Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Dinilai Tak Sanggup Bekerja, Harga Gas LPG 3 Kg Mencekik Leher Warga Taput

Dinilai Tak Sanggup Bekerja, Harga Gas LPG 3 Kg Mencekik Leher Warga Taput

(23 Views) Mei 4, 2020 5:46 pm | Published by | No comment

TransisiNews.com Taput- Harga Eceran Tertinggi(HET) LPG 3kg/tabung sesuai ketetapan Bupati Tapanuli Utara(Taput) Drs.Nikson nababan adalah Rp.18.000,-

Itulah selayaknya harga yang berlaku di masyarakat Tapanuli Utara. Namun kenyataannya harga yang dibeli warga mencapai lebih dari Rp.28.000/tabung yang mencekik leher. Hal itu dikatakan Martupa Purba ketua LSM Tunggal Panaluan Kab.Tapanuli utara, Senin(4/5/2020).

Pemkab Taput melalui Kabag Ekonomi dinilai tidak mampu bekerja, pasalnya mereka(pemkab-red) tidak melakukan monitoring dan tindakan, tegas Martupa.

“Kita sesali Pemkab yang tidak bekerja di Pemerintahan Taput Hebat ini, terjadinya harga eceran LPG 3kg mencapai Rp.28.000/tabung bisa membuat keresahan dan khususnya  Ekonomi saat ini di tengah pandemi Covid-19.” Ungkap Martupa Purba Ketua LSM Tunggal Panaluan yang kerap mengkritisi kinerja Pemkab yang tak mampu bekerja.

Selama ini lanjut Martupa, harga LPG ukuran 3kg yang dijual kepada warga diatas HET yang ditetapkan Pemkab Taput. Baik itu sebelum wabah Covid-19 maupun saat Covid- mewabah, tambahnya.

Dan Pemkab Taput punya kewajiban untuk mengawasi atau monitoring harga LPG 3kg yang dijual diatas HET.

Karena itu Martupa mendesak
Pemkab Taput, mencabut ijin agen penyalur LPG 3kg yang pangkalannya menjual diatas HET dan jangan hanya menegur saja, Tegas Martupa.

Sementara itu, Terpisah Kabag Ekonomi Kab.Taput Fajar gultom menanggapi, sudah menegur agen agen penyalur LPG ukuran 3kg. Dan sesuai pengamatan dan pengaduan masyarakat, bahwa harga itu sudah tidak manusiawi.

“Agen agen sudah kita beri teguran sesuai dengan pengamatan dan pengaduan masyarakat, kita tegaskan harga LPG 3kg sudah semakin tidak manusiawi” papar Fajar gultom.

Dan terutama saat ini lanjut Fajar, dalam suasana perjuangan Covid-19. Pendapatan dan daya beli masyarakat semakin menurun, ditambah harga LPG melambung.

Karena itu ditegaskan Fajar, agar agen mengintruksikan kepada pangkalan
dalam pendistribusian LPG 3kg kepada warga, supaya mematuhi aturan yang telah ditetapkan Pemkab terutama HET.
Dan apabila masih ditemukan ada harga eceran LPG 3kg diatas HET yang dijual oleh pangkalan maka Pemkab Taput akan mencabut Ijin agen yang bersangkutan, ujarnya.

(Maju simanungkalit)

Comment