Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Gunakan Belanja Dana Bos Bertahap, Kasek SMU 1 Adian Koting Kangkangi Permendikbud

Gunakan Belanja Dana Bos Bertahap, Kasek SMU 1 Adian Koting Kangkangi Permendikbud

(13 Views) September 22, 2020 8:23 am | Published by | No comment

Transisi Taput – Martupa Purba Ketua LSM Tunggal Panaluan wilayah Kab.Tapanuli Utara (Taput) Senin (21/9/2020) menyebutkan penggunaan Dana Bos Afirmasi 2019 oleh Kepala Sekolah (Kasek) SMUN 1 Adian Koting tidak sesuai dengan Petunjuk teknis (Juknis) Permendikbud.

Dikatakan, hasil konfirmasi kepada J. Ambarita sebagai Kasek SMUN. 1 Adian koting diketahui bahwa pembelian Tablet tidak sesuai dengan jumlah siswa sasaran prioritas.

“Dari Investigasi langsung kepada Bapak Ambarita, kita dapati bahwa pembelian Tablet tidak sesuai dengan jumlah siswa sasaran prioritas” ungkap Martupa

Menurutnya, sesuai dengan Juknis Permendikbud tahun 2019. Bos Afirmasi 2019 digunakan untuk membeli Tablet, Laptop, Komputer PC serta fasilitas pendukung lainnya bagi kelas 10 untuk SLTA (SMU/SMK)

Namun fakta yang ditemukan sambung Martupa, J. Ambarita selaku Kasek hanya membeli 100 tablet untuk 139 siswa sasaran prioritas kelas 10 tahun ajaran 2019–2020

Artinya J. Ambarita telah melanggar Permendikbud, juga melanggar surat edaran Permendagri bulan april tahun 2020.

Dimana dalam surat edaran Permendagri no 1
disebut dana Bos Afirmasi memenuhi salah satu kriteria mendesak pada pengelolaan APBD.

“Jadi penggunaan Bos Afirmasi 2019 tidak bisa ditunda tunda, harus sekali belanja dalam pembelian barang. Dan tidak ada istilah belanja bertahap” ujar Martupa.

Selain itu J. Ambarita pun diduga belum belanja Laptop dan Komputer PC dan fasilitas pendukung lainnya, sehingga Bos Afirmasi 2019 hanya dinikmati sebagian siswa sasaran prioritas.

Selain disebut gagal dalam pengelolan Anggaran Bos Afirmasi, patut diduga kasek SMUN.1 Adian Koting ada penyimpangan pada penggunaan anggaran Bos Afirmasi 2019, lanjutnya

“Dan dana Bos Afirmasi 2019 yang sudah dibelanjakan sebagian, tidak bisa menggunakan juknis Bos Afirmasi 2020 pada pembelian berikutnya” tegas Martupa.

Sementara J.ambarita Kasek SMUN. 1 Adian koting saat dikonfirmasi mengakui, hanya belanja 100 tablet untuk 139 siswa kelas 10 tahun ajaran 2019–2020.

J. Ambarita mengatakan, belanja tahap I seratus Tablet. Namun sebelum belanja tahap II dilakukan, mereka sosialisasi dengan satker Bos provinsi Sumut tentang juknis baru Bos Afirmasi 2020.

“selain menunggu petunjuk pimpinan, Kami diberi keleluasaan dalam belanja barang multi media. Dan saat ini kita lagi revisi RKAS” tutur J. Ambarita.

Ditambahkan, ketika nantinya tidak ada petunjuk dari satker Bos Provinsi maka belanja tahap II akan dilakukan.

Terpisah, Sekretaris dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provsu Alfian Hutauruk saat dikonfirmasi melalui WA, terkait bisa tidaknya belanjaTablet bertahap, Alfian Hutauruk belum menjawab (tim)

Categorised in: ,

Comment