Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Diteliti Tim Kejaksaan Agung, Dugaan Perkara Tindak Pidana Korupsi Dana Hibah Penanggulangan Banjir Di Kota Menado Tahun Anggaran 2014

Diteliti Tim Kejaksaan Agung, Dugaan Perkara Tindak Pidana Korupsi Dana Hibah Penanggulangan Banjir Di Kota Menado Tahun Anggaran 2014

(5 Views) April 8, 2020 8:44 pm | Published by | No comment

TransisiNews.com- Hari ini Rabu, 08 April 2020, Tim Jaksa Peneliti pada Direktorat Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung RI. Penelitian Berkas Dugaan Perkara Tindak Pidana Korupsi Dana Hibah Penanggulangan Banjir Di Kota Menado Tahun Anggaran 2014 yang baru saja dilimpahkan oleh Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung RI pada hari Selasa, 07 April 2020 kemarin.

Seperti diketahui sebelumnya Dugaan Perkara Tindak Pidana Korupsi Dana Hibah Penanggulangan Banjir Kota Menado Tahun Anggaran 2014 atas nama Tersangka Maxmilian Julius Tatahede, S.Sos dan kawan-kawan mulai dilakukan penyidikan sejak tanggal 04 Desember 2018 hingga kemudian ditetapkan Tersangka sebanyak 4 (empat) orang pada awal bulan Januari 2019 dan kemudian dilakukan penahan rumah tahanan negara (Rutan) sejak 06 Januari 2020 yang lalu.

Penyerahan Berkas Perkara Tahap I (Pertama) atas nama 4 (orang) Tersangka masing-masing atas nama Tersangka Maxmilian Julius Tatahede, S.Sos. (MJT), Tersangka Fence Salindeho, SE.MAP. (FSD) keduanya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Mendado dan (2) dua orang masing-masing atas nama Tersangka Ir. Yenni Siti Rostaini, MPA (YSR) dan Tersangka Ir. Agus Yogo Handoto (AYH) sekarang tengah diteliti secara marathon oleh Jaksa Peneliti guna dapat segera ditentukan sikap apakah sudah lengkap atau belum lengkap dan perlu dilakukan tindakan hukum dan atau pemeriksaan tambahan lainnya.

Dugaan Perkara Tindak Pidana Korupsi Dana Hibah Penanggulangan Banjir Di Kota Menado Tahun Anggaran 2014 adalah penyalah-gunaan dana hibah pemerintah pusat sebesar Rp 200 miliar untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pemukiman yang rusak akibat bencana banjir di Kota Menado Tahun 2014.

Menurut Kapuspenkum Hari Setiyono SH MH kepada TransisiNews.com mengatakan, kemudian dana hibah tersebut dimasukan dalam Anggaran Pemerintah Kota Menado pada tahun 2015, namun rencana penggunaan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pemukiman yang rusak, dimana awalnya untuk 2000 (dua ribu) rumah namun pada kenyataannya hanya sebanyak 1000 (seribu) rumah sehingga diduga terdapat penyeleweangan dana hibah untuk bencana alam tersebut dan perbuatan semacam ini yang menjadi perhatian serius Kejaksaan RI sebagai salah satu penegak hukum di Indonesia.

(Saut MN)

Categorised in: ,

Comment