu, maka belanja bertahap II akan dilakukan.

Menggapi statement dari Lasro Marbun, Martupa Purba Ketua LSM Tunggal Panaluan wilayah Taput menyebutkan adanya indikasi pelanggaran peraturan dalam penggunaan Dana Bos Afirmasi yang dilakukan oleh Kasek SMUN.1

Adiankoting.

Menurutnya, penggunaan Dana bos Afirmasi di SMUN. 1 Adiankoting sudah diduga bermasalah karena tidak dilaksanakan sesuai Juknis No 31 tahun 2019.

Dikatakan, sesuai dengan Juknis Bos Afirmasi 2019 belanja Tablet harus sesuai dengan jumlah siswa sasaran Prioritas.

Sementara, kasek SMUN.1 Adiankoting hanya membelanjakan 100 tablet untuk 139 kelas 10 Siswa sasaran prioritas.

Artinya lanjut Martupa, ada kekurangan 39 Tablet yang tidak dibelanjakan.

Dan dengan fakta tersebut, Martupa Purba selaku sosial kontrol menduga adanya penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh Kasek SMUN.1 Adiankoting.

“Dari awal, kita sudah menduga penggunaan dana bos Afirmasi 2019 di SMUN.1Adiankoting bermasalah.akan tetapi Pak ambarita selalu berkelit dengan juknis baru” Ungkap Martupa.

Terkait dengan permintaan Kadis Pendidikan Provsu agar dibuat laporan ke Inspektorat, Martupa purba mengatakan akan segera menyurati Inspektorat

“kita akan secepatnya surati Inspektorat Provsu sesuai arahan Pak Lasro,agar kebenaran terang Benderang”, pungkas Martupa Purba. (MS)

Categorised in: ,

Comment