Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Daerah » Calon Pendeta Dihajar OTK: Apa Salahku?

Calon Pendeta Dihajar OTK: Apa Salahku?

(12 Views) Juli 19, 2020 3:57 am | Published by | No comment

TRANSISI TAPUT – Calon Pendeta yang belum lama tinggal di Kabupaten Tapanuli Utara mendapat penganiayaan dari Orang Tak Kenal ( OTK) di depan Gereja Bethel Pariksabungn, kecamatan Siborong-borong, kabupaten Tapanuli Utara.

Kepada awak Media TransisiNews.com Calon Pendeta A.V. bermarga Gultom ini menceritakan kronologinya,Kamis, 9 Juli 2020 sekitar pukul 18. 30 WIB saya bergerak dari rumah Amang Pendeta Amang Praeses HKBP Dist. XVI Humbang Habinsaran, Pdt. Kacon Nababan.

Guna mengantar undangan yang ditugaskan kepada saya untuk diberikan kepada saudari Erna, selanjutnya saya berkendara dan menuju saudari Erna yang sebelumnya sudah janjian untuk bertemu karena undangan yang harus diserahkan.

Awalnya saya mau menitipkan undangannya di Wisma Tondong yang berada di simpang desa pariksabungan. Namun tidak jadi dikarenakan dalam keadaan tutup dan saya tiba pukul 19.00 Wib.

Melihat kondisi Wisma Tondong tutup, kembali saya menghubungi ketua Naposo Erna Simanjuntak dan akhirnya undangan langsung diantar ke alamat rumahnya.

Setelah sampai dirumah saudari Erna Simanjuntak, saya memberikan undangan dan mengobrol sebentar dihalaman rumahnya. Pada saat sedang ngobrol, saya lihat Ibu dari saudari Erna teleponan sambil melihat kami ngobrol dihalaman rumah.

Sepulang dari Ketua Naposo saudari Erna Simanjuntak sekitar pukul 20.00 Wib, Tepatnya di depan Gereja Bethel Pariksabungan, saya kaget dan bingung karena ada tiba-tiba dua (2 ) orang pemuda yang sedang mengendarai sepeda motor jenis Ninja Warrior menghentikan laju kendaraan saya.

Tanyanya,: Amang marga apa?, Lalu saya jawab,: Saya marga Gultom, calon pendeta Amang. Dan tiba-tiba saya
dipukul dari arah belakang mengenai rahang saya.

Saya melihat  seorang lainnya turun dari sepeda motor matic tepatnya berada dibelakang saya, dan tiba tiba memukul saya, dan bergeser kearah rumah sepi dan mereka tampak berunding.

Demikianlah kronologinya, terang Calon Pendeta AV Gultom Kepada TransisiNews.com Sabtu, 18 Juli 2020. Akibat kejadian yang menimpa saya ini, akhirnya saya merasa terancam jiwa dan melaporkan hal ini kepada pihak polres Taput: LP/158/VII/200/SU/ResTaput/SPKT 10 Juli 2020, guna mengusut dan menangkap pelaku yang menganiaya saya, apa salahku? Tanya Gultom. (Tim)

Categorised in: ,

Comment