Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Harga LPG Bagi Rakyat Miskin Melonjak Naik di Taput

Harga LPG Bagi Rakyat Miskin Melonjak Naik di Taput

(14 Views) April 3, 2020 3:12 pm | Published by | No comment

Transisinews.com, Taput– Ditengah Pandemik Covid-19 yang sudah menekan mental masyarakat saat ini, ternyata harga gas LPG ukuran 3kg di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) untuk masyarakat miskin juga melonjak.

Diketahui, sesuai keputusan Bupati Tahun 2015, Harga Eceran tertinggi(HET) di Kab.Tapanuli Utara adalah sebesar Rp.18.000,–

Informasi  TransisiNews.com, Harga Eceran Tertinggi (HET) gas LPG ukuran 3kg di Kab. Taput mencapai Rp.30.000,– per tabung. Dari sebelumnya harganya Rp.28.000,–. Hal itu dibenarkan P.siregar salah seorang warga Kec. Garoga, Kab. Tapanuli Utara,  Sumatera Utara.

Dikatakan, harga LPG ukuran 3kg di Kec.Garoga dari harga Rp.25.000,–
Sampai Rp.30.000,–. Disebabkan LPG ukuran 3kg saat ini sangat langka.

” Jadi berapapun harganya kemungkinan akan dibeli warga, karena langka”, ujar P.  Siregar menanggapi TransisiNews.com melalui smartphone.

Sedangkan di Kecamatan yang lain termasuk diibukota Kab.Tapanuli Utara yaitu Tarutung harga LPG ukuran 3kg ditemukan bervariasi dari Rp.26.000,– sampai Rp.28.000,–. Dimana harga itu jauh diatas HET sesuai keputusan Bupati Taput Drs.Nikson nababan 2015 yaitu Rp.18.000,– per tabung.

Kabag Perekonomian Kab.Taput melalui kasubbag Perekonomian H.Purba jumat (3/4/2020) menyebutkan tidak mengetahui harga LPG ukuran 3kg saat ini mencapai Rp.28.000,-

“Yang saya tahu harganya tidak segitu, hanya sekitar 20.000 sampai 22.000 rupiah, namun begitu nanti kita akan turun monitoring” Ujar H.Purba.

Ditambahkannya Harga EceranTertinggi LPG ukuran 3kg sesuai dengan Keputusan Bupati Tapanuli Utara no 383 tahun 2015 adalah sebesar Rp.18.000,–. Dan untuk kecamatan terjauh yaitu Kec. Garoga Rp.21.000,-.

Terpisah Anas Siagian Kepala dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu(PMP2T) Kab. Tapanuli Utara menegaskan siap mencabut Ijin usaha Agen dan Pangkalan penyalur LPG ukuran 3kg ketika melanggar aturan yang berlaku.

“Kalau memang mereka tidak mau lagi sesuai dengan aturan yang berlaku, ijin nya akan ditinjau kembali, bahkan ijinnya bisa dicabut” Tegas Anas.

Anas juga mengatakan, bahwa yang berwewenang untuk memonitor masalah harga eceran dari LPG 3kg adalah bagian perekonomian, sedangkan Dinas PMP2T hanya sebatas memberi Ijin usaha bagi Agen atau Pangkalan.

Menurutnya, Ijin pangkalan LPG akan dikekuarkan ketika ada rekomendasi dari agen. Dan dalam permohonan ijin tidak ada diuraikan masalah harga.

“Namun begitu, nanti kita koordinasi dengan Tim untuk monitoring langsung kelapangan” pungkas Anas.

Berbeda  tanggapan M. Purba ketua LSM Tunggal Panaluan menilai ada pembiaran dari Pemkab Taput. Sehingga harga eceran LPG 3kg yang diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi lemah melonjak mencapai Rp.28.000,– per tabung.

“Entah siapa yang abaikan keputusan Bupati, apakah agen, pangkalan, pengecer.?? Atau memang ada pembiaran dari Pemkab” Tanya Martupa.

Pandemik wabah Covid-19 sudah sangat membebani mental masyarakat,dan ditambah lagi harga LPG ukuran 3kg mencekik masyarakat.

“Yang kita takuti, mereka mereka itu (Agen ,pangkalan, pengecer- red) menggunakan kesempatan di masa Pandemi Covid-19 ini mencari keuntungan besar. Istilahnya memancing di air keruh” ujarnya.

Untuk itu Martupa dari LSM Tunggal Panaluan berharap agar Pemkab Tapanuli Utara segera turun untuk memastikan HET LPG 3 Kg sesuai dengan keputusan Bupati dan kroscek apakah harga saat ini harga dari agen, pangkalan atau pengecer.

(Maju simanungkalit)

Comment