Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Heboh, Ditemukan Mayat di Dalam Toilet MPP Pekanbaru

Heboh, Ditemukan Mayat di Dalam Toilet MPP Pekanbaru

(21 Views) Juni 13, 2020 4:00 am | Published by | No comment

TransisiNews.com Pekanbaru – Peristiwa yang terjadi pagi tadi, membuat kehebohan warga, tepatnya di Mal Pelayanan Publik (MPP) atau Kantor Walikota Lama Jalan Sudirman karena adanya penemuan mayat seorang berjenis kelamin laki laki . Jenazah tersebut ditemukan pertama kali oleh saksi mata sekitar pukul 05.00 WIB pagi di Toilet Masjid Nursalim komplek MPP. Penemuan jenazah ini pun membuat suasana pagi di kantor tersebut menjadi heboh. Hingga petugas kepolisian pun tiba di lokasi kejadian ,sebelum Petugas tiba di lokasi , tidak ada orang yang berani mendekat dengan mayat.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya melalui Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Dianda, mengatakan bahwa keterangan dari para saksi telah dikumpulkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, diketahui jenazah laki-laki ini bernama Jhon Desrianto dan bekerja sebagai ASN di Kelurahan Tangkerang Timur Kecamatan Tenayan Raya.

“Dari keterangan saksi, bahwa korban sudah berada di MPP sejak pukul 21.00 WIB tadi malam,” sebut Budhia pada Kamis (11/6/2020).

Budhia menjelaskan lagi bahwa saksi sempat berinteraksi dengan korban pada malam itu. Korban mengatakan bahwa dirinya hendak ke kamar mandi di masjid. Namun, hingga pagi harinya saksi masih melihat kendaraan korban berada di parkiran. Lalu saksi pun mulai curiga dan mencari keberadaan korban.

Ketika memeriksa ke toilet, pintunya dalam keadaan terkunci dari dalam. Ketika digedor-gedor, tidak ada jawaban dari dalam meski sudah ditunggu hingga 15 menit. Saksi pun memanggil Satpol PP dan mengintip ke dalam toilet. Tampak korban sudah terduduk di lantai toilet tak bergerak.

“Saat ini kita sudah mengevakuasi korban dari TKPP dan mencatat keterangan para saksi. Korban juga sudah dibawa ke RSUD Arifin Achmad untuk diperiksa lebih lanjut sesuai dengan protokol Covid-19,” tutur Budhia.

( Sri Imelda )

Categorised in: ,

Comment