Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Cacat Hukum.!! Panitera ini Suruh Istrinya Antar Surat Eksekusi

Cacat Hukum.!! Panitera ini Suruh Istrinya Antar Surat Eksekusi

(25 Views) September 9, 2020 2:04 pm | Published by | No comment

Transisi Taput – Cacat hukum.! Itulah ungkapan dari Poltak Silitonga, SH, Kuasa hukum dari keluarga keturunan Op. Sirus Hutagalung sebagai penggugat melawan keturunan Op. Prekinius sebagai tergugat dalam sengketa lahan di Desa Siraja Hutagalung, Kec. Siatas barita, Kab. Tapanuli Utara, Sumut.

Ditegaskan Poltak Rabu(9/9/2020) dilokasi sengketa, ekskusi yang dilakukan saat ini adalah cacat hukum yang disebabkan sejumlah kejanggalan kejanggalan pada penetapan surat eksekusi.

Diantara kejanggalan kejanggalan yang di beberkan antar lain, bahwa saat ini masih ada sidang perlawanan eksekusi dan meminta keterangan saksi saksi.

“Hari ini kita harusnya sidang perlawanan eksekusi dan meminta keterangan saksi saksi. namun karena adanya eksekusi ini maka sidang ditunda” ungkap Poltak

Selain itu, belum adanya pembatalan sertifikat rumah atas nama dari U. Simatupang dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), tambah Poltak.

Menurutnya pembatalan sertifikat tanah hanya bisa dilakukan oleh PTUN, bukan oleh Pengadilan Negeri Tarutung.

“ini perlu dipertanyakan, kenapa pembatalan sertifikat dilakukan oleh Pengadilan negeri Tarutung, yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh PTUN” terangnya.

Dan yang paling aneh tambah Poltak, pemberian surat eksekusi bukan dilakukan oleh panitera namun dilakukan isteri panitera yang notabene bukan pegawai pengadilan.

“Dan hal itu juga memperkuat eksekusi ini cacat hukum, sebab yang memberi surat eksekusi bukan panitera tapi istrinya dan yang menerima adalah anak kecil dan tanpa ada tanda terima” bebernya.

Dilokasi yang sama,
EJ, panitera atau jurusita pengadilan ketika dimintai keterangan terkait kenapa bukan dia yang mengantar surat eksekusi. Dengan nada ketus EJ mengatakan bukan urusan anda

“Bukan,bukan, bukan anda, apa urusan anda itu , udah” sebut EJ

Sementara Sotarduga Hutagalung, cucu dari Op.Sirus hutagalung mengungkapkan tanah dan bangunan yang jadi sengketa adalah tanah warisan.

Dikatakan,kakek mereka 3 orang kakak beradik. Dan masing masing ada tanah warisan. Sedangkan tanah yang ada bangunan rumah ini adalah milik dari kakek mereka Op. Sirus hutagalung.

“Dan bangunan rumah ini juga sudah punya sertifikat, tapi kenapa masih dilakukan eksekusi” ujar Sotarduga

Pantauan dilokasi, puluhan polisi polres Taput mengawal jalannya eksekusi sebidang lahan kosong dan bangunan rumah.
Walaupun ada perlawanan dari keturunan Op. Sirus, namun eksekusi tetap berlangsung. (Tim)

Categorised in: , ,

Comment